Seorang pembawa kuda beban yang sangat miskin bertemu pengemis yang terbaring sakit di tepi jalan.
“Ya, ampun! Adakah yang hidup lebih buruk dari diriku?” pikirnya.
“Aku harus menolong orang ini.”
Ia dan istrinya membaringkan pengemis itu di lantai rumahnya beralaskan tikar.
Karena tak punya makanan, mereka lalu membuat api untuk menghangatkan badan, dan menutupi tubuh pengemis itu dengan tikar.
Keesokan harinya mereka membangunkan si pengemis dan menyingkapkan tikar yang menutupi tubuhnya.
Namun betapa terkejutnya mereka, ternyata yang selama ini mereka kira pengemis adalah sebongkah emas yang sangat besar.
Sepasang suami isteri menggelar dagangannya di trotoar jalan. Saat itu petang turun terburu-buru. Lampu jalan cukup terang untuk menerangi dagangan mereka.
Di kanan kiri tumpukan puing-puing bongkaran pasar mengepung. Di depan berlalu-lalang kendaraan dan langkah-langkah cepat.
Siapa pula tertarik membeli? Namun, mereka berdua silih berganti menyapa dan menawarkan dagangan.
Kaos anak warna-warni, setangan sebungkus tiga, rok kecil, dan entah apalagi.
“Wahai suami isteri pedagang, mengapa kalian yakin ada yang membeli dagangan itu. Bagaimana kalian bias menjajakan barang di keremangan dan keriuhan seperti ini?”
“Kami tak kehilangan harapan”, begitu jawabnya.
Kopi memang bukan sekedar minuman, ada banyak hal yang bisa kamu ambil dari secangkir kopi.
Mulai dari pemilihan biji kopi itu sendiri, pembuatan sampai rasa, banyak pelajaran penting yang bisa kamu dapatkan.
Berikut ini 5 filosofi kopi yang bisa kamu petik dari secangkir kopi yang nikmat.
1. Pilih biji kopi terbaik untuk mendapatkan secangkir kopi yang enak.
Jika ingin hasil yang terbaik, kamu harus kerahkan kemampuanmu dengan maksimal pula.
Untuk membuat segelas kopi yang nikmat, dibutuhkan biji kopi terbaik. Bukan yang bentuknya jelek atau sudah rusak. Biji kopi yang baik akan menghasilkan bubuk kopi yang berkualitas, sehingga rasa dan aromanya begitu sedap saat diminum.
Suatu hari, murid seorang guru terkenal terlibat perdebatan dengan seorang pejabat yang bodoh.
Mereka terlibat dalam perdebatan soal berapakah hasil kali 8 X 0.
Menurut pejabat bodoh itu, hasilnya adalah 8.
Sementara si murid guru terkenal berusaha mengajarkan bahwa 8 X 0 adalah Nol!.
Mereka pun mulai berdebat.
Dan dalam perdebatan itu, akhirnya, si murid itu pun mengajaknya menemui gurunya yang terkenal sangat pintar dan sangat bijaksana.
Banyak orang yang kemudian tertarik untuk melihat apa yang terjadi.
Pada suatu masa, di sebuah pedesaan China, hidup seorang pria tua dan keluarganya.
Pria tersebut mengolah sebuah kebun dan memiliki beberapa hewan peliharaan, salah satu peliharaannya adalah seekor kuda jantan.
Suatu ketika, kuda yang dimiliki pria tua tersebut hilang. Beberapa tetangga mengatakan sempat melihat kuda tersebut berlari melewati batas daerah yang tidak boleh dilewati oleh warga desa.
Pria tua itu menjadi sedih, tetapi dia mengatakan, “Tidak apa, barangkali kejadian ini bukan sesuatu yang buruk dan siapa tahu akan datang sesuatu yang baik.”
Setelah hari berganti hari, pada malam hari, pria tua itu dikejutkan dengan suara kuda. Dia langsung bangkit dan melihat ke arah luar rumah, tampak kudanya yang hilang telah kembali dan membawa seekor kuda betina entah milik siapa yang menjadi pasangannya.
Kisah nyata yang bagus sekali untuk contoh kita semua yang saya dapat dari millis sebelah (kisah ini pernah ditayangkan di MetroTV). Semoga kita dapat mengambil pelajaran.
Ini cerita nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia. Apa yg diutarakan beliau adalah sangat benar sekali. Silakan baca dan dihayati.
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak.
Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Page 7 of 33


