Dua orang pemuda yang tak berpengalaman mendapatkan pekerjaan di sebuah kontraktor bangunan, namun keduanya mendapatkan pekerjaan yang berbeda. Pemuda pertama bernama Hendro, ia mendapatkan tugas untuk mengerjakan kusen kayu dan daun pintu. Sedangkan pemuda yang kedua bernama Dede, mendapatkan tugas untuk mengaduk semen dan pasir serta memasang bata.

Dalam pikiran Hendro, pekerjaannya sebagai tukang kayu lebih ringan dan mudah dibandingkan dengan Dede. Namun kejutan muncul saat dia tahu ternyata rumah yang akan dibangun adalah rumah dengan desain antik dan banyak ukiran kayunya, hal itu diluar dugaan Hendro. Setelah berkali-kali diajari oleh tukang senior di perusahaan itu dan tidak bisa juga, Hendro akhirnya putus asa. Ia pun mendatangi Dede yang giat bekerja tanpa lelah, untuk berdiskusi, kemungkinan tukar pekerjaan dan ternyata Dede setuju.

Kurangi kepemilikan. Tingkatkan kreatifitas.
Kurangi pembelian. Tingkatkan berbagi.
Kurangi jam bersama TV. Tingkatkan jam bersama membaca.
Kurangi bicara. Perbanyak diam.

Kurangi keinginan. Perbanyak bersyukur.
Kurangi penjelasan. Perbanyak perbuatan.
Kurangi stress. Perbanyak tertawa.
Kurangi berfikir. Perbanyak RASA.

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.

Jika seorang mendapat rumah besar, itu adalah Berkat. Tapi harus membersihkannya setiap hari itu adalah Beban.

Jika seorang mempunyai bayi, itu adalah Berkat. Tapi harus bangun tengah malam, dan merawatnya itu adalah Beban.

Jika seorang mencapai gelar sarjana tinggi, itu adalah Berkat. Tapi harus belajar dengan konsisten tiap hari, itu adalah Beban.

Sebuah kapal pesiar mengalami kecelakaan di laut dan akan segera tenggelam. Sepasang suami istri berlari menuju skoci untuk menyelamatkan diri. Sampai di sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yang tersisa. Segera sang suami melompat mendahului istrinya untuk mendapatkan tempat itu. Sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum skoci menjauh dan kapal itu benar-benar menenggelamkannya.

Suatu pagi hari yang buta, terlihat seorang pemuda dengan tas di punggungnya tengah berjalan dengan tujuan mendaki ke puncak gunung yang terkenal. Konon kabarnya, di puncak gunung itu terdapat pemandangan yang sangat indah.

Ketika sampai di lereng gunung, terlihat sebuah rumah kecil yang dihuni oleh seorang kakek tua. Setelah menyapa pemilik rumah, si pemuda segera mengutarakan maksudnya. “Kek, saya ingin mendaki gunung ini. Tolong tunjukkan jalur yang paling mudah untuk mencapai ke puncak gunung.”