Industri pelumas memiliki peran penting dalam mendukung berbagai aktivitas di sektor manufaktur. Kementerian Perindustrian terus memperkuat kemampuan industri produk pelumas di dalam negeri melalui penguatan basis manufakturnya. Hal ini tercermin dari masuknya investasi manufaktur dengan membangun kapasitas produksi baru yang sekaligus membuka peluang peningkatan nilai tambah, pemanfaatan industri pendukung, dan substitusi impor.
“Bagi Pemerintah, investasi ini penting karena menghadirkan kapasitas produksi dan teknologi manufaktur baru, sekaligus memperkuat keterkaitan dengan industri pendukung di dalam negeri. Inilah arah industrialisasi yang kita kehendaki, yaitu investasi yang memperkuat kapasitas produksi, nilai tambah, teknologi, dan ekosistem industri nasional,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat meresmikan Shell Grease Manufacturing Plant di Marunda, Bekasi, Selasa (15/9).
Penguatan basis manufaktur tersebut sejalan dengan kinerja positif industri pengolahan nonmigas (IPNM) nasional. Pada Triwulan II 2026, IPNM tumbuh 5,32 persen secara tahunan (y-o-y), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen. IPNM juga memberikan kontribusi pertumbuhan terbesar, yakni 0,97 poin persentase.
Indonesia dinilai memiliki peluang untuk menjadi salah satu basis manufaktur di Asia seiring perusahaan global mulai melakukan diversifikasi rantai pasok. Fenomena China+1 dan Taiwan+1 menjadi salah satu faktor yang dapat membuka peluang tersebut.
Bank DBS Indonesia melihat perubahan strategi rantai pasok global tersebut dapat mendorong investor mencari lokasi alternatif di luar China dan Taiwan. Indonesia dinilai memiliki sejumlah modal untuk menangkap peluang tersebut, terutama dari sisi sumber daya, pasar, serta pengembangan industri.
Asia Tenggara sendiri menjadi salah satu kawasan yang mengalami pertumbuhan investasi asing cukup pesat. Arus Penanaman Modal Asing (PMA) ke Asia Tenggara meningkat dari sekitar US$225 miliar pada 2024 menjadi hampir US$250 miliar pada 2025.
Kondisi tersebut terjadi di tengah perubahan rantai pasok global, ekspansi sektor manufaktur, serta meningkatnya minat investor internasional terhadap pasar ASEAN.
Investor asal Taiwan disebut mulai melirik peluang pembangunan basis produksi chip di Indonesia. Pengembangan industri tersebut dinilai terbuka dalam 10 tahun ke depan, seiring percepatan pembangunan ekosistem industri baterai nasional.
Executive Director CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan sejumlah investor Taiwan telah datang untuk meminta masukan terkait peluang masuk dan membangun basis produksi chip di Indonesia.
“Dari beberapa yang saya temui, terutama salah satu yang cukup antusias adalah investor dari Taiwan. Mereka sering datang untuk minta advice kaitannya untuk masuk membangun basis produksi chip yang ada Indonesia,” kata Faisal dalam acara MediaMIND 2026 bertema “Hilirisasi Nikel dan Optimasi Nilai Tambah dalam Negeri” yang digelar secara daring, Senin (14/9/2026).
Meski demikian, Faisal mengaku belum mengetahui sejauh mana tindak lanjut dari ketertarikan investor tersebut. Menurutnya, peluang pengembangan industri chip di Indonesia cukup besar apabila didukung kepastian pasar dan minat investasi yang berkelanjutan.
Industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan daya tahan di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Salah satu indikatornya terlihat dari pertumbuhan kelompok industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik yang mencapai 9,20 persen pada Triwulan – II tahun 2026. Perkembangan ini menjadi bagian dari penguatan industri elektronika nasional, termasuk melalui peningkatan kapasitas produksi dan pengembangan fasilitas manufaktur.
“Kami mengapresiasi komitmen Midea dan PT Jaya Refrigeration Equipment dalam mengembangkan investasi serta memperluas kegiatan produksi di Indonesia. Hal ini tentunya mencerminkan kepercayaan dunia usaha terhadap prospek manufaktur nasional,” ujar Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dalam acara Pencapaian Produksi 3 Juta Unit dan Peresmian Pabrik Midea Indonesia di Cikarang, Rabu (9/9).
Faisol menjelaskan, kinerja kelompok industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik yang tumbuh 9,20 persen pada Triwulan – II 2026 menunjukkan pentingnya sektor tersebut dalam struktur manufaktur nasional.
Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak, menyoroti kembali melemahnya Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia versi S&P Global yang turun ke level 49,8 pada Agustus 2026, dari 50,2 pada Juli. Angka ini menandai sektor manufaktur nasional kembali masuk zona kontraksi berada di bawah ambang batas 50 yang memisahkan ekspansi dan pelemahan aktivitas industri.
"PMI ini bukan sekadar angka statistik. Ia mencerminkan denyut nadi sektor riil kita, terutama industri padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja. Ketika PMI kembali terkontraksi, itu sinyal yang harus direspons cepat oleh pemerintah, bukan ditunggu sampai dampaknya membesar," ujar Amin. Sabtu (12/09).
Ia menjelaskan, penurunan PMI Agustus terutama didorong oleh melemahnya kembali produksi dan penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur.
Kedua indikator ini tercatat menurun dalam 5 dari 6 periode survei terakhir, menunjukkan tekanan yang cukup persisten, bukan sekadar fluktuasi sesaat.
Aktivitas industri terutama di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau, seperti Banten dan Jawa Barat terpantau masih berjalan normal. Meski demikian, perusahaan mulai memperketat prosedur keselamatan kerja, khususnya bagi pekerja yang beraktivitas di luar ruangan dan area yang berpotensi terpapar abu vulkanik.
Sejak Minggu (6/9/2026), abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau tersebar ke sejumlah wilayah, khususnya Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, Bengkulu, serta perairan Samudra Hindia. Kondisi ini bahkan mengakibatkan 8 bandar udara ditutup sementara hingga pukul 18.00 WIB, Senin (7/9/2026).
Meski demikian, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefinm Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiono mengatakan, aktivitas operasional dan distribusi industri sejauh ini masih berjalan aman. Menurutnya, kondisi pabrik terutama yang berada di sekitar Cilegon juga masih terkendali.
Page 1 of 171



