Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menyepakati komitmen kerja sama perdagangan dan investasi di berbagai sektor senilai USD38,4 miliar atau setara dengan Rp649,42 triliun.
Kesepakatan tersebut diresmikan dalam acara US-Indonesia Business Summit 2026 yang diselenggarakan oleh the U.S. Chamber of Commerce (USCC), the US-ASEAN Business Council (USABC), dan the U.S.-Indonesia Society (USINDO) di Washington D.C., Rabu (18/2) waktu setempat.
"Saya memahami cara kerja pasar. Pasar menghargai transparansi, disiplin dan kredibilitas. Tanggung jawab saya sebagai Presiden, memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, dan memastikan bahwa kami memenuhi standar internasional. Ini tentang bagaimana menjaga integritas ekonomi kita, dan kepercayaan investor jangka panjang," kata Presiden RI Prabowo Subianto dalam sambutannya, dikutip dari Antara, Jumat, 20 Februari 2026.
Kinerja industri pengolahan nonmigas yang tumbuh sekitar 5,15% pada 2025 dinilai masih mencerminkan daya tahan sektor manufaktur di tengah tekanan global.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ariyo DP Irhamna mengatakan laju tersebut belum cukup kuat untuk mendorong akselerasi pertumbuhan tanpa pembenahan struktural, terutama dari sisi biaya produksi dan daya saing industri.
Menurutnya, meskipun manufaktur tetap menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) dengan pangsa sekitar 19%, kualitas pertumbuhannya masih menghadapi sejumlah keterbatasan.
“Manufaktur kita tetap ekspansif, tetapi ruang untuk melompat lebih tinggi cukup terbatas kalau persoalan strukturalnya belum dibenahi,” ujar Ariyo kepada Bisnis, Kamis (12/2/2026).
Produktivitas manufaktur menjadi sorotan World Bank alias Bank Dunia lantaran dinilai masih memberikan nilai tambah yang rendah, khususnya terhadap tenaga kerja.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Telisa Aulia Falianty mengatakan, jika dilihat secara keseluruhan pertumbuhan manufaktur nasional meningkat.
"Dilihat dari share itu meningkat di 19%, growth di atas 5%, dari data BPS ini sebenarnya produktivitas naik. Namun, World Bank menyoroti produktivitas SDM, artinya produksi per kapita," kata Telisa kepada Bisnis, Rabu (18/2/2026).
Jika dilihat dari produksi per kapita, Telisa menyebut, industri nasional memang tertinggal dibandingkan negara lain, seperti Thailand, Malaysia, maupun India.
Telisa menilai kondisi ini dipicu arus investasi yang masuk ke Indonesia mayoritas industri padat modal. Sementara itu, transfer teknologi dari industri tersebut juga dinilai masih langka.
Industri pengolahan kembali menjadi jangkar pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sisi lapangan usaha. Dari industri makanan-minuman hingga mesin, laju sejumlah subsektornya pun mencerminkan aktivitas yang makin bertumbuh.
Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) yang merilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada Kamis (5/2/2026). Dalam rilis tersebut, BPS mencatat ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11% (yoy). Sementara pada kuartal IV-2025, ekonomi tumbuh 5,39% (yoy) dan secara kuartalan (qoq) naik 0,86%.
Angka ini menegaskan pertumbuhan Indonesia masih bertahan di atas 5% dan akselerasi terlihat pada akhir tahun, seiring menguatnya aktivitas ekonomi di kuartal IV-2025.
Industri Pengolahan Tumbuh Tinggi
Di dalam struktur PDB berdasarkan lapangan usaha, industri pengolahan kembali mencatatkan posisinya sebagai sektor dengan porsi terbesar dalam perekonomian Indonesia.
Pengusaha yang bergerak di industri makanan dan minuman (mamin) bersiap menadah berkah dari momentum Imlek serta Ramadan - Idulfitri. Perayaan tahun baru Imlek akan berlangsung pada Selasa (17/2/2026), yang kemudian berlanjut memasuki bulan suci Ramadan hingga sebulan ke depan.
Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman membeberkan kesiapan pelaku industri mamin menyambut momentum ini. Para produsen sudah bergerak mengamankan bahan baku dan mendongkrak pemanfaatan kapasitas produksi atau utilisasi sejak tiga hingga empat bulan yang lalu.
Utilisasi industri mamin naik menjadi di atas 70% - 80%, dari rata-rata 60% - 70% pada hari biasa. Peningkatan utilisasi sudah terjadi sejak November 2025, dan akan ternormalisasi setelah Idulfitri. "(Utilisasi) beberapa kategori bahkan sudah optimal, karena mengejar kebutuhan sesuai permintaan," kata Adhi kepada Kontan.co.id Minggu (15/2/2026).
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkap potensi dan strategi penguatan ekosistem industri perkapalan nasional. Penguatan ekosistem perkapalan merupakan bagian dari strategi industrialisasi untuk mentransformasi sistem logistik Indonesia, ketahanan pangan serta meningkatkan daya saing industri manufaktur.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa penguatan industri galangan kapal nasional bukan lagi sekadar pilihan kebijakan, melainkan keharusan strategis. Sub sektor ini memiliki keterkaitan ke belakang dan ke depan (backward and forward linkages) yang tinggi terhadap berbagai sub sektor ekonomi.
“Industri galangan kapal memiliki dampak berganda yang luas karena melibatkan berbagai komponen dalam rantai pasok industri seperti bahan baku, komponen, teknologi, pendanaan, sumber daya manusia, teknologi, infrastruktur hingga jasa logistik. Karena itu, pengembangannya menjadi kebutuhan strategis bagi penguatan struktur industri nasional,” kata Agus melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Selasa (10/2/2026) malam.
Page 1 of 151




