Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, normal baru menggeliatkan sektor ekonomi yang tercermin dalam Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Juni 2020 yang menempati level 39,1 atau mengalami kenaikan hingga 10 poin dibanding Mei yang berada di angka 28,6.

“Kami optimistis kinerja industri manufaktur nasional bisa bangkit kembali ketika nanti sudah beroperasi secara normal, sehingga juga dapat memulihkan lebih cepat pertumbuhan ekonomi,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita lewat keterangannya di Jakarta, Kamis.

Menperin menjelaskan salah satu alasan mulai bergairahnya sektor industri di dalam negeri karena adanya sejumlah kebijakan pemerintah yang probisnis, seperti pemberian insentif fiskal. Selain itu, didukung dengan aturan normal baru yang ikut mendorong konsumsi domestik.

“Di era normal baru, mengubah perilaku belanja masyarakat yang juga berdampak pada percepatan transformasi digital bisnis, termasuk pada sektor industri kecil menengah (IKM),” ujarnya.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis berbagai kebijakan yang digulirkan pemerintah akan membuat ekonomi rebound atau melambung secara bertahap mulai kuartal ketiga tahun ini.

"Meskipun sektor industri masih mengalami pertumbuhan rendah di awal tahun, kami meyakini kebijakan yang dikeluarkan akan membuat ekonomi kami kembali rebound secara bertahap pada kuartal ketiga tahun ini," kata Menperin dalam konferensi pers berbahasa Inggris, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis.

Agus mengatakan bahwa sektor Industri menjadi kontributor terbesar bagi produk domestik bruto nasional hingga mencapai 90 persen.

Dia meyakinkan bahwa Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan beragam kebijakan progresif bagi sektor industri selama masa pandemi.

Kebijakan paling penting adalah mempersilakan pabrik dan fasilitas manufaktur tetap beroperasi secara aman selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dengan demikian, kata Menperin, baik perusahaan industri domestik maupun asing dapat beroperasi.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) siap berperan aktif dalam upaya menumbuhkan sektor industri substitusi impor guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahadi mengatakan selain gencar menarik investasi, Kemenperin juga mendorong inovasi dalam mendukung sektor industri nasional bisa menghasilkan produk unggulan yang berdaya saing global.

“Semakin banyak inovasi yang dimanfaatkan oleh sektor industri itu artinya akan membuka peluang pada penciptaan lapangan kerja yang lebih banyak dan juga mendorong tumbuhnya investasi-investasi baru yang tentunya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Doddy dalam siaran pers, Rabu (1/7/2020).

Dia menambahkan unit-unit litbang di lingkungan Kemenperin telah banyak menghasilkan berbagai inovasi yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai industri subtitusi impor.

Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) mengusulkan agar pemangku kepentingan berusaha menciptakan permintaan yang dapat menggantikan permintaan pada bulan Ramadan.

Seperti diketahui, tingginya lonjakan permintaan pada Ramadan membuat industri yang masuk dalam fast moving consumer goods (FMCG) menjadikan Ramadan sebagai kuartal terpisah.

Oleh karena itu, Gapmmi menyarankan agar pemerintah menerapkan strategi peningkatan yang sama usai krisis finansial pada 1998.

"Kami usulkan ke pemerintah untuk serentak, bersama pemerintah daerah, mengadakan pasar rakyat setiap minggu di semua daerah. Hal ini pernah dilakukan saat selesai krisis '98. Ternyata saat itu cukup membantu pemulihan ekonomi," ujar Ketua Umum Gapmmi Adhi S. Lukman kepada Bisnis, Senin (22/6/2020).

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya menjajaki peluang pasar bagi Industri Kecil Menengah (IKM) logam otomotif agar tetap menjalankan usahanya di tengah dampak pandemi COVID-19.

“Di masa pandemi ini, sejumlah IKM di sentra logam Tegal yang telah menjadi mitra Agen Pemegang Merek (APM) sebagai tier 1 dan tier 2 mengalami penurunan omzet hingga 90 persen dikarenakan APM sempat berhenti beroperasi beberapa waktu lalu,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih lewat keterangannya di Jakarta, Jumat.

Untuk dapat bertahan dan menjaga keberlangsungan usaha para pelaku IKM, menurut Gati, pihaknya terus melakukan penjajakan terhadap peluang pasar yang ada.

“Salah satu upaya untuk menjembatani IKM di sentra logam Tegal, Jawa Tengah, dalam menjajaki pasar baru di sektor industri otomotif, kami telah menggelar program link and match antara IKM dengan perusahaan besar,” ungkapnya.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggenjot kinerja industri furnitur karena merupakan industri yang berorientasi ekspor dan padat karya.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat meninjau langsung proses produksi dan penerapan protokol kesehatan di pabrik furnitur PT Saniharto Enggalhardjo, Demak, Jawa Tengah.

“Kami melihat Saniharto telah menjadi kebanggaan bagi bangsa, dengan mampu menghasilkan produk-produk yang klasifikasinya high-end,” kata Menperin lewat keterangannya diterima di Jakarta, Senin.

Hal tersebut juga membuktikan bahwa kompetensi SDM industri di Indonesia berkualitas. Misalnya, yang ditunjukkan oleh para karyawan PT Saniharto Enggalhardjo dalam membuat alat musik grand piano dengan spesifikasi yang terbaik di dunia.

“Saniharto ini adalah industri dalam negeri yang telah mendapat kepercayaan luar biasa dari klien internasional, bukan hanya level biasa saja, tapi dari kalangan ekonomi up scale. Dengan menghasilkan produk berkualitas tinggi ini, artinya anak bangsa mampu memenuhi kebutuhan dan selera pasar global,” papar Menperin.