Produsen oleokimia Indonesia memperkirakan pertumbuhan permintaan produk kimia turunan inti sawit mencapai 20% pada 2019.
 
Rapolo Hutabarat, Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) menuturkan saat ini kapasitas olekimia mencapai 5,4  juta ton per tahun. Dari jumlah ini pada 2018 diestimasikan dapat diekspor sebesar 4,79 juta ton.
 
"Kalau tahun depan kami optimis tumbuh 20% untuk nilai atau 12% secara volume [dari estimasi 2018]," kata Rapolo, di Jakarta yang dikutip Jumat (16/11/2018).

Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) menargetkan pertumbuhan 8%-9% untuk industri makanan dan minuman (mamin) hingga pengujung tahun ini.

Ketua Gapmmi Adhi S. Lukman menjelaskan perkiraan tersebut jumlahnya cenderung sama dengan nilai pertumbuhan mamin pada 2017 yang sebesar 9,23%.

Pertumbuhan tahun ini didorong beberapa faktor seperti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bisa dipertahankan di atas 5% serta pertumbuhan penduduk tiap tahunnya hingga 4 juta jiwa. Selain itu, faktor perubahan gaya hidup, terutama di perkotaan, turut mendorong kenaikan.

Di kesepian malam, tampak seorang pemuda berwajah tampan sedang memacu laju kendaraannya. Karena kantuk dan lelah yang mendera, tiba-tiba ia kehilangan kesadarannya dan guuubraaaaaak.. Mobil yang dikendarainya melintasi trotoar dan berakhir dengan menabrak sebuah pohon besar.

Karena benturan yang keras di kepala, si pemuda sempat koma dan dirawat di rumah sakit. Saat kesadarannya mulai kembali, terdengar erangan perlahan. “Aduuuh…kepalaku sakit sekali. Kenapa badanku tidak bisa digerakkan. Oh..ada di mana ini?”. Nanar, tampak bayangan bundanya sedang menangis, memegangi tangan dan memanggil-manggil namanya.

Kementerian Perindustrian menyebutkan pengembangan industri furnitur nasional berfokus pada moderenisasi dan masuknya investasi baru.

Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono menuturkan untuk industri furnitur, teknologi finishing dan desain jadi perhatian untuk dikembangkan. Upaya yang dilakukan di antaranya melalui mendorong modernisasi peralatan furnitur dan pengolahan kayu.

"ini sesuai dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) Tahun 2015-2035," kata Sigit, Sabtu (3/11/2018).

Kementerian Perindustrian memacu industri pulp dan kertas untuk terus menggunakan teknologi terkini yang ramah lingkungan agar dapat menghasilkan inovasi berkelanjutan.

Demikian disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara.

"Sampai saat ini, sudah ada 84 perusahaan pulp dan kertas di Indonesia. Indonesia berada di peringkat ke-9 untuk produsen pulp terbesar di dunia serta posisi ke-6 untuk produsen kertas terbesar di dunia," kata Ngakan melalui keterangannya di Jakarta, Senin.

Negeri Ginseng semakin menancapkan investasi ke Indonesia. Setidaknya beberapa sektor diminati, seperti petrokimia dan alas kaki.

Lotte Group misalnya, secara global perusahaan tersebut diketahui siap menggelontorkan investasi senilai total US$ 44 miliar dalam lima tahun ke depan. Indonesia menjadi salah satu yang menjadi sasaran investasi Lotte Group, khususnya di bidang industri kimia.

Salah satu lini bisnisnya, Lotte Chemical Titan akan melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) untuk pembangunan pabrik yang memproduksi nafta cracker pada akhir tahun 2018 ini. Dengan nilai investasi yang rencananya mencapai US$ 3,5 miliar, pabrik ini diharapkan dapat mendukung pengurangan impor produk petrokimia hingga 60%.