Memasuki semester dua tahun ini, industri kaca lembaran dinilai bakal bergairah kembali. Permintaan diprediksi bakal meningkat, dimana pada semester sebelumnya bisnis kaca cenderung menurun.

Ketua Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus Gunawan bilang bahwa di semester dua ini pelaku usaha dapat lebih optimis, meski masih mengalami kendala di beberapa bidang.

"Baik kaca lembaran dan (industri) hilirnya cukup optimis. Kami proyeksikan pertumbuhan di kisaran 5% sampai akhir tahun nanti," sebutnya kepada Kontan.co.id, Senin (15/7).

Kementerian Perindustrian optimistis hadirnya insentif super tax deduction alias potongan pajak super dapat memacu pelaku industri manufaktur untuk menyiapkan SDM berkualitas.

“Insentif super tax deduction diharapkan efektif mendorong para pelaku industri untuk berlomba-lomba menyediakan pendidikan dan pelatihan vokasi, sehingga daya saing SDM Indonesia di masa depan semakin meningkat,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Haris Munandar, seperti dilansir dari laman Kemenperin, Jumat (12/7/2019).

Menurutnya, hal ini selaras dengan program prioritas dalam implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

Dia mengatakan pemerintah bertekad untuk mendorong sektor industri manufaktur agar terlibat aktif menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas serta meningkatkan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang).

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang Ayah berkata kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu mendadak gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai tahukah kamu dimana tempat air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”

Ternyata semua ikan yang telah ditanya tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil itu semakin kebingungan, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama, “Dimakah air?”

Kementerian Perindustrian memproyeksi pertumbuhan industri elektronika di Tanah Air semakin menggeliat seiring dengan penerapan kebijakan untuk pengoptimalan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Hal ini dapat memacu produktivitas industri elektronika yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin Janu Suryanto optimistis, investasi di sektor industri elektronika akan semakin marak. Apalagi, peraturan tentang TKDN TV digital telah ditandatangani Menteri Kominfo. “Dalam hal ini, Kemenperin segera membuat petunjuk teknisnya," kata Janu dalam keterangan pers, Rabu (10/7).

Regulasi yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 4 Tahun 2019 tentang Persyaratan Teknis Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi Untuk Keperluan Penyelenggaraan Televisi Siaran dan Radio Siaran yang diundangkan pada 28 Juni 2019. Regulasi ini rencananya berlaku pada 28 Juni 2020 atau setahun setelah diundangkan.

Industri kosmetik memiliki peluang untuk terus berkembang di semester II-2019. Hal ini didorong dengan pasar kosmetik, khususnya produk kosmetik wanita, yang terus  menunjukkan tren positif.

"Saya tanya beberapa perusahaan, informasinya semester satu tumbuh double digit," kata Ketua Bidang Industri Persatuan Perusahaan Kosmetik Indonesia (Perkosmi) Liandhajani ketika dihubungi Kontan.co.id, Minggu (14/7).

Corporate Secretary PT Mandom Indonesia Tbk, Alia Dewi membenarkan, permintaan pasar yang membaik di awal tahun 2019 ini.  " Kami melihat tahun ini sudah lebih baik dibandingkan 2018, jadi harapannya di semester dua juga bisa lebih baik," kata Alia ketika dihubungi Kontan.co.id, Jumat (14/7).

Dalam Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa kegiatan usaha pada kuartal II/2019 menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan realisasi pada kuartal sebelumnya.
 
Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 19,17 persen, lebih tinggi dari 8,65 persen pada kuartal I/2019. Survei itu menyebut peningkatan kegiatan usaha terutama terjadi di sektor perdagangan, hotel dan restoran, serta industri pengolahan, yang didorong oleh meningkatnya permintaan domestik.
 
"Sejalan dengan peningkatan kegiatan usaha, rata-rata kapasitas produksi terpakai dan penggunaan tenaga kerja pada kuartal II/2019 juga meningkat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya," tulis survei tersebut, Kamis (11/7/2019).