Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, PT Infineon Technologies Batam, telah berkomitmen untuk peningkatan investasi sebesar 35,37 juta euro atau Rp569,3 miliar untuk peningkatan kapasitas 65 juta per minggu pada 2025 dan akan bertambah menjadi 83,57 juta euro atau Rp1,3 triliun untuk kapasitas 150 juta per minggu sampai 2030.

“Kami menetapkan PT Infineon Technologies Batam sebagai National Lighthouse Industri 4.0 pada tahun ini, setelah melalui berbagai tahapan verifikasi. Sebelumnya di tahun 2021, PT Infineon Technologies Batam telah menerima anugerah INDI 4.0 dari kami untuk kategori Smart Factory,” kata Menperin lewat keterangannya di Jakarta, Jumat.

PT Infineon Technologies Batam merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri semikonduktor, dan telah berinvestasi di Indonesia sejak 1996.

Dalam rangka mencapai energi bersih dan mengurangi emisi karbon, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong seluruh sektor manufaktur menerapkan prinsip industri hijau. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mencapai standar industri hijau.

"Standar Industri Hijau (SIH) memiliki 2 tujuan. Pertama, untuk peningkatan utilisasi industri yang berefek kepada peningkatan daya saing. Kedua, untuk pemenuhan komitmen bangsa ini dalam menjaga keberlangsungan bumi tempat tinggal kita," terang Kepala Pusat Industri Hijau, Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Herman Supriadi, Minggu (12/6/2022).

Herman menjelaskan, industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya yang berkelanjutan. Selain bisa memberi manfaat ekonomi, penerapan industri hijau sekaligus bisa menjaga kelestarian alam.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan berkat kerja sama dengan berbagai pihak seperti perguruan tinggi, kementerian dan lembaga terkait, Kementerian Perindustrian berhasil memfasilitasi pembuatan ventilator di dalam negeri.

Bahkan, kata dia, jenis ventilator tersebut tergolong high end yang belum pernah diproduksi di dalam negeri, sehingga siap untuk merebut pasar ekspor.

“Hari ini kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bisa produksi ventilator, yang merupakan hasil karya bersama dengan perguruan tinggi UGM, UI, ITS, dan ITB. Produk ini telah berhasil mendapatkan izin edar, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen. Artinya, sudah wajib dibeli di dalam negeri, terutama rumah sakit dan pusat layanan kesehatan di Indonesia,” kata Menperin di Jakarta, Rabu.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memfasilitasi usulan pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT) agar pemerintah menyesuaikan tarif waktu beban puncak (WBP) listrik.

Direktur Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Elis Masitoh mengatakan usulan tersebut patut dipertimbangkan karena tarif listrik merupakan beban tertinggi kedua di industri hulu tekstil sehingga sangat berdampak signifikan.

"Dari struktur cost energi, listrik merupakan terbesar kedua setelah bahan baku, sehingga memang diperlukan penyesuaian tarif," ujar Elis kepada Bisnis, Senin (13/6/2022).

Dia menjelaskan tarif listrik di industri TPT memakan porsi di kisaran 20 - 25 persen dari total pengeluaran. Pengeluaran terbesar berasal dai bahan baku, yakni sekitar 50 - 55 persen.

Indonesia mengincar peluang kerja sama di sektor manufaktur dengan Jerman. Di antaranya adalah industri semikonduktor, produksi vaksin, serta pengembangan industri 4.0.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan di bidang industri semikonduktor, peluang investasi tercipta karena Indonesia merupakan pasar elektronika dan produk jadi elektronika.

"Selanjutnya, sumber daya manusia serta sumber daya alam di Indonesia merupakan potensi besar dalam pengembangan industri semikonduktor," kata Agus seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (16/6/2022).

Sementara itu, di industri produksi vaksin terdapat perusahaan-perusahaan farmasi seperti PT Bio Farma (persero) dan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia yang merupakan produsen vaksin di Indonesia.

Staf Ahli Menteri Perindustrian (Menperin) Bidang Iklim Usaha dan Investasi Andi Rizaldi mengatakan anggaran pengadaan barang dan jasa pemerintah senilai Rp400 triliun dapat menambah pertumbuhan ekonomi sebesar 1,7 persen, apabila dibelanjakan untuk produk dalam negeri.

"Apabila Rp400 triliun bisa dibelanjakan untuk produk di dalam negeri, ini bisa menambah pertumbuhan ekonomi sekitar 1,7 persen," kata Andi dalam webinar Indonesia Development Forum 2022, Jumat.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap setidaknya anggaran pengadaan barang dan jasa pemerintah senilai Rp400 triliun digunakan untuk membeli produk dalam negeri.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun mendukung anjuran tersebut melalui Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).