Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung transisi penggunaan kendaraan listrik sebagaimana amanat Presiden Joko Widodo, yang telah menetapkan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebagai kendaraan dinas guna mewujudkan target net zero emission (NZE) pada 2060.

"Kemenperin berkomitmen mendukung upaya transformasi ini. Hal ini sejalan dengan peta jalan pengembangan KBLBB yang telah disusun oleh Kemenperin," kata Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan KBLBB sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Kemenperin bertugas melakukan percepatan produksi berbagai jenis KBLBB, baik sepeda motor maupun mobil.

Tugas lain yang harus dijalankan oleh Kemenperin adalah memberikan dukungan teknis untuk pendalaman struktur industri KBLBB dalam negeri agar mampu memenuhi target tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan percepatan pengembangan komponen utama dan pendukung industri KBLBB.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mewujudkan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) industri dengan menjalankan Technical and Vocational Education and Training (TVET) 4.0 di lingkungan pendidikan vokasi yang diselenggarakannya.

"TVET 4.0 adalah pendidikan dan pelatihan vokasi yang memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk pekerjaan di bidang Industri 4.0," jelas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Arus Gunawan lewat keterangannya di Jakarta, Selasa.

Untuk memaksimalkan penerapan Industri 4.0 di unit pendidikan tingginya, BPSDMI Kemenperin melakukan asesmen TVET 4.0 yang mampu mengukur level implementasi TVET 4.0 di kampus-kampus vokasi Kementerian Perindustrian sebagai langkah awal.

Untuk mendukung asesmen TVET 4.0, BPSDMI Kemenperin menyelenggarakan pelatihan asesmen untuk asesor internal melalui Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) di 10 Politeknik dan 2 Akademi Komunitas di lingkungan Kemenperin pada Agustus hingga September 2022.

Manisnya kinerja penjualan alat berat diperkirakan berlanjut hingga tahun depan. Hal ini sejalan dengan masih tingginya kebutuhan pasar., khususnya di sektor konstruksi dan batu bara.

PT ABMM Investama Tbk. (ABMM) memperkirakan belanja modal (capex) perusahaan untuk pengadaan alat berat pada 2023 bakal tetap tinggi seperti tahun ini. Perusahaan memasok dari PT Trakindo Utama.

Direktur ABM Investama Adrian Erlangga mengatakan tahun ini ABMM menggelontorkan belanja modal senilai Rp2,90 triliun untuk pengadaan alat berat. Nilai tersebut naik 2,5 kali lipat dibandingkan dengan 2021.

"Pengadaan alat berat kami tahun ini kira-kira sama dengan tahun lalu. Penyebabnya ada 2 faktor," kata Adrian kepada Bisnis, Senin (19/9/2022).

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut ekspor industri makanan dan minuman meraup 21,3 miliar dolar AS pada periode Januari-Juni 2022.

“Angka itu meningkat 9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2021 sebesar 19,5 miliar dolar AS,” ungkap Menperin lewat keterangannya di Jakarta, Jumat.

Pada periode yang sama industri makanan dan minuman memberi kontribusi sebesar 38,38 persen terhadap PDB industri nonmigas sehingga menjadi subsektor dengan kontribusi PDB terbesar di Indonesia.

Kinerja gemilang lainnya dari industri makanan dan minuman yakni mampu menarik investasi sebesar Rp21,9 triliun hingga kuartal II tahun 2022 dan menyerap tenaga kerja hingga 1,1 juta orang.

Data pemerintah mencatat geliat industri manufaktur RI hingga Agustus 2022 masih bagus di tengah ketidakpastian ekonomi global yang diakui terus membayangi perekonomian nasional.

Menurut data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), kinerja bagus industri manufaktur terlihat dari naiknya nilai ekspor produk di sektor itu sebesar 24,03 persen secara tahunan pada periode Januari - Agustus 2022.

"Kinerja ekspor dari sektor industri manufaktur terus melambung, meskipun berada di tengah risiko ketidakpastian kondisi global yang membayangi ekonomi nasional," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Minggu (18/9/2022).

Secara akumulatif, industri manufaktur mencatatkan nilai ekspor mencapai US$139,23 miliar pada periode Januari - Agustus tahun ini. Berkontribusi 71,55 persen terhadap total nilai ekspor nasional yang mencapai US$194,60 miliar.

Kalangan ekonom menilai fasilitas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berpeluang menarik perusahaan-perusahaan di sektor riil untuk memanfaatkan fasilitas tax allowance.

Menurut Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal, keringanan finansial yang bisa dimanfaatkan tidak menutup kemungkinan mendorong perusahaan di kawasan industri untuk memanfaatkan insentif fiskal itu.

"Banyak perusahaan terdampak oleh kenaikan harga BBM. Idealnya, kondisi ini membuat mereka tertarik untuk memanfaatkan fasilitas tax allowance," kata Faisal, Selasa (6/9/2022).

Apabila perkiraan kalangan ekonom tersebut benar, maka pemanfaatan tax allowance oleh perusahaan-perusahaan di kawasan industri akan terealisasi untuk pertama kalinya dalam kurun 5 tahun terakhir.