Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan akan memfasilitasi para calon investor, terutama dari Korea Selatan, untuk mendorong realisasi pengembangan kawasan industri di Indonesia.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Doddy Rahadi, di depan puluhan calon investor Korea Selatan yang menghadiri Seminar "Industrial Park in Indonesia" pada Rabu sore.

"Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perindustrian dan kementerian/lembaga lainnya secara khusus mengawal percepatan pembangunan kawasan-kawasan industri tersebut," kata Doddy di Gedung Kemenperin, Jakarta, Rabu.

Doddy menjelaskan Korea Selatan menempati ranking tujuh dalam realisasi investasi asing di Indonesia pada tahun 2019 dengan total investasi mencapai 1,070 juta dolar AS.

Pemerintah bertekad semakin serius untuk membina dan membangun industri baja nasional, baik itu yang berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkata, salah satu pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan saat ini adalah menekan impor dan fokus terhadap peningkatan utilisasi industri-industri baja nasional.

"Ini dilakukan agar bisa menyuplai kebutuhan bahan baku bagi sektor hilir di dalam negeri,” katanya di Jakarta, Rabu (12/2).

Sebagaimana keterangan resmi yang diterima Kontan, Rabu (12/2) hal tersebut dilalukan Kemenperin guna menghasilkan produk berkualitas secara lebih efisien, sehingga akan mampu kompetitif dari sisi harga dengan produk luar negeri.

Kementerian Perindustrian membidik pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 8,3 persen pada tahun 2024 dan kontribusi sektor manufaktur bagi perekonomian juga diarahkan naik ke level 18,9 persen.

Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Kemenperin) mengatakan Kemenperin akan fokus pada peningkatan investasi dan ekspor dan mendorong agar para investor yang telah menyatakan komitmen investasi untuk merealisasikan penanaman modalnya di Indonesia.

"Kami akan meyakinkan para calon investor sektor industri agar mau masuk ke Indonesia, terutama untuk menghasilkan produk substitusi impor,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (15/2/2020).

Secara khusus beberapa perusahaan yang telah menyatakan komitmen berinvestasi dalam skala besar ialah Hyundai, Toyota dan Amazon. Hyundai akan membangun pabrik kendaraan, sementara Toyota akan meningkatkan investasi untuk memasuki era kendaraan ramah lingkungan.

“Kami sangat optimistis dengan beberapa komitmen industri skala besar, seperti Hyundai, Toyota, dan Amazon,” kata Agus.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan bahwa pengembangan potensi industri kelautan belum berjalan optimal sehingga perlu digenjot dengan berbagi upaya secara bersama-sama baik pemerintah maupun swasta, mengingat Indonesia merupakan negara yang dikelilingi perairan.

"Kita ketahui bersama, kita itu negara maritim, kepulauan, lautnya sangat luas, tapi hilirisasi dari industri berkaitan dengan kelautan itu masih sangat minim. Harus ditingkatkan, termasuk hilirisasi dari industri rumput laut maupun perikanan," sebut Agus Gumiwang Kartasasmita di Balai Diklat Industri Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.

Menurut dia, pengembangan potensi sumber daya kelautan masih jauh di bawah normal, sehingga perlu upaya yang lebih keras lagi agar kekuatan industri di bidang kelautan bisa ditingkatkan sehingga bisa menjadi salah satu penopang ekonomi bangsa.

Kementerian Perindustrian menyebut industri elektronik di dalam negeri terus didorong untuk secara agresif menembus dan memperluas pasar ekspor ke beberapa negara tujuan, di antaranya ke Amerika Serikat, sebagai upaya merebut peluang dari dampak perang dagang dengan China.

“Pemerintah bertekad untuk lebih menggenjot nilai ekspor nasional, terutama dari sektor industri, yang selama ini telah memberikan kontribusi paling besar,” kata Direktur Industri Elektronika dan Telematika, Kementerian Perindustrian R Janu Suryanto lewat keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurut Janu, peningkatan nilai pengapalan produk manufaktur dinilai cepat untuk memperbaiki defisit neraca perdagangan sekaligus dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Langkah ini sejalan dengan program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Salah satu aspirasi dari peta jalan tersebut adalah mendorong peningkatan net ekspor terhadap PDB,” ungkapnya.

Kementerian Perindustrian menyebutkan industri perkapalan atau galangan kapal di dalam negeri memiliki nilai strategis bagi pertumbuhan roda perekonomian nasional.

Pemerintah telah menempatkan sektor maritim sebagai salah satu sektor yang mendapatkan prioritas dalam pembangunan nasional, yang diprediksi akan membawa dampak positif terhadap upaya peningkatan daya saing pada industri perkapalan atau galangan kapal di dalam negeri.

“Industri perkapalan atau galangan kapal merupakan sektor yang strategis dan mempunyai peran vital bagi roda perekonomian nasional,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian Eko SA Cahyanto lewat keterangannya diterima di Jakarta, Jumat.

Eko menyampaikan hal itu saat mewakili Menteri Perindustrian pada peresmian kapal feri ro-ro kargo berkapasitas 1.395 GT KMP New Rose yang dibangun galangan kapal PT Afta Tehnik Mandiri di Makassar, Sulawesi Selatan.