Pemerintah sedang menyiapkan insentif atau stimulus tambahan bagi sektor industri yang terdampak pandemi COVID-19 guna membangkitkan kembali gairah pelaku usaha sehingga dapat mendorong roda perekonomian nasional tetap berjalan, namun dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Pemerintah saat ini intensif membahas berbagai insentif atau stimulus tambahan yang dibutuhkan sektor industri supaya bisa bergeliat lagi,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Menperin menyebutkan, insentif tambahan itu di antaranya keringanan pembayaran atau subsidi listrik bagi industri yang terdampak pandemi COVID-19. Terkait hal itu, Menperin telah mengirimkan surat edaran kepada PLN.

Usulan tersebut berupa penghapusan biaya minimum untuk pemakaian 40 jam konsumsi listrik, termasuk bagi pelanggan industri premium yang menggunakan 233 jam konsumsi listrik. Kebijakan ini diusulkan untuk periode berlangganan 1 April-31 Desember 2020.

Kementerian Perindustrian menyatakan implementasi harga gas industri menjadi US$6 per Million Metric British Thermal Unit (MMBTU) dapat meningkatkan produktivitas serta daya saing industri manufaktur nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan sudah sewajarnya industri manufaktur mendapat perhatian khusus karena menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Kebijakan ini pun diharapkan mampu mendorong industri manufaktur domestik menjadi lebih ekspansif dan meningkatkan kontribusi kepada ekonomi nasional.

Regulasi ini disebut sudah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas (ratas) kabinet pada 6 Januari 2020 serta mengacu ke Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penerapan Harga Gas Bumi.

"Kami berharap kebijakan harga gas US$6 per MMBTU ini dapat mengurangi beban industri manufaktur, khususnya di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19," paparnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Minggu (7/6/2020).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berkomitmen bahwa pemerintah bertekad untuk proaktif mendukung kegiatan industri manufaktur, tidak hanya bagi skala besar saja, tetapi juga termasuk sektor industri kecil menengah (IKM).

Selama ini industri manufaktur memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sehingga dinilai berperan penting untuk memulihkan kembali geliat perekonomian nasional.

“Karena dampak pandemi saat ini, permintaan menjadi rendah. Artinya, kue market di domestik sangat terbatas. Jadi, sudah sewajarnya kita berikan kepada industri dalam negeri untuk menikmatinya,” kata Menperin lewat keterangannya diterima di Jakarta, Rabu.

Namun demikian, sektor industri membutuhkan kepercayaan tinggi dari masyarakat agar dapat terus berproduksi.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim menyebutkan berdasarkan koordinasi dengan pelaku usaha, industri makanan dan minuman menyatakan kesiapannya beroperasi pada situasi normal baru di tengah pandemi COVID-19.

"Kami sedang mengkaji berbagai usulan dari pelaku industri makanan dan minuman yang akan dimasukkan dalam kebijakan untuk pemulihan produktivitas dan pertumbuhan sektor ini jelang hadapi fase new normal," kata Rochim lewat keterangannya diterima di Jakarta, Rabu.

Kementerian Perindustrian aktif berkoordinasi dengan para pelaku usaha dan asosiasi industri untuk merumuskan kebijakan-kebijakan strategis, seperti dalam rangka kesiapan menghadapi tatanan kenormalan baru.

Contohnya adalah upaya sinergi memacu pertumbuhan industri makanan dan minuman di tengah tekanan dampak pandemi COVID-19.

Kementerian Perindustrian aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah memantau aktivitas sektor industri guna menjaga roda ekonomi tetap berjalan, serta memastikan perusahaan patuh terhadap protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

"Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan COVID-19, termasuk yang berada di lingkungan perusahaan industri atau kawasan industri,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasiona (KPAII) Kemenperin Dody Widodo lewat keterangannya di Jakarta, Senin.

Dody menegaskan sektor industri manufaktur siap memasuki era normal baru untuk kembali memulihkan perekonomian nasional. Apalagi, industri manufaktur merupakan sektor yang menjadi salah satu penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi.

Kemenperin mencatat sektor industri masih menjadi penyumbang paling besar terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional hingga 19,98 persen pada triwulan I tahun 2020.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan investasi sektor industri di Tanah Air, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) guna memacu roda perekonomian nasional di tengah pandemi COVID-19.

“Oleh karena itu, pemerintah bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif dan kami senantiasa mengawal masuknya investasi di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita lewat keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Menperin menegaskan pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait berupaya memastikan proses penanaman modal oleh para calon investor berjalan tanpa hambatan.

“Di tengah kondisi sulit seperti saat ini, karena adanya wabah Corona, kami juga sudah mengusulkan berbagai stimulus agar industri kita bisa meningkatkan produktivitas. Sebab aktivitas manufaktur selama ini memberikan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional, seperti investasi dan ekspor,” kata Menperin.