Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengembangan sektor industri dan program kepemudaan dan keolahragaan melalui kepariwisataan dan ekonomi kreatif.

Menperin menyampaikan bahwa MoU menjadi momentum untuk membangkitkan industri alat olahraga dalam negeri untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

“Pengembangan industri manufaktur yang memproduksi alat olahraga tak luput dari perhatian kami. Mudah-mudahan hari ini bisa menjadi kebangkitan dari industri alat olahraga nasional,” kata Menperin usai menandatangani nota kesepahaman tersebut di Jakarta, Jumat.

Utilisasi pabrikan baja mulai membaik per Agustus 2020. Namun, pertumbuhan utilisasi industri baja dinilai tidak akan bertahan hingga akhir tahun.

Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) mendata utilisasi pabrikan per Agustus telah membaik ke kisaran 40-70 persen. Adapun, pandemi Covid-19 memukul utilisasi pabrikan ke level 20-50 persen sekitar April-Juli 2020.

"Pertumbuhan permintaan otomatis [mengikuti pertumbuhan utilisasi pabrikan]. Bahkan, untuk produk flat permintaan sudah 100 persen normal," kata Ketua Umum IISIA Silmy Karim kepada Bisnis, Rabu (2/9/2020).

Dengan kata lain, permintaan baja per Agustus naik hingga 40 persen per Agustus 2020. Silmy menduga peningkatan permintaan tersebut disebabkan oleh ramalan bahwa harga baja di seluruh dunia, termasuk Indonesia, akan melonjak pada kuartal IV/2020.

Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) menyatakan kegiatan aktivitas di pabrikan mulai membaik per Agustus 2020. Industriawan berharap utilisasi pabrikan mulai kembali normal awal 2021.

Sekretaris Jenderal Gabel Daniel Suhardiman mengatakan saat ini rata-rata utilisasi industri elektronika sudah menembus level 50 persen. Dengan kata lain, tingkat operasi pabrikan saat ini sudah memungkinkan industriawan untuk menutup biaya produksi.

"Sudah mulai membaik kalau dibandingkan dengan awal-awal pandemi, tapi memang belum seperti yang kami harapkan apabila tidak ada pandemi," ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (5/9/2020).

Seperti diketahui, pabrikan elektronika pada April 2020 sudah turun 20-30 persen dibandingkan April 2019. Daniel sebelumnya memprediksi penurunan tersebut akan berlanjut di kuartal III/2020 dengan penurunan utilitas sekitar 50-60 persen.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan peningkatan kinerja manufaktur pada Agustus bisa menjadi sinyal pemulihan ekonomi di semester II-2020.

"Dengan kontribusi per kuartal II 2020 sebesar 20 persen terhadap PDB dan serapan tenaga kerja per Februari 2020 sebanyak 18,5 juta orang, sektor manufaktur memiliki peranan yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia," kata Febrio dalam pernyataan di Jakarta, Selasa.

Febrio menanggapi secara positif kondisi manufaktur Indonesia yang membaik dan kembali ke level positif untuk pertama kalinya sejak Februari 2020, atau sejak terjadinya pandemi COVID-19.

Perbaikan itu ditunjukkan oleh indikator Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang pada Agustus berada di level 50,8 atau naik dibanding posisi di bulan Juli yakni 46,9.

Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (Indonesian Iron and Steel Industry Association/IISIA) mengapresiasi program substitusi impor melalui penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian, yang diyakini akan mendongkrak daya saing industri logam nasional serta melindungi pasar domestik dari serbuan produk impor.

“Kami berkomitmen untuk aktif berkontribusi dan bersinergi dengan Kemenperin dalam rangka menyukseskan program substitusi impor di sektor industri besi dan baja,” kata Ketua Umum IISIA Silmy Karim lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Rabu.

Menurut Silmy, salah satu wujud implementasinya, IISIA dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menandatangani kerja sama mengenai pemanfaatan data SNI Produk Baja pada aplikasi BSN untuk dapat digunakan dalam website IISIA dan terkait pengembangan SNI produk baja.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan beberapa indikator perekonomian, seperti indeks manufaktur dalam Purchasing Manager Index (PMI), konsumsi masyarakat, dan ekspor sudah mulai merangkak naik, namun tetap perlu kerja keras untuk menghindari zona resesi di kuartal III 2020.

Presiden Jokowi mencontohkan PMI Manufaktur Indonesia sudah kembali ke atas 50 poin di Agustus 2020, atau sudah ke level normal.

“Misalnya kerja Purchasing Manager Index sudah kembali masuk ke angka 50-an. Ini sudah berarti pada posisi normal. kemudian juga pajak juga mulai angkanya naik, meskipun belum pada posisi normal,” kata Presiden dalam pengarahan kepada para gubernur dari Istana Kepresidenan Bogor, Selasa.

Namun, Presiden Jokowi tetap mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan masyarakat. Dia meminta agar para gubernur mengendalikan porsi gas dan rem untuk menyeimbangkan kebijakan penanganan kesehatan masyarakat dan pemulihan ekonomi.