Pelaku industri furnitur memproyeksi kinerja ekspor akan membaik mulai kuartal IV/2020, dengan asumsi negara tujuan sudah berkegiatan normal dan vaksin Covid-19 sudah dikonsumsi secara umum.
 
Wakil Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur mengatakan jika proyeksi di atas sesuai maka permintaan akan mulai datang pada bulan depan atau September. Selanjutnya ada proses produksi, shipmen, dan clearence sekitar 3-4 bulan.
 
"Dengan pertimbangan itu maka kinerja produksi dan ekspor di kuartal IV/2020 akan mulai membaik," katanya kepada Bisnis, Minggu (30/8/2020).
 
Sobur mengemukakan sejumlah negara yang diperkirakan akan mulai melakukan order yakni Amerika Serikat dan zona Eropa. Selanjutnya menyusul negara di kawasan Asia, Australia, dan Timur Tengah.

Industriwan menilai perubahan ketentuan uang muka (down payment/DP) kendaraan bermotor akan memicu aktivitas di pabrikan. Namun demikian, ketentuan tersebut baru akan benar-benar berdampak pada 2021.

Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) telah melonggarkan ketentuan batas minimum uang muka pembelian kredit/pembiayaan kendaraan bermotor (KKB/PKB) berwawasan lingkungan menjadi 0 persen mulai 1 Oktober 2020 bagi perbankan yang memiliki rasio nonperforming loan (NPL) di bawah 5 persen.

Seperti diketahui, sebelumnya uang muka kendaraan berwawasan lingkungan alias kendaraan listrik berbasis baterai jenis roda dua yang semula 10 persen, kendaraan roda tiga atau lebih nonproduktif 10 persen, dan kendaraan roda tiga atau lebih yang produktif dari 5 persen, kini semuanya bisa turun menjadi 0 persen.

Kementerian Perindustrian mendorong pengembangan teknologi baterai dalam negeri untuk mendukung pembangunan industri kendaraan listrik nasional dengan mengusung konsep ekonomi sirkular atau circular economy.

“Baterai merupakan komponen kunci untuk kendaraan listrik dan berkontribusi sekitar 25-40 persen dari harga kendaraan listrik,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahadi lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis.

Pernyataan Doddy itu disampaikan pada acara webinar Teknologi Bahan dan Barang Teknik (TBBT) 2020 yang digelar oleh Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Kemenperin.

Doddy memaparkan kendaraan listrik menggunakan baterai lithium ion dengan bahan aktif katoda diantaranya melibatkan unsur lithium, nikel, kobalt, mangan dan alumunium. Katoda sendiri, memberikan kontribusi paling tinggi terhadap harga sel baterai lithium yakni sekitar 34 persen.

Kementerian Perindustrian fokus menjalankan strategi pencapaian target substitusi impor hingga 35 persen pada tahun 2022 sebagai langkah pemulihan ekonomi nasional yang diwujudkan antara lain melalui peningkatan investasi baru, implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, serta optimalisasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

"Kondisi pandemi COVID-19 membuat kita menyadari perlunya pendalaman struktur industri. Sehingga perlu upaya tepat untuk mengatasi ketergantungan impor," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di sela kegiatan Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Bidang Perekonomian di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat.

Untuk mencapai target tersebut, Kemenperin akan berkolaborasi dengan para stakeholder atau kementerian dan lembaga terkait untuk menyusun kebijakan dan peraturan ekspor impor dapat dikelola dengan baik guna membangun ekosistem industri yang kondusif sehingga meningkatkan kemandirian sektor manufaktur dalam negeri.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) semakin gencar mendorong sektor manufaktur di Tanah Air untuk segera bertransformasi ke industri 4.0, karena diyakini memberi manfaat besar bagi perusahaan, terutama dalam kemampuan beradaptasi dengan kebiasaan baru sebagai dampak pandemi COVID-19.

"Langkah ini merupakan bagian dari implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, yang tentunya akan membawa keuntungan kepada sektor industri seperti peningkatan kinerja mesin dan peralatan, kecepatan operasi produksi dan kualitas produk, serta bisa compatible dengan protokol kesehatan," kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam pada pembukaan Bimbingan Teknis dan Asesmen INDI 4.0 Sektor IKFT yang dilaksanakan secara virtual, Selasa.

Ia menyebutkan kegiatan asesmen Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) bertujuan untuk mengukur kesiapan perusahaan dalam bertransformasi ke arah industri 4.0, khususnya sektor IKFT.

Secara gamblang, strategi mayoritas negara produsen saat ini adalah nasionalis atau mengedepankan produk lokal daripada impor.

Industriwan tekstil dan produk tekstil (TPT) menilai momentum tersebut sejajar dengan langkah yang harus diambil pemerintah dalam menyelamatkan status produsen TPT sebelum 2020 berakhir.

Saat ini, utilisasi pabrikan TPT sudah mulai membaik di atas level 60 persen. Namun demikian, disharmonisasi bea masuk produk TPT membuat perbaikan utilisasi tersebut terancam.

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memberikan disharmonisasi bea masuk pada industri karpet yang utilisasinya masih tertekan oleh produk impor.

API mendata bea masuk produk karpet dan sajadah adalah 0 persen, sedangkan bahan baku produk tersebut seperti polypropilene resin dan benang polypropilene masing-masing 10 persen dan 5 persen. Dengan demikian, Badan Pusat Statistik mencatat impor karpet dan penutup lantai tekstil lainnya selama 2017-2019 naik 25,2 persen.