Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis berbagai kebijakan yang digulirkan pemerintah akan membuat ekonomi rebound atau melambung secara bertahap mulai kuartal ketiga tahun ini.

"Meskipun sektor industri masih mengalami pertumbuhan rendah di awal tahun, kami meyakini kebijakan yang dikeluarkan akan membuat ekonomi kami kembali rebound secara bertahap pada kuartal ketiga tahun ini," kata Menperin dalam konferensi pers berbahasa Inggris, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis.

Agus mengatakan bahwa sektor Industri menjadi kontributor terbesar bagi produk domestik bruto nasional hingga mencapai 90 persen.

Dia meyakinkan bahwa Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan beragam kebijakan progresif bagi sektor industri selama masa pandemi.

Kebijakan paling penting adalah mempersilakan pabrik dan fasilitas manufaktur tetap beroperasi secara aman selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dengan demikian, kata Menperin, baik perusahaan industri domestik maupun asing dapat beroperasi.

Kementerian Perindustrian memproyeksi utilitas sektor manufaktur secara umum turun 20-35 persen akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Hanya saja, pemerintah memperkirakan ada tiga faktor pendorong pada semester II/2020 yang membuat sektor manufaktur tumbuh.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengakui industri manufaktur sangat terdampak dengan situasi covid-19.

Adapun tiga faktor yang memengaruhi kinerja manufaktur pada paruh kedua 2020 yakni kembali bergeraknya arus barang dan manusia, bergeraknya industri yang tergabung dalam rantai pasok global dan implementasi program peningkatan penggunaan dalam negeri (P3DN).  

Agus menilai industri-industri penting nasional dapat menggeliat dengan kembali bergeraknya barang dan manusia.

Dia berpendapat salah satu industri yang akan menuai pertumbuhan paling cepat dengan pelonggaran pembatasan pergerakan barang dan manusia adalah industri makanan dan minuman (mamin).

Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) mengusulkan agar pemangku kepentingan berusaha menciptakan permintaan yang dapat menggantikan permintaan pada bulan Ramadan.

Seperti diketahui, tingginya lonjakan permintaan pada Ramadan membuat industri yang masuk dalam fast moving consumer goods (FMCG) menjadikan Ramadan sebagai kuartal terpisah.

Oleh karena itu, Gapmmi menyarankan agar pemerintah menerapkan strategi peningkatan yang sama usai krisis finansial pada 1998.

"Kami usulkan ke pemerintah untuk serentak, bersama pemerintah daerah, mengadakan pasar rakyat setiap minggu di semua daerah. Hal ini pernah dilakukan saat selesai krisis '98. Ternyata saat itu cukup membantu pemulihan ekonomi," ujar Ketua Umum Gapmmi Adhi S. Lukman kepada Bisnis, Senin (22/6/2020).

Industri logam dasar dan industri makanan masih mampu memberikan kontribusi signifikan bagi devisa melalui capaian nilai ekspornya, meskipun di tengah dampak pandemi Covid-19.

Secara kumulatif, sepanjang Januari-Mei 2020, sektor manufaktur tetap menjadi kontributor paling besar terhadap kinerja ekspor nasional.

"Catatan positif dari sektor industri logam menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi bisa berjalan baik, dengan mampu meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri serta dapat memenuhi kebutuhan pasar internasional," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya, Jumat (19/6).

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode lima bulan pertama tahun ini, nilai pengapalan industri pengolahan nonmigas melampaui US$ 51 miliar atau menyumbang hingga 79,25 persen pada total nilai ekspor nasional yang mencapai US$ 64,4 miliar.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggenjot kinerja industri furnitur karena merupakan industri yang berorientasi ekspor dan padat karya.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat meninjau langsung proses produksi dan penerapan protokol kesehatan di pabrik furnitur PT Saniharto Enggalhardjo, Demak, Jawa Tengah.

“Kami melihat Saniharto telah menjadi kebanggaan bagi bangsa, dengan mampu menghasilkan produk-produk yang klasifikasinya high-end,” kata Menperin lewat keterangannya diterima di Jakarta, Senin.

Hal tersebut juga membuktikan bahwa kompetensi SDM industri di Indonesia berkualitas. Misalnya, yang ditunjukkan oleh para karyawan PT Saniharto Enggalhardjo dalam membuat alat musik grand piano dengan spesifikasi yang terbaik di dunia.

“Saniharto ini adalah industri dalam negeri yang telah mendapat kepercayaan luar biasa dari klien internasional, bukan hanya level biasa saja, tapi dari kalangan ekonomi up scale. Dengan menghasilkan produk berkualitas tinggi ini, artinya anak bangsa mampu memenuhi kebutuhan dan selera pasar global,” papar Menperin.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk terus mendorong sektor industri pengolahan karet agar semakin produktif dan berdaya saing serta mampu melakukan diversifikasi produk guna memacu program hilirisasi dan memperdalam struktur sektor manufaktur di dalam negeri.

“Indonesia menempati peringkat kedua sebagai produsen karet alam terbesar di dunia. Ini merupakan sebuah potensi bagi kita untuk meningkatkan produktivitas sektor industri pengolahan karet nasional,” jelas Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita lewat keterangannya di Jakarta, Minggu.

Sektor industri pengolahan karet nasional berkontribusi cukup besar terhadap perolehan devisa, hingga menembus sebesar 3,422 miliar dolar AS pada 2019. Saat ini, terdapat 163 industri karet alam dengan serapan tenaga kerja langsung sebanyak 60.000 orang.

Sementara itu, produksi karet alam pada 2019 mencapai 3,3 juta ton, yang meliputi SIR (crumb rubber), lateks pekat, dan RSS (ribbed smoked sheet).