Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut bahwa Indonesia mencatat capaian penting di sektor manufaktur global. Hal ini terlihat dari capaian Manufacturing Value Added (MVA) yang dirilis Bank Dunia dengan nilai MVA Indonesia tembus US$ 265,07 miliar atau Rp 4.400 triliun (kurs Rp 16.600).
Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-13 dunia, melampaui rata-rata MVA global yang hanya US$ 78,73 miliar. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, MVA merupakan salah satu cara mengukur kinerja manufaktur sebuah negara.
"MVA yang dicatat oleh Indonesia itu pada tahun 2024 tercatat US$ 265 miliar, jauh di atas rata-rata MVA yang dicatat oleh dunia yang hanya US$ 78,73 miliar. Dan angka ini memposisikan Indonesia pada tingkat atau peringkat ke-13 global," sebut Agus dalam agenda Business Matching 2025 di Kemenperin, Jakarta Selatan, Senin (15/12/2025).
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memacu penyelesaian nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) mengenai kerja sama industri antara Indonesia dan Rusia. Langkah ini dilakukan melalui Indonesia–Russia Business Forum dan Business Matching yang berlangsung di Moscow, Rusia.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan kunjungan kerja ke Rusia pada Senin (8/12/2025) untuk menghadiri agenda tersebut. Menperin juga menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Industri dan Perdagangan Federasi Rusia, Anton Alikhanov.
Agus menyampaikan kerja sama industri antara Indonesia dan Rusia memasuki babak baru yang lebih konkret dan terarah. "Berbagai topik bilateral telah kami bicarakan seperti penguatan kerja sama pada industri manufaktur, halal, teknologi nirawak, dan lainnya. Penandatanganan serta finalisasi MoU ini menjadi landasan penting untuk memperluas kolaborasi teknologi, riset, dan penguatan daya saing industri nasional,” kata Agus dalam rilis yang disiarkan pada Selasa (9/12/2025).
Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) menyebut kinerja produksi industri galangan kapal tahun ini tumbuh hingga 15% dibandingkan tahun lalu. Hal ini dipicu penguatan pasar domestik.
Ketua Umum Iperindo Anita Puji Utami mengatakan, sejumlah pengusaha pelayaran hingga angkutan penyeberangan nasional telah memiliki kesadaran untuk memanfaatkan kapal hasil produksi domestik.
"Tahun depan kami berharap ini dengan tadi, pasar pembuatan kapal ikan maupun yang lainnya, bisa meningkat lagi di 10% minimal sehingga kita bisa ikut support pertumbuhan ekonomi nasional," kata Anita saat ditemui di Seminar Nasional Industri Perkapalan, Kamis (11/12/2025).
Tak hanya dari segi produksi, industri galangan kapal juga terus mengalami pertumbuhan 30% dalam 3 tahun terakhir. Saat ini, anggota Iperindo tercatat mencapai 265 perusahaan di sektor maritim. Anita menargetkan jumlah industri galangan akan tumbuh 20% tahun depan.
Sembilan perusahaan tekstil asal China dikabarkan berminat untuk membangun pabrik di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza saat ditemui di Indonesia Sport Summit 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (7/12/2025).
Meski begitu, Faisol belum menjelaskan secara lengkap terkait di mana lokasi pabrik tersebut akan dibangun.
"Perusahaan-perusahaan terutama dari Cina melirik Indonesia sebagai tempat baru memproduksi. Tercatat terakhir 9 perusahaan yang sangat besar. Nantilah, beberapa sudah jalan," katanya.
Faisol mengatakan ketertarikan perusahaan China membangun pabrik di Indonesia terjadi karena banyaknya hambatan bagi perusahaan tersebut untuk melakukan ekspor langsung dari China.
Pertumbuhan sektor manufaktur Indonesia sebesar 5,58 persen (yoy) pada kuartal III-2025 menunjukkan momentum yang kuat. Namun peningkatan produktivitas perlu diimbangi dengan standar keselamatan dan ketahanan operasional yang lebih tinggi.
Hal ini membuat Synergy Solusi Group (SSG), mitra solusi di bidang Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, Lingkungan, Energi, dan Keberlanjutan (Health, Safety, Security, Environment & Energy/Sustainability-HSSEE), memperluas perannya di Manufacturing Indonesia 2025 yang berlangsung pada 3–6 Desember di JIExpo Kemayoran.
Tahun ini, SSG hadir sebagai strategic partner Pamerindo Indonesia untuk menghadirkan ekosistem One Stop HSSEE Solutions bagi lebih dari 39 ribu pengunjung industri yang diperkirakan hadir.
Sektor manufaktur dan pertanian kembali berada di posisi strategis sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional setelah mencatat kinerja di atas rata-rata sepanjang 2025. Bank Mandiri menilai keduanya berpotensi mempertahankan ekspansi dalam jangka pendek hingga tiga tahun ke depan melalui hilirisasi dan peningkatan produktivitas.
Head of Industry and Regional Research Bank Mandiri, Dendi Ramdani, menyampaikan bahwa pemulihan manufaktur menjadi sinyal kuat kembalinya sektor tersebut sebagai engine of growth. Pada kuartal II dan III 2025, manufaktur tumbuh masing-masing 5,68% dan 5,64%, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional dan mengulang momentum terakhir satu dekade lalu pada kuartal III 2014.
“Ini kesempatan penting untuk mempertahankan pertumbuhan sektor manufaktur di atas 5% secara berkelanjutan,” ujar Dendi dalam paparan risetnya, dikutip Jumat (5/12/2025).
Page 3 of 148




