Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan bahwa pengembangan potensi industri kelautan belum berjalan optimal sehingga perlu digenjot dengan berbagi upaya secara bersama-sama baik pemerintah maupun swasta, mengingat Indonesia merupakan negara yang dikelilingi perairan.

"Kita ketahui bersama, kita itu negara maritim, kepulauan, lautnya sangat luas, tapi hilirisasi dari industri berkaitan dengan kelautan itu masih sangat minim. Harus ditingkatkan, termasuk hilirisasi dari industri rumput laut maupun perikanan," sebut Agus Gumiwang Kartasasmita di Balai Diklat Industri Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.

Menurut dia, pengembangan potensi sumber daya kelautan masih jauh di bawah normal, sehingga perlu upaya yang lebih keras lagi agar kekuatan industri di bidang kelautan bisa ditingkatkan sehingga bisa menjadi salah satu penopang ekonomi bangsa.

Kementerian Perindustrian mengatakan industri tekstil dan pakaian jadi menunjukkan kinerja yang gemilang sepanjang tahun 2019 dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 15,35%. Capaian tersebut menunjukkan perkembangan yang terus membaik di tengah tekanan kondisi ekonomi global. Pertumbuhan signifikan di sektor industri tekstil dan pakaian jadi ditopang oleh meningkatnya produksi pakaian jadi di sentra-sentra industri.

Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri tekstil dan pakaian sebagai satu dari lima sektor manufaktur yang menjadi prioritas dalam pengembangannya. "Terutama dalam kesiapan memasuki era industri 4.0, karena dengan pemanfaatan teknologi industri 4.0, akan mendorong peningkatan produktivitas sektor industri secara lebih efisien," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran pers, Kamis (7/2).

Kementerian Perindustrian menyebutkan industri perkapalan atau galangan kapal di dalam negeri memiliki nilai strategis bagi pertumbuhan roda perekonomian nasional.

Pemerintah telah menempatkan sektor maritim sebagai salah satu sektor yang mendapatkan prioritas dalam pembangunan nasional, yang diprediksi akan membawa dampak positif terhadap upaya peningkatan daya saing pada industri perkapalan atau galangan kapal di dalam negeri.

“Industri perkapalan atau galangan kapal merupakan sektor yang strategis dan mempunyai peran vital bagi roda perekonomian nasional,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian Eko SA Cahyanto lewat keterangannya diterima di Jakarta, Jumat.

Eko menyampaikan hal itu saat mewakili Menteri Perindustrian pada peresmian kapal feri ro-ro kargo berkapasitas 1.395 GT KMP New Rose yang dibangun galangan kapal PT Afta Tehnik Mandiri di Makassar, Sulawesi Selatan.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis dengan target pertumbuhan ekonomi serta kinerja industri manufaktur Tanah Air yang akan terus membaik, bahkan mampu mencapai target pertumbuhan hingga 5,3 persen.

Terlebih bila didukung dengan penetapan harga gas untuk industri yang diharapkan maksimal sebesar 6 dolar AS per Million Metric British Thermal Unit (MMBTU).

“Sebelumnya, kami menyampaikan tujuh isu di sektor industri yang harus ditindaklanjuti, apabila isu harga gas untuk industri bisa diselesaikan, pemerintah optimistis dengan target pertumbuhan sektor industri,” kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita lewat keterangannya di Jakarta, Kamis.

Menperin mengungkapkan,selain itu kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) sektor industri pengolahan nonmigas terhadap terhadap total PDB 2019 mencapai 17,58 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor industri masih terus konsisten memberikan kontribusi terbesar pada perekonomian nasional.

Gabungan Pengusaha Farmasi memproyeksi pertumbuhan industri farmasi tahun ini akan berkisar di antara 6-7 persen. Adapun, impor bahan baku tahun ini juga akan mulai turun meski akan lebih signifikan pada tahun depan.

Direktur Eksekutfi Gabungan Pengusaha Farmasi (GP Farmasi) Dorojatun Sanusi mengatakan jika berbicara angka terkadang tergantung sumber yang beragam. Pasalnya, tahun lalu perusahaan farmasi juga ada yang mencatatkan pertumbuhan dua digit.

"Jadi kami proyeksikan 6-7 persen walau sebenarnya diharapkan lebih lagi, tetapi kembali ke persoalan cashflow perusahaan farmasi yang selalu tersendat akibat pembayaran BPJS setelah enam bulan," katanya, Kamis (6/2/2020).

Dorojatun mengemukakan investasi di industri farmasi saat ini juga masih terus berjalan.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita berharap Indeks manajer pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) nasional meningkat pada Februari dan kembali di atas level 50,0 pada medio kuartal I/2020.

Padahal, PMI Indonesia tercatat hanya dua kali berada di atas level 50,0 saat awal tahun yakni pada 2014 di level 51,0 dan pada 2017 di level 50,4.

Agus mengatakan tertekannya PMI Indonesia disebabkan menurunnya order baru, ekspor baru, dan output industri yang landai. Di sisi lain, penurunan kinerja menjadi signifikan mengingat rendahnya PMI Indonesia sejak enam bulan belakangan atau belum terjadi lagi sejak 2015.

"Kondisi penurunan di bulan Januari terjadi karena industri pada umumnya menurunkan pembelian [bahan baku] dan produksi pada akhir tahun pada Desember dan baru memulai lagi meningkatkan produksi di akhir Januari 2020," katanya kepada Bisnis.com, Senin (3/2/2020).