Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan agar Jawa Tengah menjadi salah satu pusat industri. Targetnya selama lima tahun ke depan, konversi nilai investasi yang datang ke Jawa Tengah sebesar Rp 774 triliun atau target pertumbuhan ekonomi 7% melalui relokasi industri asing ke Provinsi tersebut.

Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin Ignatius Warsito mengatakan berbagai lokasi yang kini dipertimbangkan. Sektor industri yang digarap juga masih dipertimbangkan. “Tak hanya relokasi tekstil, ada juga furniture dan baja, perikanan juga masuk dari negara asing,” katanya kepada Kontan.co.id pada Rabu (18/9).

Ada beberapa daerah yang kini dipertimbangkan seperti Kendal, Brebes, dan Magelang. Selain itu, ada pula usulan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar setiap Kabupaten bisa meningkat termasuk wilayah Tengah dan Selatan dari Provinsi Jawa Tengah.

Konsultan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan World Economy Forum (WEF) Shirley Santoso menilai lima sektor industri dalam peta jalan industri Making Indonesia 4.0 memiliki daya ungkit tinggi  terhadap perekonomian Indonesia.

"Saat menyusun Making Indonesia 4.0, kami membandingkan semua sektor industri di Indonesia dan melihat terdapat lima sektor industri yang daya ungkitnya tinggi terhadap perekonomian Indonesia, apakah itu dari sisi potensi ekspor, menciptakan multiplier effect, dan kemudahan untuk melakukan implementasi," ujar Shirley Santoso dalam wawancara dengan ANTARA di Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan bahwa fokus terhadap lima sektor industri yang terdiri atas makanan dan minuman; tekstil; kimia; elektronik; dan otomotif, sangat penting bagi Indonesia pada waktu mendatang. Selain itu, fokus terhadap lima sektor ini juga ditetapkan mengingat sumber daya yang dimiliki Indonesia amat terbatas.

Ruang pertumbuhan industri pengolahan kakao, terutama di sektor hilir, masih terbuka sebab konsumsi cokelat dalam negeri yang masih minim.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan saat ini rata-rata konsumsi cokelat masyarakat Indonesia masih mencapai 0,5 kg per orang per tahun. Volume itu dinilai lebih rendah dengan sejumlah negara lain.

Padahal di Singapura dan Malaysia, katanya, konsumsi cokelat sudah mencapai 1 kg per orang per tahun. Bahkan, di Eropa konsumsinya lebih dari 8 kg per orang per tahun.

“Ruang pertumbuhannya masih luas,” ujarnya ketika membuka kegiatan Peringatan Hari Kakao Indonesia 2019 dengan tema Bangga Cokelat Indonesia, di Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Amerika Serikat (AS) akan memberlakukan tarif sebesar 15% terhadap produk mainan impor yang berasal dari Cina. Beberapa pihak menduga hal tersebut berpotensi mendorong peningkatan arus impor mainan dari Cina ke Indonesia. Hanya saja produsen industri mainan dalam negeri melihat hal ini sebagai peluang.

Ketua Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) Sutjiadi Lukas dalam perang dagang ini belum banyak produk mainan impor yang masuk ke Indonesia. Menurutnya justru calon investor industri mainan yang akhirnya jadi berpeluang masuk ke Indonesia. "Jadi bukan barangnya, tapi modalnya,” kata Sutjiadi, Selasa (10/9).

Sutjiadi menjelaskan bahwa pemberlakuan tarif tersebut mendorong sejumlah produsen mainan Cina untuk membangun fasilitas produksinya di Indonesia. Hingga saat ini sudah terdapat lima investor yang memiliki basis produksi di Cina berminat untuk membangun fasilitas produksi di Indonesia.

Sebanyak empat investor asal China berminat membangun pabrik lampu di Indonesia.

"Sudah ada empat investor yang mau masuk ke Indonesia," kata Ketua Umum Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) John Manopo, Senin (16/9/2019).

John menjelaskan selama ini sekitar 65% kebutuhan lampu di Indonesia berasal dari produsen asal China. Adanya kesepakatan dagang yang memberikan bea masuk 0% bagi produk lampu asal Negeri Tirai Bambu dan potensi pasar yang besar dinilai menjadi pemicunya.

Indonesia, katanya, dengan 70 juta pengguna aktif daya listrik yang dipasok oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menjadi pasar potensial bagi produsen lampu. Potensi itu ke depan kian signifikan sejalan dengan pesatnya pembangunan di Indonesia, terutama ke berbagai daerah di luar Jawa.

Pemerintah terus berupaya menarik investor ke sektor industri kimia.

Direktur Industri Kimia Hilir Kementerian Perindustrian Taufik Bawazier mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk mempromosikan PT Turban Petrochemichal Industries sebagai entitas yang menarik.

“Untuk memenuhi bahan baku industri kimia itu harus dilakukan secara lebih smart dan memancing [investasi] secara atraktif agar kita tidak ketinggalan dengan negara-negara lai seperti Vietnam,” ujarnya, Selasa (10/9/2019).