Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai berbagai program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan menjadi penopang utama permintaan domestik bagi industri manufaktur pada semester II-2026, di tengah tekanan biaya produksi dan pelemahan daya beli masyarakat.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, permintaan dalam negeri diperkirakan tetap terjaga berkat belanja pemerintah melalui sejumlah program prioritas yang membutuhkan pasokan produk manufaktur dalam jumlah besar.

"Kami memperkirakan daya beli masyarakat masih tetap terjaga. Belanja pemerintah melalui program-program yang cukup besar akan meningkatkan permintaan terhadap produk-produk manufaktur," kata Febri dalam konferensi pers penyampaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juni 2026 di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Menurut dia, sejumlah program yang diperkirakan menjadi pendorong permintaan industri antara lain Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, implementasi mandatori biodiesel B50, serta Program Kampung Nelayan.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjawab isu dua perusahaan industri komponen otomotif memindah fasilitas produksinya dari Indonesia ke Vietnam. Kemenperin menegaskan tidak ada rencana relokasi, maupun pemutusan hubungan kerja (PHK) di kedua perusahaan tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief setelah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memerintahkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Dirjen ILMATE) untuk menelusuri kebenaran isu tersebut pada Minggu (21/6).

"Pada hari Minggu sore tanggal 21 Juni 2026, Bapak Menteri Perindustrian telah memerintahkan Dirjen ILMATE untuk menelusuri kebenaran informasi relokasi perusahaan industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam. Mempertimbangkan kehati-hatian dan sensitivitas isu ini bagi industri dan investasi asing pada sektor industri otomotif Indonesia, maka pada hari ini kami menyampaikan temuan lapangannya pada publik," ujar Febri dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).

Industri komponen otomotif Indonesia dinilai semakin memperkuat posisinya sebagai bagian dari rantai pasok global supply chain. 

Hal itu tecermin dari semakin luasnya pasar ekspor komponen otomotif nasional yang telah menjangkau lebih dari 100 negara. 

Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) Rachmat Basuki mengatakan, industri komponen otomotif nasional saat ini telah memasuki fase ekspansi ke pasar internasional dan menjadi bagian dari rantai pasok global.

"(Industri komponen otomotif) fase lagi bisa ekspor ke mana-mana, jadi sebagai global supply chain," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).

Ia menuturkan, masuknya industri komponen Indonesia ke dalam rantai pasok global membuat pelaku industri harus mampu bersaing dengan produsen dari berbagai negara.

Menindaklanjuti pemberitaan yang berkembang terkait dugaan relokasi perusahaan industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam,  Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita pada hari Minggu tanggal 21 Juni 2026 telah memerintahkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Dirjen ILMATE) untuk menelusuri kebenaran informasi relokasi produksi PT. S dan PT.J serta PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) pada dua industri tersebut.

“Pada hari Minggu sore tanggal 21 Juni 2026, Bapak Menteri Perindustrian telah memerintahkan Dirjen ILMATE untuk menelusuri kebenaran informasi relokasi perusahaan industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam. Mempertimbangkan kehati-hatian dan sensifitas isu ini bagi industri dan investasi asing pada sektor industri otomotif Indonesia, maka pada hari ini kami menyampaikan temuan lapangannya pada publik,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief di Jakarta, Selasa (23/6).

Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meyakini industri otomotif dan komponen Indonesia masih memiliki daya tahan yang kuat di tengah berbagai tantangan global maupun domestik.

Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam menyampaikan besarnya pasar domestik, kinerja ekspor yang tetap terjaga, serta peluang penguatan orientasi ekspor dinilai menjadi modal penting bagi industri nasional untuk terus berkembang.

Dirinya dalam pernyataan yang sudah dikonfirmasi di Jakarta, Senin mengatakan, meski penjualan otomotif mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir yang turut memengaruhi industri komponen, kondisi sektor tersebut tetap menunjukkan daya tahan yang baik.

"Industri otomotif itu punya resilience yang bagus. Kita punya pasar ekspor, dan pasar domestik kita juga masih besar," ujar Bob.

Industri kreatif nasional memiliki peluang besar untuk terus tumbuh seiring meningkatnya jumlah konsumen dari kalangan generasi muda yang semakin dinamis dalam menentukan pilihan produk. Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Perindustrian melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) terus memperkuat kapasitas pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di sektor tersebut agar mampu memahami kebutuhan pasar serta menyusun strategi bisnis yang tepat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pelaku industri kreatif, khususnya sektor fesyen dan kriya, perlu memiliki pemahaman yang kuat mengenai perilaku konsumen agar dapat menghasilkan produk yang relevan dan berdaya saing tinggi.