Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menjadi salah satu bisnis air minum yang memiliki banyak pemain. Melihat kinerja di semester satu, diharapkan pertumbuhan bisnis AMDK bisa mencapai 10% atau lebih dari 30 miliar liter air.

"Pertumbuhannya membaik karena  faktor Pemilu yang kondusif, puasa, dan lebaran," kata Ketua Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) Rachmat Hidayat ketika dihubungi Kontan.co.id, Minggu (21/07). Rachmat juga bilang, kinerja AMDK sepanjang semester satu dipengaruhi oleh kondisi tahun sebelumnya yang menunjukkan tren positif.

Asosiasi optimis target tersebut akan tercapai karena masih akan ada faktor-faktor pendorong penjualan lainnya seperti momentum natal dan tahun baru. Walaupun Rachmat melihat momentum tersebut tidak akan mempengaruhi sesignifikan Pemilu dan Lebaran.

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dinilai dapat menjadi penopang neraca perdagangan nasional jika integrasi sektor hulu hingga hilir berjalan baik.

Industri TPT pun digadang menjadi harapan baru di tengah penurunan performa ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO)

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyatakan performa ekspor industri tekstil dan produk tekstil masih tertahan akibat ketersediaan bahan baku.

Pasalnya, harmonisasi antar sektor pada industri TPT menjadikan koordinasi antara industri hulu, tengah, dan hilir membuat industri kain lokal tidak berkembang.

Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) memproyeksikan pertumbuhan penjualan minuman ringan sepanjang tahun ini akan tumbuh sekitar 3%-4% atau berada di level yang tidak jauh beda dengan tahun lalu.

Ketua Asrim Triyono Prijosoesilo mengatakan data yang dikumpulkan asosiasi menunjukkan permintaan minuman ringan hingga Mei 2019 secara keseluruhan masih stagnan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, Triyono optimistis volume penjualan bakal positif sepanjang 2019. Pasalnya, beberapa anggota asosiasi melaporkan serapan pada momentum Hari Raya Lebaran lalu mengalami peningkatan.

Memasuki semester dua tahun ini, industri kaca lembaran dinilai bakal bergairah kembali. Permintaan diprediksi bakal meningkat, dimana pada semester sebelumnya bisnis kaca cenderung menurun.

Ketua Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus Gunawan bilang bahwa di semester dua ini pelaku usaha dapat lebih optimis, meski masih mengalami kendala di beberapa bidang.

"Baik kaca lembaran dan (industri) hilirnya cukup optimis. Kami proyeksikan pertumbuhan di kisaran 5% sampai akhir tahun nanti," sebutnya kepada Kontan.co.id, Senin (15/7).

Pemerintah terus ingin menggenjot industri tekstil dan produk tekstil (TPT) agar bisa berdaya saing dengan global. Hanya saja masih banyak pekerjaan rumah yang belum dibereskan. Salah satunya masalah rantai pasok (supply chain) yang tidak sinkron.

Sekjen Badan Pengurus Nasional Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G. Ismy menjelaskan saat ini permintaan produk hilir yakni garmen terus meningkat. Hal ini karena kebutuhan global dan juga keinginan untuk jadi industri yang berorientasi ekspor. Hanya saja kemajuan garmen tak diikuti industri bahan bakunya.

Salah satu yang disoroti yakni impor yang tinggi pada industri tekstil adalah berupa bahan baku, yaitu produk kain (fabrics). Produk kain yang diprediksinya berupa kain jadi alias kain finished ini merupakan bahan baku untuk kebutuhan industri pakaian jadi (garment).

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang Ayah berkata kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu mendadak gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai tahukah kamu dimana tempat air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”

Ternyata semua ikan yang telah ditanya tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil itu semakin kebingungan, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama, “Dimakah air?”