Tahun depan industri pulp dan kertas diperkirakan masih bisa naik. Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) menilai permintaan global maupun domestik masih terus meningkat

Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Aryan Warga Dalam menjelaskan industri pulp dan kertas masih bisa tumbuh 5% pada tahun depan. Hal ini mengingat kapasitas produksi pulp dan kertas masih meningkat dan juga adanya permintaan kertas untuk pemilu.

"Untuk pemilu kebutuhannya bisa capai 100 ribu ton dengan berbagai jenis kertasnya. Tentu ini lebih banyak dibandingkan dengan Pemilu 2014 lalu," kata Aryan Jumat akhir pekan lalu.

Sebuah kapal pesiar mengalami kecelakaan di laut dan akan segera tenggelam. Sepasang suami istri berlari menuju skoci untuk menyelamatkan diri. Sampai di sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yang tersisa. Segera sang suami melompat mendahului istrinya untuk mendapatkan tempat itu. Sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum skoci menjauh dan kapal itu benar-benar menenggelamkannya.

Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) tahun depan memprediksi utilisasi produksi keramik nasional akan naik. Hal ini lewat penerapan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) terhadap impor produk ubin keramik.

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 119/PMK.010/2018 yang ditetapkan pada 19 September 2018 dan diundangkan pada 21 September 2018. Bea masuk tersebut mulai berlaku 12 Oktober 2018.

Bea masuk ini berlaku selama 3 tahun sejak tanggal berlakunya PMK tersebut dengan ketentuan besaran tarif sebesar 23% pada tahun pertama, 21% pada tahun kedua, dan 19% pada tahun ketiga.

Kementerian Perindustrian memproyeksikan nilai tambah industri kosmetik pada 2019 naik menjadi Rp7,64 triliun dengan pertumbuhan industri kosmetik di atas 7%.

Taufiek Bawazier, Direktur Industri Kimia Hilir Kemenperin, mengatakan kenaikan dan pertumbuhan industri kosmetik nasional dipicu oleh permintaan konsumen dalam negeri yang juga meningkat.

"Dalam beberapa tahun terakhir, konsumen telah menghabiskan lebih banyak disposable income untuk kosmetik daripada tahun-tahun sebelumnya," kata Taufiek, Senin (10/12/2018).

Industri pengolahan kapas di Indonesia dinilai semakin menjanjikan. Investor asal Eropa dikabarkan akan berinvestasi ratusan juta dollar untuk mengembangkan sektor kapas, mulai dari kapas untuk kecantikan, kesehatan dan industri.

Pengamat bisnis dan investasi dari DK Consulting Djoko Kurniawan mengatakan, ada dua kemungkinan yang akan dilakukan investor asal Eropa tersebut.

Pertama, membangun pabrik sendiri dengan skema Foreign Direct Investment (FDI), dan kemungkinan lainnya bermitra dengan perusahaan domestik yang sudah eksis.

Pasar industri mebel di luar negeri kian bergairah. Sebagai pemasok kayu alam terbesar di dunia, Indonesia punya kesempatan untuk menggenggam pasar lebih banyak lagi. Sayangnya persoalan daya saing yang belum mumpuni masih membayangi pelaku manufaktur mebel dalam negeri.

Abdul Sobur, Sekjen Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) pertumbuhan permintaan mebel di dunia saat ini diperkirakan mencapai 8%-10%. Pertumbuhan tersebut disokong oleh menguatnya ekonomi makro di negara-negara penyerap mebel yang besar seperti Amerika Serikat (AS) dan China.