PT Kuka Furniture Industry Indonesia memulai pembangunan fasilitas manufaktur furnitur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal Industrial Park, Kendal, Jawa Tengah. Pabrik ini ditargetkan mampu mengekspor hingga 25.000 kontainer furnitur per tahun dan menyerap 9.000 tenaga kerja setelah seluruh tahap pembangunan selesai.

Pembangunan pabrik ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama di kawasan industri tersebut, Senin (16/3/2026). Investasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi utama untuk pasar global.

Direktur PT Kuka Furniture Industry Indonesia Wu Bin mengatakan perusahaan menyiapkan total investasi sebesar US$ 160 juta yang akan direalisasikan dalam dua tahap.

“Total rencana investasi dibagi dalam dua tahap. Total investasi adalah US$ 160 juta. Tahap pertama sebesar US$ 100 juta di KEK Kendal dan tahap berikutnya sebesar US$ 60 juta,” kata Wu Bin usai peletakan batu pertama di KEK Kendal.

Ia menjelaskan setelah seluruh pembangunan rampung, fasilitas manufaktur tersebut ditargetkan mampu mengekspor sekitar 25.000 kontainer furnitur per tahun ke berbagai negara.

Pada tahap awal operasional, kapasitas ekspor diperkirakan mencapai sekitar 15 ribu kontainer per tahun.

Selain mendorong ekspor furnitur nasional, proyek ini juga diproyeksikan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Secara keseluruhan fasilitas produksi tersebut diperkirakan dapat membuka hingga 9.000 lapangan pekerjaan.

Adapun pada tahap pertama operasional sekitar 6.000 tenaga kerja akan direkrut untuk mendukung kegiatan produksi.

Executive Director KEK Kendal Industrial Park Juliani Kusumaningrum mengatakan masuknya Kuka Furniture Industry Indonesia semakin memperkuat posisi KEK Kendal sebagai tujuan investasi industri manufaktur berorientasi ekspor.

“Investasi dari PT Kuka Furniture Industry Indonesia menjadi langkah penting dalam memperluas ekosistem industri di KEK Kendal, khususnya di sektor furnitur yang memiliki potensi ekspor besar,” ujarnya.

Menurut Juliani, KEK Kendal juga menawarkan berbagai fasilitas fiskal untuk meningkatkan daya saing investasi, seperti tax holiday, pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN), hingga pembebasan bea masuk.

Dengan dimulainya pembangunan fasilitas tersebut, perusahaan diharapkan dapat segera beroperasi dan mendorong peningkatan ekspor furnitur Indonesia di pasar global.

Sumber: https://www.beritasatu.com