Pemerintah terus memperkuat agenda hilirisasi industri sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional guna meningkatkan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong daya saing industri dalam negeri di tengah dinamika perekonomian global yang penuh tantangan.

Atas dasar itulah, membangun pabrik melamin pertama danterbesar di Indonesia, proyek pembangunan oleh PT GEABH Joint Technology di Gresik, Jawa Timur.  “Ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan industri Indonesia,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang hadir secara virtual dalam Peletakan Batu Pertama (Groundbreaking).

Pembangunan pabrik melamin tersebut merupakan bagian dari pengembangan kawasan industri terintegrasi di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik yang terus menunjukkan kinerja positif dalam menarik investasi strategis. Hingga akhir tahun 2025, total investasi kumulatif di KEK secara nasional telah mencapai sekitar USD19,7 miliar, dengan kontribusi signifikan dari KEK Gresik yang mencapai sekitar USD6,1 miliar atau sekitar 31% dari total investasi KEK nasional.

Kinerja investasi tersebut turut didukung oleh stabilitas makroekonomi nasional yang tetap terjaga. Pada tahun 2025, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11%, didorong oleh konsumsi domestik yang kuat, peningkatan investasi, serta kinerja ekspor yang solid. Selain itu, realisasi investasi pada triwulan IV tahun 2025 juga mencatat pertumbuhan sebesar 9,7% (year-on-year) dengan nilai mencapai USD29,2 miliar.

KEK Gresik sebagai salah satu KEK prioritas nasional memiliki peran strategis dalam mendorong hilirisasi industri dan peningkatan ekspor. Kawasan ini juga berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah, di mana sektor manufaktur di Jawa Timur menyumbang sekitar 31,32% terhadap perekonomian, sementara di Kabupaten Gresik kontribusi sektor manufaktur mencapai 52,58% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan KEK Gresik juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini tercermin dari penurunan tingkat pengangguran dari 8,00% menjadi 5,47% dalam lima tahun terakhir serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 76,98 pada tahun 2021 menjadi 79,69 pada tahun 2025.

Proyek pabrik melamin yang dikembangkan oleh PT GEABH Joint Technology ini memiliki nilai investasi sekitar USD600 juta dan menjadi bagian dari pengembangan industri hilir berbasis gas alam. Melalui proyek ini, gas alam akan diolah menjadi amonia cair yang selanjutnya dikembangkan menjadi produk turunan seperti urea, melamin, dan amonium nitrat yang memiliki nilai tambah tinggi.

Produk-produk tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai sektor strategis, antara lain pertanian, industri kimia, serta manufaktur, sekaligus membuka peluang ekspor dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.

“Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk memastikan iklim investasi yang kondusif. Kami akan terus memberikan dukungan dan insentif yang diperlukan agar PT GEABH Joint Technology serta seluruh investor di KEK ini dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” jelas Airlangga. 

Lebih lanjut, pemerintah menegaskan perkembangan percepatan program hilirisasi dan penguatan ketahanan energi sebagai strategi utama untuk mendorong kemandirian ekonomi nasional. Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membahas langkah konkret untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam melalui peningkatan nilai tambah di dalam negeri serta pengurangan ketergantungan pada impor energi.

Bahlil melaporkan, dari 20 proyek hilirisasi tahap pertama, sebagian telah memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking), sementara sisanya dijadwalkan mulai bulan depan.

"Kemudian kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya kurang lebih sekitar Rp239 triliun dan akan kita bahas finalisasi," ujar Bahlil.

Kendati begitu, pemerintah tetap membuka ruang relaksasi produksi batubara dan nikel, namun dengan pendekatan yang terukur. Bahlil menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh memicu kelebihan pasokan yang justru menekan harga komoditas nasional di pasar global. "Yang namanya relaksasi terukur, terbatas dan tetap menjaga supply & demand dan harga," ungkap Bahlil.

Sumber: https://www.neraca.co.id