Pelaku industri Indonesia mengapresiasi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang berhasil mencapai kesepakatan positif dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai pemberlakuan tarif resiprokal bagi kedua negara. Sebagaimana diketahui, Presiden Trump mengumumkan tarif impor bagi produk Indonesia yang memasuki pasar Amerika melalui akun Truth Social pribadinya dan akun Instagram White House. Pengumuman itu menyebutkan bahwa kesepakatan tarif impor tersebut berdasarkan kontak langsung kedua kepala negara.

“Para pelaku industri nasional sangat mengapresiasi capaian Bapak Presiden Prabowo dalam upaya merundingkan kembali tarif impor Indonesia ke Amerika. Ini merupakan bukti nyata dari kepemimpinan beliau dalam memperjuangkan kepentingan industri dalam negeri di kancah global,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (16/7).

Bahkan, berkat kepiawaian Presiden Prabowo dalam bernegosiasi, Indonesia berhasil memperoleh tarif yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan negara-negara pesaing. Hal ini menjadi modal penting bagi peningkatan daya saing industri nasional.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengecek kesiapan industri manufaktur dalam mengadopsi Artificial Intelligence (AI) salah satunya dengan melakukan kunjungan ke perusahaan perakitan elektronik PT. Sat Nusapersada di Batam.

“Jadi kami melihat apa yang sudah dilakukan oleh ekosistem pengembangan alat-alat elektronik yang terkait dengan IT dan seberapa jauh adopsi teknologi AI di manufaktur,” kata Nezar menjelaskan kesiapan perusahaan tersebut dalam adopsi AI dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Nezar menekankan bahwa penting bagi manufaktur di Indonesia agar bisa ikut dalam kompetisi global memanfaatkan kecerdasan artifisial sehingga proses-proses yang sebelumnya memakan waktu lama dapat lebih efisien dikerjakan dan memberi daya tambah bagi perusahaan.

Apalagi berkaca dari lanskap global, menurut Nezar adopsi dan penerapan teknologi AI di industri manufaktur telah menjadi medan utama kompetisi antarnegara yang berlomba-lomba menjadi inovator AI terdepan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong pelaku industri manufaktur untuk meningkatkan daya saing ekspor sekaligus memperluas penetrasi pasar global ke negara-negara baru melalui pameran Manufacturing Surabaya 2025.

“Dengan pameran ini, mari cari alternatif, baik itu manufakturnya maupun ekspornya ke negara-negara baru, sehingga industri ini tidak jatuh, tapi justru terus meningkat,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Jawa Timur Joko Irianto saat meninjau pameran di Grand City Convention & Exhibition Center, Rabu.

Joko mengungkapkan jika kondisi pasar global saat ini tengah menghadapi tantangan, meskipun saat ini Amerika Serikat sudah menurunkan tarif impor timbal balik Indonesia menjadi 19 persen dari semula 32 persen.

Meskipun bukan pasar utama Jawa Timur, kata dia, langkah tersebut dinilai tetap berdampak terhadap arus ekspor-impor.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengeluarkan perintah eksekutif (executive order) yang mengumumkan besaran tarif resiprokal (timbal balik) kepada negara-negara mitranya, termasuk Indonesia yang akan dikenakan tarif sebesar 32 persen mulai 1 Agustus 2025.
 
Presiden Trump juga telah mengirimkan surat kepada Presiden RI Prabowo Subianto per 7 Juli 2025, yang menyampaikan komitmen hubungan erat kedua negara meski AS kini mengalami defisit perdagangan terhadap Indonesia.
 
Menanggapi pemberlakuan tarif tersebut, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pemerintah akan terus mengedepankan upaya negosiasi dan dialog konstruktif guna menjaga keberlanjutan akses pasar internasional, sembari tetap mengutamakan kepentingan dan daya saing industri dalam negeri.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengapresiasi PT Xinhai Knitting Indonesia dan H&M atas komitmennya menanamkan modalnya di Indonesia. Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan, investasi yang digelontorkan lebih dari US$ 40 juta atau Rp 648 miliar (kurs Rp 16.200).

Dana itu digunakan untuk pembangunan pabrik seluas 8 hektare di Brebes, Jawa Tengah. Menurut Faisol, pabrik tersebut mampu menyerap tenaga kerja hingga 8.000 orang.

"Ini tidak hanya menandai dimulainya pembangunan fisik, namun juga awal dari kerja sama jangka panjang yang kami harapkan ikut memberikan manfaat nyata bagi para investor, pemerintah, serta masyarakat lokal," ujarnya pada peletakan batu pertama PT Xinhai Knitting Indonesia di Brebes, dilansir dari keterangan tertulis, Senin (14/7/2025).

Menurut Faisol, investasi PT Xinhai Knitting Indonesia ini mencerminkan adanya kepercayaan yang kuat terhadap bangsa Indonesia. "Bahwa Indonesia bukan hanya mampu menarik investasi, tetapi juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan daya saing sektor industri TPT di pasar global," ujarnya.

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memilih tak ambil pusing dengan ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berniat menambah tarif 10% bagi negara-negara yang tergabung dalam BRICS, termasuk Indonesia. 

Adapun, Indonesia baru-baru ini bergabung ke BRICS bersama negara lainnya yang mencakup berbagai negara seperti Brasil, China, Rusia, Afrika Selatan, India, Iran, Mesir, Ethiopia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA). 

Direktur Eksekutif API Danang Girindrawardana mengatakan, masuknya Indonesia ke blok informal BRICS tersebut merupakan keputusan politik pemerintah Indonesia yang diyakini telah dipertimbangkan dengan matang. 

Danang juga optimistis bahwa keterlibatan Indonesia dalam lembaga tersebut sebagai langkah untuk berkontribusi dalam berbagai kondisi di masa depan, tidak hanya geopolitik di kancah internasional, tetapi juga alur supply chain ekonomi.