Industri komponen otomotif Indonesia dinilai semakin memperkuat posisinya sebagai bagian dari rantai pasok global supply chain. 

Hal itu tecermin dari semakin luasnya pasar ekspor komponen otomotif nasional yang telah menjangkau lebih dari 100 negara. 

Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) Rachmat Basuki mengatakan, industri komponen otomotif nasional saat ini telah memasuki fase ekspansi ke pasar internasional dan menjadi bagian dari rantai pasok global.

"(Industri komponen otomotif) fase lagi bisa ekspor ke mana-mana, jadi sebagai global supply chain," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).

Ia menuturkan, masuknya industri komponen Indonesia ke dalam rantai pasok global membuat pelaku industri harus mampu bersaing dengan produsen dari berbagai negara.

Oleh sebab itu, peningkatan produktivitas menjadi faktor utama agar industri nasional tetap kompetitif.

Rachmat menilai, pembinaan yang dilakukan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), termasuk melalui implementasi program Industri 4.0, telah membantu meningkatkan produktivitas pabrik.

Berbagai pelatihan yang diberikan juga dinilai membuat industri lebih siap menghadapi tuntutan manufaktur modern. 

Ia juga menyoroti dukungan pemerintah selama pandemi Covid-19. 

Menurutnya, saat itu industri komponen tetap dapat beroperasi dengan protokol kesehatan yang ketat sehingga mampu menjaga kontinuitas pasokan bagi rantai produksi global. 

Selain itu, stimulus pemerintah terhadap industri kendaraan bermotor turut menjaga permintaan domestik sehingga kapasitas produksi industri komponen tetap berjalan.

"Sehingga industri roda empat kan naik. Dengan naiknya industri roda empat ini, otomatis supply komponennya akan tetap jalan. Hal-hal seperti itu juga penting," ujar Rachmat. 

Berdasarkan data GIAMM, industri otomotif roda empat tumbuh 14 persen secara tahunan (year on year) pada kuartal I 2026. 

Pertumbuhan tersebut turut menopang kinerja industri komponen otomotif, didukung pula oleh pasar kendaraan roda dua yang relatif stabil. 

GIAMM juga mencatat, sepanjang 2025 industri komponen otomotif Indonesia membukukan ekspor senilai lebih dari 7 miliar dollar AS.

Produk komponen buatan dalam negeri telah dipasarkan ke lebih dari 100 negara dengan tujuan utama Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, serta negara-negara di kawasan ASEAN. 

Rachmat mengatakan pemerintah juga terus mendorong transformasi industri komponen menuju kendaraan rendah emisi melalui program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), di semua lini, mulai dari ICE hingga BEV. 

Kebijakan tersebut diikuti dengan upaya meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) secara bertahap hingga mencapai 80 persen. 

"Pemerintah selalu meng-trigger kita dengan peraturan-peraturan supaya kita bisa masuk ke arah global supply chain," kata dia.

Untuk memperluas akses pasar internasional, GIAMM akan memanfaatkan pameran Automechanika Jakarta 2026 sebagai ajang memperkenalkan kemampuan industri komponen otomotif Indonesia kepada calon mitra dan pembeli dari berbagai negara.

Menurut Rachmat, penyelenggaraan pameran tersebut juga mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok otomotif global. 

"Kita pun berinisiatif mengenalkan produk-produk kita lewat pameran Automechanika 2026 di Indonesia. Itu juga didukung penuh sama Kemenperin," tutupnya.

Sumber: https://money.kompas.com/