Mantapkan Hati untuk Meraih Sukses

Ada sebuah kisah unik tentang segerombolan katak. Suatu kali, di kerajaan katak diadakan lomba menyeberangi sungai. Namun, hingga sore hari, tak ada satu pun kelompok katak yang berhasil menyeberangi sungai. Bahkan, rata-rata mereka sudah menyerah sebelum bertanding. Sebab, menurut cerita, di sungai itu dihuni oleh berbagai binatang buas yang setiap saat bisa memangsa katak.

Karena itu, ketika sore hari ada segerombolan katak yang berani melompati sungai itu, maka gemparlah seisi kerajaan katak. Anehnya, ketika akan diberi hadiah sebagai pemenang, mereka justru hendak pergi menjauh. Baru ketika diteriaki dari seberang sungai, mereka sejenak berhenti. Saat itu, mereka menolak diberi hadiah karena memang tak hendak mengikuti lomba.

Ternyata, mereka bahkan tak tahu-menahu bahwa sungai itu dihuni oleh berbagai binatang buas pemangsa katak. Mereka hanya berkata, bahwa mereka harus menyeberangi sungai, apa pun risikonya, karena mereka harus berpindah rumah akibat daerahnya sudah tak nyaman lagi ditinggali. Singkat cerita, sang katak hanya punya satu tujuan. Mencari rumah baru. Tak peduli risiko apa pun yang menghadang di jalan.

Read more...

Nasib Baik atau Nasib Jelek, Tergantung Kita Menyikapinya

Tak ada kebaikan dan kejelekan yang mutlak. Bagaimana kita menyikapinya akan sangat menentukan keberhasilan.

Saya selalu berprinsip, apa pun kondisi yang terjadi, selalu saja ada hal-hal yang bisa dimaksimalkan. Setiap kejadian, sebenarnya pasti mengandung banyak makna. Mari kita simak kisah berikut untuk lebih mendalami pengertian tersebut!

Pada suatu ketika, ada seorang petani yang kehilangan kuda yang sering membantunya di ladang. Karena itu, tetangganya bersimpati dan mengatakan padanya untuk bersabar. Namun ternyata, sang petani malah menjawab dengan santai, “Keberuntungan jelek, keberuntungan baik, siapa tahu?”

Read more...

Waktu yang Tepat untuk Memulai adalah Saat Ini

Banyak perusahaan yang menjadi besar, melegenda, dan bahkan bertahan ratusan tahun. Tak jarang, mereka memulai hanya dari ruangan sempit atau sekadar memakai tempat seadanya. Ada yang dari garasi rumah, kamar kos, hingga emperan jalan. Bisa jadi, mereka bahkan tak pernah menyangka usahanya akan berjalan sedemikian hebat. Atau, bisa jadi, mereka memang tak pernah memedulikan akan seberapa hebat usahanya. Yang penting, usaha dan terus bekerja. Yang ada di pikiran mereka hanyalah bagaimana memaksimalkan dan mengisi waktu untuk hidup dan mampu terus berkarya.

Kita bisa bayangkan, bila cacian dan ungkapan bernada remeh ditanggapi negatif oleh pencipta minuman teh botolan. Minuman teh yang dikemas dalam botol, bisa jadi, pasarnya tak akan sebesar sekarang. Namun, dengan terus berkarya, bekerja, dan berupaya, akhirnya mereka bisa menjadi perusahaan minuman yang besar.

Read more...