Kegagalan adalah Sumber Kekuatan Untuk Meraih Sukses

“Harimau mati meninggalkan belang. Gajah mati meninggalkan gading. Manusia mati meninggalkan nama”. Pepatah itu sangat kental dan kita ingat sebagai perwujudan bahwa setiap perbuatan di dunia, pasti akan dikenang. Baik atau buruk, sukses atau gagal, tergantung “nama” seperti apa yang ingin dikenang.

Jika hal positif yang selalu kita tanamkan, niscaya, siapa pun kita, kelak akan dikenang—minimal di lingkungan terdekat kita—sebagai insan yang memiliki nilai positif sepanjang hidup. Termasuk saat menghadapi kegagalan. Sebab, sejatinya, dengan hal-hal positif, kegagalan pasti akan berbuah kesuksesan. Tak ada sukses yang tak melewati kegagalan. Legenda Thomas Alva Edison dengan ribuan kali kegagalannya telah sering kita dengar. Atau, kisah Steve Jobs yang pernah dipecat dari perusahaan yang didirikannya sendiri, Apple dan kemudian mampu kembali untuk menyelamatkan Apple dari kebangkrutan.

Read more...

Filosofi Pohon Bambu

Pernahkah kita memperhatikan, rumpun bambu yang menjulang tinggi saat tertiup angin? Ia meliuk ke sana kemari. Bahkan, di tengah badai sekali pun, bahkan hingga liukannya seperti hendak menumbangkannya, bambu tetap kokoh berdiri. Tak tercerabut dari akarnya. Ia tak seperti banyak pepohonan yang tumbuh besar yang sering kali meski berbatang raksasa, namun saat tertiup angin, ambruk dengan mudahnya.

Hal ini disebut oleh Lao Tzu—seorang guru dan filsuf besar Tiongkok—dalam salah satu pelajaran kehidupannya. Ia menyebut, “Sekali pun bambu meliuk diterpa angin, dia mempunyai pegangan, akar yang kuat menghujam di tanah.”

Bagaimana bambu bisa sekuat itu? Begini penjelasannya. Bambu saat pertama kali ditanam, di tahun pertama, di saat kita sibuk dan bersemangat menyiraminya agar tumbuh subur, ia seolah-olah diam saja. Bahkan, tak jarang, ilalang yang dibiarkan, malah tumbuh jauh lebih lebat dan suburnya.

Read more...

6 Kerangka Berpikir Akan Informasi

Dalam dunia yang sangat penuh dengan informasi ini, Edward de Bono di banyak tahun yang lalu telah menawarkan sebuah pemikiran tentang bagaimana kita mengelompokkan informasi itu. Ada 6 tipe kelompok informasi yang sederhana tapi mengena.

SEGITIGA: Sebuah TUJUAN, artinya informasi ini memiliki sebuah arah yang jelas yang perlu untuk kita ketahui untuk suatu kebutuhan spesifik. Misalkan, informasi tentang seminar yang penting dimana anda tertarik untuk mengikutinya.

LINGKARAN: Sebuah AKURASI, seperti target kalau kita menembak, sebuah lingkaran menunjukkan kalau informasi ini, yang paling akurat yang dapat kita pakai untuk suatu kebutuhan, seperti sebuah data statistik yang kita cari lama tetapi baru kali ini kita temukan dan ini sangat akurat dan kita butuhkan.

Read more...