Air Tidak Hanya Mengapungkan Perahu, Tetapi Juga Mampu Menenggelamkannya

Alam diciptakan untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya dengan kebijakan untuk mendatangkan kebaikan bagi seluruh umat manusia. Mineral yang terkandung dalam bumi yang mampu mendatangkan kekayaan, tumbuhan dan hewan yang dimakan menjadi sumber energi, hingga angin dan air yang bisa mendatangkan tenaga untuk energi listrik yang menerangi dunia. Semua itu jika dikelola dengan benar, akan mendatangkan segala manfaat yang diperlukan untuk semua pihak.

Tetapi sebaliknya, jika tak dikelola dengan bijak—bahkan dijalankan dengan sikap tamak dan rakus—alam pun bisa jadi “murka”. Pohon yang ditebangi sembarangan tanpa ditanami lagi, bisa mengikis tanah sehingga banjir pun tak terhindarkan. Sumber mineral di bumi yang dikelola tanpa memedulikan lingkungan, mendatangkan banyak petaka yang akhirnya sering merugikan.

Read more...

Seberapa Tahan Kita Dalam Menghadapi Cobaan? Satu Tips untuk Anda!

Dalam kesempitan, tersembunyi kesempatan. Sebuah ungkapan senada diungkap oleh ilmuwan ternama, Albert Einstein, “In the middle of difficulties, lying opportunities.” Hal ini sebenarnya cukup banyak kita jumpai di mana-mana. Orang yang tadinya terimpit masalah, belakangan malah mendapat banyak berkah. Orang yang tadinya biasa-biasa bahkan cenderung minus, malah menemukan banyak hal yang mampu membuatnya melaju terus.

Sayangnya, selalu saja banyak orang masih bertanya. Bahkan, lebih banyak yang ragu. Benarkah setelah banyak kesulitan benar-benar akan muncul kemudahan? Atau, ekstremnya, malah banyak yang mengatakan, seberapa tahan kita dalam menghadapi cobaan dan tantangan, sebelum benar-benar bisa menuai keberhasilan? Dan, berdasar pengalaman yang telah saya alami, di sinilah sebenarnya letak pembeda antara orang-orang yang sukses dengan orang yang gagal. Mereka yang sukses, mereka yang berani terus melaju, mereka yang tetap berjuang, mereka yang pantang menyerah, pada akhirnya benar-benar menuai hasil seperti yang didambakan.

Read more...

Strategi Konsisten

“Di dunia ini ada 2 tipe orang: Tipe Landak dan Tipe Serigala," begitu tulis Isaiah Berlin yang sangat terkenal dengan metafora ini.

Serigala mengetahui banyak hal. Ia licik dan pintar. Ia cepat dan lincah. Ia selalu mencari dan mencari strategi-strategi baru untuk memukul lawannya serta tetap eksis di hutan, tempat hidupnya yang dirasakannya makin tambah sempit untuk mereka berdua.

Landak, di pihak lain, mengetahui hanya satu hal besar. Ia sederhana. Ia menggunakan hanya satu strategi untuk menang, tapi ia mengeksekusinya dengan sempurna dan tidak ada cacat sama sekali. Ketika Serigala mencoba menyerangnya, Landak akan melindungi dirinya dengan duri-duri yang dimilikinya yang ia tahu merupakan satu-satunya namun strategi terbaik yang dimiliknya.

Read more...