Strategi Konsisten

“Di dunia ini ada 2 tipe orang: Tipe Landak dan Tipe Serigala," begitu tulis Isaiah Berlin yang sangat terkenal dengan metafora ini.

Serigala mengetahui banyak hal. Ia licik dan pintar. Ia cepat dan lincah. Ia selalu mencari dan mencari strategi-strategi baru untuk memukul lawannya serta tetap eksis di hutan, tempat hidupnya yang dirasakannya makin tambah sempit untuk mereka berdua.

Landak, di pihak lain, mengetahui hanya satu hal besar. Ia sederhana. Ia menggunakan hanya satu strategi untuk menang, tapi ia mengeksekusinya dengan sempurna dan tidak ada cacat sama sekali. Ketika Serigala mencoba menyerangnya, Landak akan melindungi dirinya dengan duri-duri yang dimilikinya yang ia tahu merupakan satu-satunya namun strategi terbaik yang dimiliknya.

Read more...

Kegagalan adalah Sumber Kekuatan Untuk Meraih Sukses

“Harimau mati meninggalkan belang. Gajah mati meninggalkan gading. Manusia mati meninggalkan nama”. Pepatah itu sangat kental dan kita ingat sebagai perwujudan bahwa setiap perbuatan di dunia, pasti akan dikenang. Baik atau buruk, sukses atau gagal, tergantung “nama” seperti apa yang ingin dikenang.

Jika hal positif yang selalu kita tanamkan, niscaya, siapa pun kita, kelak akan dikenang—minimal di lingkungan terdekat kita—sebagai insan yang memiliki nilai positif sepanjang hidup. Termasuk saat menghadapi kegagalan. Sebab, sejatinya, dengan hal-hal positif, kegagalan pasti akan berbuah kesuksesan. Tak ada sukses yang tak melewati kegagalan. Legenda Thomas Alva Edison dengan ribuan kali kegagalannya telah sering kita dengar. Atau, kisah Steve Jobs yang pernah dipecat dari perusahaan yang didirikannya sendiri, Apple dan kemudian mampu kembali untuk menyelamatkan Apple dari kebangkrutan.

Read more...

Filosofi Pohon Bambu

Pernahkah kita memperhatikan, rumpun bambu yang menjulang tinggi saat tertiup angin? Ia meliuk ke sana kemari. Bahkan, di tengah badai sekali pun, bahkan hingga liukannya seperti hendak menumbangkannya, bambu tetap kokoh berdiri. Tak tercerabut dari akarnya. Ia tak seperti banyak pepohonan yang tumbuh besar yang sering kali meski berbatang raksasa, namun saat tertiup angin, ambruk dengan mudahnya.

Hal ini disebut oleh Lao Tzu—seorang guru dan filsuf besar Tiongkok—dalam salah satu pelajaran kehidupannya. Ia menyebut, “Sekali pun bambu meliuk diterpa angin, dia mempunyai pegangan, akar yang kuat menghujam di tanah.”

Bagaimana bambu bisa sekuat itu? Begini penjelasannya. Bambu saat pertama kali ditanam, di tahun pertama, di saat kita sibuk dan bersemangat menyiraminya agar tumbuh subur, ia seolah-olah diam saja. Bahkan, tak jarang, ilalang yang dibiarkan, malah tumbuh jauh lebih lebat dan suburnya.

Read more...