Hidup yang Penuh Kehidupan

Sadarkah kita hal terbesar apa yang kita miliki di dunia ini? Hidup! Ya, kesempatan untuk hidup adalah berkah yang tak bisa tergantikan oleh apa pun. Bayangkan. Kita menjadi manusia dengan mengalahkan jutaan bibit lain yang punya kesempatan sama untuk menjadi diri kita saat ini. Karena itu, dengan terlahir saja, sudah merupakan berkah yang luar biasa. Dengan menjadi manusia, kita sebenarnya telah mendapatkan “hadiah” luar biasa yang tak bisa dinilai dengan apa pun.

Sayangnya, kita sendiri yang malah sering menciderai berkah itu. Mendapat halangan sedikit saja, kita langsung menyerah. Mendapat ujian tak seberapa, segera surut langkah. Memperoleh musibah, kita sibuk mengutuk dan tak bisa berserah. Padahal, kita diciptakan dengan berjuta potensi. Dan, dengan menggali dan memaksimalkan potensi itulah, kita akan mendapatkan banyak kebaikan.

Read more...

Kemampuan Melihat Jauh ke Depan

Visi ke depan sangat diperlukan untuk meraih kemajuan. Dengan dukungan semua pihak dan soliditas organisasi, perusahaan bisa terus berkembang hingga melewati batas zaman.

Pandangan jauh ke depan, visi ke masa depan, adalah sebuah “seni” dan kemampuan yang akan menjembatani impian dan kenyataan. Visi yang dijalankan dengan sepenuh hati, bukan akan jadi ramalan atau sekadar keinginan, tapi menjelma jadi hasil karya yang bisa mengubah peradaban.

Kita tentu ingat bagaimana Bill Gates bermimpi menghadirkan komputer ke seluruh rumah tangga di dunia. Atau, bagaimana pula seorang Sosrodjojo mampu mengubah tradisi minum teh dalam gelas menjadi teh dalam botol yang hingga kini mampu menguasai pasar minuman di Indonesia. Inilah bukti, bahwa kemampuan melihat jauh ke depan adalah prinsip yang harus dimiliki oleh semua pengusaha.

Read more...

Jangan Melepaskan Kesempatan, Waktu Tidak Akan Terulang

Alkisah, seorang pria sedang berjalan di pinggiran pantai. Saat berjalan santai, kakinya terantuk sebuah botol kaca yang berisi sebuah kertas. Ia lalu mengambil botol tersebut dan terkejut saat mengetahui bahwa isi kertas itu adalah sebuah peta menuju harta karun. Namun, karena ia sedang tergesa-gesa, dirinya berpikir itu hanya sebuah peta harta karun main-main. Maka, kertas itu dikembalikan ke dalam botol dan dibuangnya jauh-jauh ke tengah laut.

Saat ombak membawa botol itu kembali ke darat, rupanya seorang pria kembali menemukan botol itu. Hal yang sama juga dilakukannya. Namun kali ini, ia merasa bahwa itu adalah peta harta karun yang benar-benar nyata. Maka, ia pun segera mengikuti petunjuk peta itu ke tengah laut. Namun, saat terus berjalan mengikuti instruksi, besarnya gelombang dan dalamnya lautan membuatnya takut. Ia takut tenggelam dan akhirnya memilih untuk mengurungkan niat dan segera membuang botol itu kembali ke tengah laut.

Read more...