Kawasan Industri Baru Diproyeksi Serap 296.300 Tenaga Kerja

Kementerian Perindustrian memperkirakan delapan kawasan industri baru di luar Pulau Jawa dapat menyerap 296.300 tenaga kerja hingga 2021.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menuturkan untuk optimalisasi potensi kebutuhan tenaga kerja ini bagi warga setempat, maka pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi mendesak.

“Penyiapan SDM terampil bertujuan untuk membentuk dan menghasilkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan dunia industri. [Untuk itu] Kami tengah melaksanakan pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri," kata Airlangga melalui keterangan tertulis, Jumat (5/1/2018).

Dia menyatakan agar dapat sukses dalam tahapan industrialisasi, maka selain faktor SDM pihaknya juga mendorong masuknya investasi hingga peningkatan teknologi.

Merujuk data United Nations Statistics Division pada 2016, Indonesia menempati peringkat keempat dunia dari 15 negara yang industri manufakturnya memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Indonesia mampu menyumbangkan hingga mencapai 22% setelah Korea Selatan (29%), Tiongkok (27%), dan Jerman (23%).

Kontribusi manufaktur Indonesia mampu menembus 30% apabila dihitung mulai dari proses pra produksi, produksi dan pasca produksi. Paradigma industri manufaktur global saat ini, berdasarkan kesepakatan di World Economic Forum (WEF), adalah proses produksi sebagai satu-kesatuan.

Sumber: http://industri.bisnis.com