Produksi Mebel Masih Menjanjikan

Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia optimistis investasi di sektor ini masih menjanjikan mengingat potensi bahan baku yang tersedia di Tanah Air.

Abdul Sobur, Sekretaris Jenderal Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), menyampaikan potensi industri furnitur di Tanah Air terbilang tinggi. Hal ini didukung oleh ketersediaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Indonesia seperti kayu gelondongan dan rotan masih dalam jumlah yang cukup banyak.

Menurutnya, industri mebel dan kerajinan dalam negeri lebih diuntungkan jika mengelola bahan baku sampai industri hilir dibandingkan dengan ekspor bahan baku seperti rotan dan kayu gelondongan ke berbagai negara, khususnya China. Negeri Tirai bambu tersebut saat ini memiliki ketergantungan terhadap rotan asal Tanah Air karena jumlah produksi di dalam negerinya terbilang minim.

Dia menjelaskan saat ini masih banyak kasus penyelundupan rotan ke pabrikan di China melalui jalur darat dan laut. Adapun demi mencegah hal ini terulang kembali pemerintah akan mendorong investor dari China untuk membuat pabrik di Indonesia.

"Kami mendukung jika ada rencana pabrikan China berinvestasi di Indonesia," kata Abdul kepada Bisnis pada pekan lalu.

Abdul mengatakan investasi ini akan lebih menguntungkan untuk kedua belah pihak dibandingkan dengan saat ini yang mendapatkan laba hanya oknum seperti penyelundup rotan dan kayu gelondongan. Negara akan diuntungkan melalui pembayaran pajak dan devisa yang dihasilkan oleh pabrikan asing tersebut.

Selain itu, investasi ini akan menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar pabrik. "Profit terpenting dari investasi ini adalah adanya transfer teknologi," imbuhnya.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian, menyampaikan telah mengetahui kasus penyelundupan rotan asal Indonesia ke China pada beberapa waktu lalu. Adapun dampak dari kejadian tersebut, maka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak pabrikan yang berada di wilayah penemuan rotan tidak resmi ini untuk berinvestasi di Tanah Air.

"Walikotanya akan kami undang untuk mengembangkan pengolahan rotan di Sulawesi Tengah," kata Airlangga beberapa waktu lalu.

Kemenperin menargetkan nilai ekspor industri mebel dan kerajinan Indonesia pada tahun ini diprediksi bisa mencapai hingga US$1,9 miliar. Adapun pada tahun lalu nilai ekspor industri furnitur hanya senilai US$1,6 miliar atau turun dibandingkan dengan 2015 yang mencapai US$1,9 miliar.

Sumber: http://industri.bisnis.com