News Headlines

Indonesia berpotensi jadi pusat pertumbuhan industri petrokimia

Indonesia berpotensi jadi pusat pertumbuhan industri petrokiia, demikian disampaikan Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono.

"Industri petrokimia sebagai salah satu sektor hulu yang menyediakan bahan baku untuk hampir seluruh sektor hilir, seperti industri plastik, tekstil, cat, kosmetik hingga farmasi. Sehingga keberlanjutan dalam pembangunan industri petrokimia sangat penting bagi aktivitas ekonomi," kata Sigit di Jakarta, Senin.

Menurut Sigit, Indonesia telah menghasilkan beberapa produk industri petrokimia, namun jumlahnya masih belum memenuhi kebutuhan domestik yang cukup besar.

Misalnya, produk nafta cracker yang saat ini diproduksi nasional sebanyak 900 ribu ton per tahun, sementara permintaan dalam negeri 1,6 juta ton. Sedangkan, Singapura sudah memproduksi 3,8 juta ton dan Thailand 5 juta ton per tahun.

Read more...

Patok Pertumbuhan 10%, Pabrikan Makanan & Minuman Tuntut Kepastian Bahan Baku

Ketersediaan bahan baku menjadi syarat utama bagi pabrikan makanan dan minuman. Jika kepastian pasokan bahan baku terganggu, proyeksi pertumbuhan industri sebesar lebih dari 10% pada tahun ini dapat meleset.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan ketergantungan bahan baku impor menjadi kendala utama yang dihadapi pabrikan dalam negeri.

“Dukungan ketersediaan bahan baku dan regulasi pemerintah sangat penting,” ujarnya.

Sektor makanan dan minuman diproyeksikan tumbuh lebih dari 10%. Menurutnya, faktor yang mendukung pertumbuhan industri ini antara lain penerbitan beberapa kebijakan deregulasi yang memudahkan pasokan bahan baku.

Read more...

Jaminan bahan baku industri tingkatkan ekspansi dan investasi

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, sejumlah industri di dalam negeri siap melakukan perluasan usaha atau ekspansi pada tahun 2018. Namun, perusahaan tersebut masih menunggu kepastian mengenai pasokan bahan baku untuk menunjang peningkatan produksinya.

“Ketersediaan bahan baku dapat menjaga kontinuitas produksi industri guna memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor,” kata Airlangga melalui keterangan pers di Jakarta, Sabtu.
 
Airlangga meyakini, apabila kemudahan impor bahan baku diberikan, terutama yang tidak bisa diperoleh di dalam negeri, ekspansi dan investasi di sektor industri akan meningkat.

Lebih lanjut, dengan industri terjamin produktivitasnya, efek berantai yang dibawa akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Misalnya, peningkatan terhadap nilai tambah, tenaga kerja, dan ekspor.

Read more...