Investasi sektor industri capai angka tertinggi

Investasi sektor industri mencapai angka tertinggi yakni 21,6 miliar dolar AS dengan 256 proyek dari seluruh investasi yang masuk sepanjang tahun lalu atau hingga 14 Desember 2017 yakni sebesar 42,6 miliar dolar AS dengan 1.054 proyek.

"Pemerintah terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif serta memberikan kemudahan berbisnis di dalam negeri agar para investor meningkatkan penanaman modalnya di Indonesia dalam membangun perekonomian nasional yang lebih inklusif dan berkualitas," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangannya di Jakarta, Jumat.

Sementara itu, sektor pariwisata menyumbang sebesar 17 miliar dolar AS dengan 159 proyek, serta pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) 1,2 miliar dolar AS dengan 98 proyek.

Selanjutnya, sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) 1,18 miliar dolar AS dengan 32 proyek, perdagangan 0,92 miliar dolar AS dengan 427 proyek, dan pertanian 0,27 miliar dolar AS dengan 22 proyek, serta sektor lainnya sebesar 0,43 miliar dolar AS dengan 60 proyek.

Read more...

Kemenperin Dorong Percepatan Kluster Baja

Kementerian Perindustrian meminta kepada produsen baja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., Posco, Nippon Steel dan Osaka Steel agar berkolaborasi merealisasikan peta jalan pengembangan klater baja 10 juta ton pada 2025.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan kluster baja di Cilegon, Banten ini diharapkan memberikan efek berantai berupa penyerapan tenaga kerja langsung sebanyak 45.000 orang dan tidak langsung mencapai 375.000 orang.

Selanjutnya, pendapatan pajak sekitar USD 0,17 miliar dan kontribusi terhadap PDB sebesar 0,38 persen.

“Melalui pendekatan klaster ini, karena sifatnya saling melengkapi, produk yang dihasilkan akan lebih berdaya saing serta memacu adanya inovasi dan peningkatan kualitas produk sesuai permintaan konsumen saat ini,” kata Airlangga melalui keterangan tertulis, akhir pekan lalu.

Read more...

Pengusaha mebel optimistis capai target ekspor 5 miliar dolar AS

Pengusaha mebel yang tergabung dalam Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) optimistis mampu mencapai target ekspor mebel dan kerajinan 5 miliar dolar AS hingga akhir 2019.

"Kalau kami masih optimis bisa tercapai. Melihat deregulasi yang terus dilakukan, kemudian dukungan dari pemerintah saya kira bisa," kata Sekjen HIMKI Abdul Sobur di Jakarta, Rabu.

Beberapa di antara dukungan pemerintah tersebut antara lain subsidi pemlian alat untuk industri mebel dan kerajinan sebesar 25 persen tahun ini, meskipun besaran nilainya belum disampaikan.

Read more...