News Headlines

RI-Inggris berpeluang tingkatkan kerja sama investasi dan ekspor industri

Indonesia dan Inggris berpeluang untuk meningkatkan kerja sama ekonomi yang komprehensif terutama di sektor industri. Untuk itu, Kementerian Perindustrian RI mendorong para pelaku usaha asal Negeri Raja tersebut yang tergabung dalam Kadin Inggris (British Chamber/BritCham) untuk dapat memperluas usaha dan menambah investasinya di Tanah Air.

“Sebagian dari mereka sudah ada yang investasi di Indonesia. Kami berharap, melalui BritCham, kerja sama perdagangan Indonesia dan Inggris ikut meningkat. Jadi, targetnya adalah kita ekspor yang tidak diproduksi di Inggris, dan yang mereka ingin masukkan ke Indonesia juga compatible,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai menghadiri acara Breakfast Meeting “British Chamber of Commerce Ministerial Series”, Selasa (13/2).

Pada pertemuan itu, Airlangga menyampaikan, sejumlah pelaku usaha Inggris memberikan masukan dan apresiasi kepada pemerintah Indonesia yang telah berupaya menciptakan iklim investasi yang baik dalam pengembangan sektor industri. “Ada beberapa masukan terkait dengan industry value chain agar industri kita semakin kompetitif di tingkat global,” ungkapnya.

Read more...

Kemenperin Siapkan Insentif untuk Dorong Kemajuan Industri

Kementerian Perindustrian tengah memperjuangkan insentif tambahan bagi industri yang berencana memperluas usaha.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar mengatakan pihaknya terus mendorong industri untuk meningkatkan kapasitas dan lebih ekspansif. Untuk mendorong perkembangan industri, Kemenperin juga mendorong perbaikan insentif dari besaran yang berlaku saat ini.

"Industri wajib di dalam kawasan kecuali untuk industri yang membutuhkan perlakuan khusus seperti petrokimia," kata Haris seusai menghadiri diskusi rapat panel yang membahas peningkatan ekspor di Kementerian Luar Negeri, Selasa (13/2/2018).

Read more...

Pertumbuhan nilai tambah manufaktur RI tertinggi ASEAN

Indonesia dinilai sudah menjadi basis produksi manufaktur terbesar di ASEAN, di mana hal ini seiring dengan upaya pemerintah saat ini yang ingin mentransformasi ekonomi agar fokus terhadap pengembangan industri pengolahan nonmigas.

“Jadi, kita telah menggeser dari commodity based ke manufactured based,” tegas Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangan resmi diterima di Jakarta, Minggu.

Manufaktur menjadi kunci penting guna memacu perekonomian nasional karena lebih produktif dan memberikan efek berantai yang luas.

Menurut Menperin, industri mampu meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, menyerap banyak tenaga kerja, menghasilkan devisa dari ekspor, serta penyumbang terbesar dari pajak dan cukai.

Read more...