News Headlines

Kawasan Industri Baru Diproyeksi Serap 296.300 Tenaga Kerja

Kementerian Perindustrian memperkirakan delapan kawasan industri baru di luar Pulau Jawa dapat menyerap 296.300 tenaga kerja hingga 2021.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menuturkan untuk optimalisasi potensi kebutuhan tenaga kerja ini bagi warga setempat, maka pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi mendesak.

“Penyiapan SDM terampil bertujuan untuk membentuk dan menghasilkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan dunia industri. [Untuk itu] Kami tengah melaksanakan pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri," kata Airlangga melalui keterangan tertulis, Jumat (5/1/2018).

Read more...

RI dan Jepang kembangkan industri kecil hingga Papua

Indonesia dan Jepang melalui Kementerian Perindustrian RI dan Japan International Cooperation Agency (JICA) menjalankan program pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) di beberapa daerah potensial di Indonesia, termasuk Papua.

“Sebelumnya, JICA dan Direktorat Jenderal IKM Kemenperin telah melakukan kerja sama di lima provinsi pada tahun 2013-2016,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih melalui keterangannya diterima di Jakarta, Minggu.

Program ini dinamakan “The Project of Small and Medium Industry Development Based on Improved Service Delivery”.

Gati menyebutkan, kelima provinsi tersebut, yaitu Sumatera Utara untuk program pengembangan produk tenun ulos, Jawa Tengah dengan produk komponen logam, Sulawesi Tengah dengan produk agro seperti cokelat dan rotan, Jawa Timur dengan produk alas kaki, serta Kalimantan Barat dengan produk olahan lidah buaya atau aloe vera.

Read more...

Permintaan Plastik Tahun Depan Naik 5,5%

Sekjen Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia Fajar Budiyono memperkirakan permintaan terhadap produk plastik mencapai 5%—5,5% pada tahun depan. “Tahun depan sekurang-kurangnya bisa sama seperti tahun ini sekitar 5%,” ujarnya.

Menurutnya, proyeksi pemakaian plastik pada tahun depan masih cukup positif seiring dengan perkiraan pertumbuhan industri makanan minuman sekitar 7%—9%. Pada 2017, hampir separuh permintaan plastik di dalam negeri masih ditopang impor.

“Porsi impor dengan buatan lokal masih 50:50. Tunggu beberapa tahun lagi begitu sampai ekspansi Chandra Asri baru terselesaikan dan kalau ada investasi baru yang terealisasi maka porsi impor bisa berkurang drastis,” ujarnya.

Read more...