News Headlines

Tiga sektor industri ini mampu dongkrak daya saing RI

Tiga sektor industri, yakni otomotif, elektronika dan pengolahan makanan dinilai mampu mendongkrak daya saing industri nasional menurut Japan International Cooperation Agency (JICA).

"Tiga sektor ini dianggap bisa menjadi champion untuk menggerakkan sektor industri ke depan tentunya dia melihat daya saing kita terhadap beberapa negara ASEAN, terhadap Thailand, Malaysia," kata Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Harjanto di Jakarta, Rabu.

Harjanto menyampaikan hal itu usai mendampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Chief Representative JICA Indonesia Naoki Ando.

Read more...

Industri makanan minuman optimistis meningkat

Industri makanan dan minuman masih menjadi tumpuan. Sektor ini memang vital, mengingat memberikan sumbangan yang cukup besar terhadap produk domestik bruto (PDB) non-minyak dan gas (migas) Tanah Air.  

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, meski mengalami penurunan pada triwulan II-2017 lalu, industri makanan dan minuman tetap akan terus didorong.  Sekadar gambaran, triwulan III-2017 pertumbuhan industri makanan dan minuman tercatat sebesar 7,19%. Sementara triwulan I-2017, pertumbuhan industri makanan dan minuman mencapai 8,15%.

Dari sisi pertumbuhan,  industri makanan dan minuman merupakan sektor yang tercatat konstan, yakni berada di atas 7%. “Makanan minuman adalah salah satu sektor yang pertumbuhannya konsisten tinggi. Karena makanan dan minuman dapat diserap dalam negeri dengan sangat kuat,” kata Airlangga, Selasa (10/10).

Read more...

Kemenperin optimistis sektor IKTA tumbuh 4,7 persen

Kementerian Perindustrian optimistis sektor Industri Kimia Tekstil dan Aneka (IKTA) tumbuh sesuai target yakni 4,7 persen hingga akhir 2017, demikian disampaikan Dirjen IKTA Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono.

"Secara total target 4,7 persen bisa dicapai. Kalau sektor industri karet bisa naik, itu bisa sampai 5 persen, namun kelihatannya masih flat," ujar Sigit saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Sigit menyampaikan, angka pertumbuhan sektor IKTA tersebut jauh lebih tinggi jika dibandingkan tahun sebelumnya, di mana sektor ini hanya tumbuh sekitar 2 persen.

Read more...