News Headlines

Tenaga Kerja Sektor Manufaktur Tumbuh 9,54%

Kementerian Perindustrian mencatat pertumbuhan tenaga kerja sektor industri manufaktur pada 2017 sebesar 9,54% menjadi 17,01 juta orang. Adapun, serapan tenaga kerja pada sektor yang sama sepanjang 2016 tercatat sebanyak 15,54 juta orang.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari kondisi usaha di Tanah Air yang terus membaik.

Pemerintah, tutur Airlangga, berencana mengadakan roadshow kepada investor dan rating agency guna menyebarluaskan informasi terkait iklim investasi di Indonesia yang saat ini semakin kondusif.

Read more...

Pemerintah Lanjutkan Peremajaan Mesin Tekstil

Kementerian Perindustrian berencana kembali melanjutkan program restrukturisasi industri tekstil setelah program ini diberhentikan pada 2015 untuk dievaluasi.

Achmad Sigit Dwiwahjono, Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kemenperin, mengatakan setelah dievaluasi, program restrukturisasi untuk mesin dan peralatan tekstil ternyata sangat efektif dalam mendorong pertumbuhan industri ini, terutama dalam meningkatkan utilisasi.

“Kami mau lanjutkan lagi, tetapi dengan mekanisme yang lebih terstruktur. Targetnya bisa mulai lagi pada 2018,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (8/1/2018).

Beberapa waktu lalu, beberapa perwakilan Kemenperin mengunjungi China untuk menjajaki kerja sama terkait kelanjutan program restrukturisasi mesin industri tekstil. Sigit menyebutkan apabila sebelum diberhentikan, program restrukturisasi mesin tekstil menggunakan dana dari APBN,  ke depan nanti pemerintah akan mencari sumber pendanaan lain yang tidak membebani keuangan negara, salah satunya berasal dari China.

Read more...

Kawasan industri ditargetkan tarik investasi Rp250 triliun

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menargetkan pada 2018, nilai investasi yang bisa ditarik dari 13 kawasan industri akan mencapai Rp250,7 triliun.

“Pemerintah telah memberikan kemudahan berinvestasi di dalam kawasan industri, antara lain melalui pemberian insentif fiskal dan nonfiskal serta pembentukan satgas untuk penyediaan gas, listrik, air, SDM, lahan, tata ruang, dan lain-lain,” catatnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Ke-13 kawasan industri (KI) tersebut, yaitu KI Morowali, Sulawesi Tengah, KI atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei,  Sumatera Utara, KI Bantaeng, Sulawesi Selatan, KI JIIPE Gresik, Jawa Timur, KI Kendal, Jawa Tengah, dan KI Wilmar Serang, Banten.

Read more...