News Headlines

Industri Kereta Api, Pemerintah Dorong Muatan Lokal

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan meninjau kesiapan PT INKA menyediakan kereta Light Rail Transit (LRT) dan menyaksikan penandatanganan kerja sama mewujudkan sinergi BUMN mendukung industri kereta api nasional.

Menteri Luhut menyebut bahwa kunjungan ke PT INKA ini adalah momen penting untuk meningkatkan penggunaan muatan lokal.

“Kalau kita sinergikan semua, itu pasti bisa,” katanya, Kamis (18/1/2018).

Untuk itu pemerintah terus mendorong kemajuan industri nasional untuk mendukung berbagai proyek infrastuktur.

Luhut mengatakan agar sinergitas antar-BUMN dapat lebih kuat terjalin, di antaranya PT INKA dengan PT Krakatau Steel dan PT Inalum selaku pemasok plat alumunium untuk proyek LRT. “Saya nanti minta sinergi dengan Inalum supaya nanti pelat alumuniumnya itu bisa lebih dari baik, efisien dan kualitasnya lebih bagus dibanding produk lain,” jelas Luhut.

Read more...

Produksi Bahan Baku Petrokimia Terus Dipacu

Pemerintah terus berupaya untuk memperkecil kesenjangan antara produksi bahan baku petrokimia di dalam negeri dan impor.

Kementerian Perindustrian misalnya menargetkan kebutuhan etilen dalam industri dapat terpenuhi di dalam negeri pada 2021—2022.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan seiring dengan peningkatan kapasitas kilang penghasil produk petrokimia, kebutuhan dalam negeri akan dapat dipenuhi secara mandiri.

"Pada 2021 atau paling lambat 2022 produksi etilen mencapai 2 juta ton, sehingga bisa mencukupi kebutuhan industri kimia di dalam negeri," kata Sigit kepada jurnalis di Tangerang Selatan, Kamis (18/1).

Read more...

Investasi Kimia, Tekstil, dan Aneka Diproyeksi Capai Rp117 Triliun

Kementerian Perindustrian menargetkan nilai investasi sektor industri kimia, tekstil, dan aneka atau IKTA pada 2018 akan mencapai Rp117 triliun. Angka tersebut diperkirakan lebih tinggi dari proyeksi realisasi 2017 sebesar Rp94 triliun.

Dirjen IKTA Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan proyeksi penanaman modal sektor industri kimia, tekstil, dan aneka tahun ini diperkirakan berkontribusi sekitar 33% terhadap target investasi keseluruhan sektor manufaktur nasional. Adapun, investasi sektor manufaktur itu sepanjang 2018 diperkirakan mencapai total Rp352 triliun.

“Industri farmasi serta produk obat kimia dan tradisional akan memberikan kontribusi pertumbuhan paling tinggi di sektor IKTA pada tahun ini, yakni mencapai 6,38%,” ujarnya dalam keterangan resmi Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Read more...