News Headlines

Sektor makanan dan minuman dominasi penyerapan tenaga kerja industri

Sektor makanan dan minuman mendominasi penyerapan tenaga kerja bidang industri, yakni sebanyak 3.3 juta orang atau sebesar 21,34 persen dari 16,6 juta tenaga kerja dibidang industri, demikian disampaikan Sekjen Kementerian Perindustrian Haris Munandar.

“Kontribusi tenaga kerja sektor industri didominasi oleh industri makanan sebanyak 3.316.186 orang atau sebesar 21,34 persen,” kata Haris melalui keterangannya di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait jenis lapangan pekerjaan utama pada Februari 2017, sektor industri memberikan kontribusi sebesar 13,31 persen atau sebanyak 16,6 juta orang dari total tenaga kerja sebanyak 124,5 juta orang.

Read more...

Bisnis Kemasan Makin Kinclong

Kementerian Perindustrian menilai bisnis kemasan akan terus bertumbuh sehingga membutuhkan investasi demi meningkatkan daya saing produk di pasaran.

Zakiyudin, Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kementerin Perindustrian (Kemenperin), menyampaikan bisnis kemasan memiliki potensi untuk berkembang pesat pada masa yang akan datang karena setiap industri membutuhkan kemasan untuk setiap produk. Adapun industri saat ini yang paling membutuhkan teknologi kemasan adalah sektor makanan dan minuman, farmasi, jamu, kosmetik, oli, elektronik, dan lain-lain.

Read more...

Menperin: Indonesia masih menjadi tempat investasi menjanjikan

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia masih tetap menjadi negara yang menjanjikan untuk investasi serta pasar potensial, yang antara lain dibuktikan dengan realisasi investasi oleh PT Cipta Mortar Utama di Sumatera Utara.

"Pemerintah mengapresiasi PT Cipta Mortar Utama yang kembali berinvestasi di Indonesia dengan membangun pabrik mortar ke-3 di Kawasan Industri Medan (KIM) 3, di Sumut," demikian kata sambutan Menperin yang dibacakan Staf Khusus Menperin, Happy Bone Zulkarnain saat meresmikan pabrik ke-3 PT Cipta Mortar Utama di KIM 3, Medan, Selasa.

PT Cipta Mortar Utama pertama kali memasuki pasar Indonesia dengan mengoperasikan pabrik mortar di Cibitung tahun 1996 dan kedua di Gresik pada 2008.

Read more...