News Headlines

76 persen ekspor nasional berasal dari industri manufaktur

Industri pengolahan mencatatkan nilai ekspor sepanjang Januari-Desember 2017 sebesar 125 miliar dollar AS, di mana angka tersebut memberikan kontribusi tertinggi hingga 76 persen, dari total nilai ekspor Indonesia yang mencapai 168,73 miliar dollar AS.

“Salah satu faktor penting untuk memacu pertumbuhan industri, yaitu adanya akses kemudahan dalam memperluas pasar, baik di domestik maupun ekspor. Jika pasar optimal, produksi bisa maksimal,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangannya di Jakarta, Rabu.

Kementerian Perindustrian mencatat, perolehan ekspor industri tahun lalu sebesar 125 miliar dollar AS atau setara Rp1.673 triliun, meningkat jika dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Read more...

Asean sepakati kekuatan manufaktur bersama hadapi Industry 4.0

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, negara-negara anggota Asean sepakat untuk melakukan kerja sama ekonomi yang komprehensif dalam menghadapi revolusi industri keempat atau Industry 4.0.

Sektor-sektor manufaktur yang tengah dikembangkan guna menjadi kekuatan unggul di tingkat regional Asia Tenggara, antara lain industri otomotif, elektronika, makanan dan minuman, serta textile clothes footwear (TCF).
 
“Di Indonesia, kelompok manufaktur tersebut telah menjalankan sistem Industry 4.0,” kata Airlangga melalui keterangannya diterima di Jakarta, Senin.

Airlangga menyampaikan hal itu usai melakukan pertemuan multilateral dengan delegasi negara-negara Asean di sela kegiatan World Economic Forum (WEF) 2018 di Davos, Swiss.

Read more...

3 Sektor Industri Ini Butuh Standardisasi Hadapi Revolusi 4.0

Negara-negara di Kawasan Asia Tengara yang tergabung dalam Association of Southeast Asian Nations atau ASEAN telah menyepakati kerja sama pengembangan sektor industri tertentu dalam menghadapi revolusi 4.0

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara saat menghadiri World Economic Forum di Davos, Swiss mengatakan sektor industri yang dimaksud adalah minuman, otomotif, serta textile clothes footwear (TCF).

“Sektor industri tersebut dipilih mengingat pentingnya peran sektor tersebut terhadap perkembangan ekonomi di kawasan ASEAN,” katanya dalam keterengan resmi di Jakarta, Jumat (26/1/2018).

Menurutnya, saat ini negara-negara ASEAN tengah mengembangkan kerja sama perdagangan untuk menuju pasar tunggal, salah satu instrumennya adalah melalui standardisasi.

Read more...