News Headlines

Pemerintah pacu pengembangan industri perawatan pesawat

Pemerintah terus mendorong tumbuhnya industri perawatan dan perbaikan pesawat (maintenance, repair and overhaul /MRO) di Indonesia.

Ini lantaran masih banyak potensi pengembangan industri ini yang diintegrasikan dengan beberapa bandar udara dalam negeri.

"Pertumbuhan jumlah penumpang udara domestik meningkat rata-rata 15 persen per tahun selama 10 tahun terakhir," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Sedangkan, lanjutnya, jumlah penumpang udara internasional naik hingga sekitar delapan persen dan Indonesia merupakan negara terbesar ketiga di Asia dalam pembelian pesawat udara setelah China dan India.

Airlangga menyampaikan, di Bintan tengah dikembangkan Airport and Aerospace Industry Park di atas lahan seluas 4.000 hektare.

Read more...

Kemenperin dorong industri mainan kuasai pasar dunia

Kementerian Perindustrian mendorong industri mainan PT Mattel Indonesia agar bisa menguasai pasar dunia hingga 80 persen, di mana saat ini telah mampu memasok kebutuhan konsumennya secara global sebesar 60 persen.

Untuk mencapai sasaran itu, diperlukan pemanfaatan teknologi terkini dalam upaya meningkatkan produksi sekaligus menerapkan sistem revolusi industri keempat.

“Mattel Indonesia bisa menjadi percontohan di industri mainan dalam negeri yang sudah melaksanakan teknologi Industry 4.0. Ternyata mereka tetap menyerap banyak pekerja,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis.

Menurut Airlangga, industri mainan bisa menjadi pelengkap dari sektor manufaktur lainnya yang telah menerapkan teknologi Industry 4.0.

Read more...

PMI Manufaktur Indonesia Membaik

Indeks Manufaktur Indonesia pada Januari 2018 relatif stabil atau belum menunjukkan tanda-tanda ekspansi dibandingkan dengan akhir tahun lalu.

Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dirilis Nikkei berada di level 49,9 pada Januari 2018, naik tipis dibandingkan realisasi Desember 2017 yang sebesar 49,3. Indeks di atas 50 menunjukkan sektor manufaktur bergerak ekspansif, sedangkan angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi.

Aashna Dodhia, Ekonom IHS Markit, mengatakan setelah mengalami penurunan tipis pada Desember tahun lalu, tanda-tanda stabilisasi sektor manufaktur mulai terlihat karena output relatif stabil pada awal tahun ini.

“Akan tetapi, permintaan baru turun selama dua bulan berturut-turut walaupun penurunannya tipis,” ujarnya, Kamis (1/2/2018).

Read more...