News Headlines

Kemenperin Bidik Ekspor Produk Makanan dan Minuman ke Jepang

Kementerian Perindustrian menyelenggarakan acara Business Matching sebagai upaya meningkatkan ekspor produk makanan dan minuman nasional, dengan berkolaborasi dengan Pemerintah Prefektur Fukuoka, Jepang.

Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan, acara yang diselenggarakan di kantor Kemenperin tersebut merupakan ajang temu bisnis pelaku industri kedua negara yang bertujuan untuk menjalin kemitraan sekaligus menarik investasi.

“Pada 2017, mereka menyatakan salah satu negara sasaran untuk program ke depannya adalah Indonesia dengan fokus di sektor agribisnis dari hulu sampai hilir,” tuturnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (22/2018).

Pada acara tersebut Kemenperin mengundang sejumlah pelaku industri agro di dalam negeriuntuk mempromosikan produk-produkunggulannya, seperti produk olahan rumput laut, kakao, teh, dan kopi. Selain itu kegiatan tersebut juga menampilkan produk makanan hasil sektor industri kecil dan menengah (IKM).

Read more...

Kemenperin genjot industri aluminium

Kementerian Perindustrian berupaya menggenjot dua fokus utama di sektor industri logam, yakni baja dan aluminium agar dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Aluminium ada hampir di semua kehidupan kita, baja juga," kata Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, Harjanto, saat kunjungan ke PT Indonesia Asahan Aluminiun (Inalum) di Kuala Tanjung, Medan, Sumatera Utara, Selasa (20/2).

Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin pada acara yang sama menyatakan kebutuhan aluminium dalam negeri saat ini sebesar 900 ribu ton per tahun, namun, mereka baru dapat memenuhi hingga 260 ribu ton.

Read more...

Kementerian Perindustrian genjot ekspor subsektor IKTA

Kementerian Perindustrian menggenjot beberapa subsektor Industri Kimia Tekstil dan Aneka, di antaranya yakni industri tekstil dan produk tekstil (TPT), industri bahan kimia, industri kulit hingga industri kosmetika.

"Industri TPT memberikan pangsa ekspor dunia sebesar 1,6 persen. Industri TPT merupakan sektor padat karya berorientasi ekspor," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, di Jakarta, Senin.

Pada 2018, Kementerian Perindustrian mematok ekspor TPT sebesar 13,5 miliar dolar Amerika Serikat dan menyerap tenaga kerja sebanyak 2,95 juta orang.

Sedangkan pada 2019, ekspor TPT diharapkan bisa mencapai 15 miliar dolar Amerika Serikat dan menyerap sebanyak 3,11 juta tenaga kerja.

Selain itu, ekspor juga digenjot untuk industri bahan kimia dan barang kimia yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 1,25 persen atau senilai Rp170,41 triliun pada tahun 2017.

Read more...