News Headlines

Industri mainan sumbang pertumbuhan manufaktur

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengemukakan, kinerja industri mainan memberikan kontribusi cukup signifikan bagi pertumbuhan manufaktur dan ekonomi nasional.

Terlebih, industri mainan tergolong sektor padat karya yang berorientasi ekspor.

“Kami sampaikan bahwa ekspor komoditi mainan sampai dengan bulan September tahun 2017 ini mencapai 228,39 juta dolar AS atau naik sebesar 8,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 (YoY) sebesar 209,59 juta dolar AS,” kata Airlangga di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin.

Read more...

2018, Permintaan Baja Diperkirakan Menembus 14,5 Juta Ton

Permintaan baja di dalam negeri pada tahun depan diperkirakan menembus 14,5 juta ton.

Permintaan tersebut lebih tinggi 7% dibandingkan eskpektasi permintaan tahun ini sebanyak 13,5 juta ton.

Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (The Indonesian Iron and Steel Industry Association/IISIA) Hidayat Triseputro menyatakan proyeksi positif tersebut mendorong pabrikan baja multinasional mulai menanamkan modalnya di Indonesia pada tahun depan.

“Pertumbuhan demand baja tahun depan itu minimal 7%. Dengan begitu, investor enggak takut, ada beberapa yang ingin masuk ke sini mulai tahun depan,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (3/12).

Read more...

Pakaian, tekstil, sepatu didorong ekspor ke UE

Kementerian Perindustrian mendorong tiga produk unggulan Indonesia agar lebih memperluas pasar ekspor di Uni Eropa, yaitu pakaian, tekstil, dan sepatu. Ketiga produk ini termasuk prioritas dalam negosiasi perdagangan dan investasi dengan Uni Eropa.

“Kami melihat potensi dari kedua pihak. Kami juga percaya, kerja sama Eropa dan Indonesia akan terus membaik,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai menjadi pembicara pada EU-Indonesia Business Dialogue (EIBD) 2017 dalam keterangan pers, Rabu (29/11).

Negosiasi melalui Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) ini dilakukan, salah satunya untuk mengantisipasi resolusi parlemen Uni Eropa yang dapat mengganggu proses kerja sama kedua belah pihak. Contohnya mengenai kampanye negatif yang digunakan untuk menekan ekspor minyak kelapa sawit Indonesia.

Read more...