Semangat Berkompetisi

Jorgen Vig Knudstorp (pemimpin perusahaan Lego, produk mainan kreatif dan inovatif kelas dunia) mengatakan untuk menjadi yang terbaik di dunia dalam bidangnya diperlukan semangat berkompetisi. Dengan bersaing maka kita akan mendapatkan ide-ide dan peluang baru yang segar melintasi apa yang dapat kita pikirkan dan lakukan sebelumnya. Berkompetisi menstimulir dan memancing pikiran untuk bekerja dalam dinamika mencari terobosan baru demi masa depan pertumbuhan.

Bagi sebagian orang, bersaing akan menakutkan karena harus mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki, berproses dalam waktu yang relatif lama. Ada kecenderungan pula, akan membawa kita melihat sisi orang lain lebih unggul. Sikap ini akan membawa rasa takut. pesimis untuk berubah dan maju.

Namun, berkompetisi akan membuat hidup kita bergairah dan dinamis karena yang diasah adalah mental dan karakter seseorang/perusahaan. Berkompetisi sudah menjadi kodrat manusia sejak dahulu agar dapat bertahan hidup.

JV Knudstorp menambahkan untuk menumbuhkan semangat berkompetisi hendaknya belajar membuka diri dalam pikiran dan hati dengan melihat kemajuan orang lain. Kemudian mengambil makna dan manfaat dari kemajuan tersebut, merumuskan dalam praktik untuk memperoleh pengalaman empiris yang baru. Berkompetisi membutuhkan kekuatan dalam mental dan keinginan kuat untuk terus melaju. Dari pengalaman, akan lahir banyak gagasan dan inovasi baru yang dapat dikembangkan agar bermanfaat bagi diri kita dan orang lain.

Makna sebuah kompetisi

Berkompetisi membuat hidup lebih bermakna secara pribadi dan organisasi, sehingga dapat menangkap peluang lebih baik dalam menatap masa mendatang. Berkompetisi menyadarkan dan membuka pikiran kita terhadap nilai-nilai positif dalam keluarga, komunitas, perusahaan atau organisasi, masyarakat dan bangsa.

Singapura, sebagai negara yang luas wilayahnya kecil, telah membuktikan dengan semangat berkompetisi yang diasah terus menerus bisa menjadikan Singapore Airlines sebagai salah satu maskapai paling disukai di dunia. Mereka memaknai arti sebuah kompetisi sebagai jalan untuk menciptakan ide baru dalam pelayanan, agar lebih baik dari sebelumnya dan bisa tampil berbeda.

Ketahanan diri

Jatuh dan bangun dalam dunia yang berkembang cepat adalah hal yang biasa. Banyak orang dan perusahaan bisa sukses karena sering mengalami proses kegagalan dan keterpurukan. Mereka tidak putus asa dan bangkit lagi untuk memulai dengan cara yang baru dan menantang. Fokus membenahi diri untuk berubah adalah sikap pribadi yang tahan uji akan cobaan dan mengambil sisi positif dari pengalaman lalu. Dari pengalaman, diperoleh pelajaran baru bagaimana ketahanan diri dibentuk secara dewasa, mandiri, dan kuat.

Dalam sebuah seminar, Stephen R. Covey mengatakan seseorang yang menjalankan proses tujuh kebiasaan manusia yang sangat efektif adalah pribadi yang mau berubah. Berubah dalam arti melalui suatu proses menuju kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Makna dari perubahan adalah berkompetisi dengan dirinya di masa lalu dan dengan orang lain di masa sekarang. Berkompetisi membuka pikiran baru dan memperkaya cara-cara kita bertindak dan berperilaku.

Stephen R. Covey menambahkan ketahanan diri yang konsisten dan komitmen tinggi untuk memanfaatkan perubahan adalah fundamental dalam berkompetisi. Semangat berkompetisi akan melahirkan prestasi dan kebanggaan besar untuk bergerak menuju masa depan yang lebih baik.

Melawan sikap inferior

Seperti sebuah piramida, yang ada di pucuk adalah yang sukses dalam bersaing, sedangkan di tengah adalah mereka yang masih berjuang untuk menjadi lebih baik. Pada bagian bawah piramida adalah sebagian besar dari mereka yang takut bersaing dan enggan membuka diri, padahal potensi diri untuk berkembang terbuka lebar. Kemungkinan terbesar terletak pada sikap rendah diri yang membelenggu selama ini.

Cara mengatasi sikap rendah diri adalah dengan memahami diri kita sendiri. Siapa kita sebenarnya, kemampuan apa yang dimiliki. Apa yang sudah dilakukan dalam hidup ini. Apakah memberi nilai positif bagi diri sendiri dan orang lain. Dengan melakukan refleksi diri, akan membuka pikiran dan hati saatnya untuk berubah dan menjalankan sesuatu yang lebih baik. Dengan belajar dari orang yang sukses dan mengerti siapa mereka sebenarnya, akan memupuk keyakinan bahwa pada hakekatnya setiap orang mampu untuk berkembang melalui proses berkompetisi.

Berlatih diri

Berkompetisi membutuhkan latihan agar kita semakin mahir dan mengetahui apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan kita. Berlatih membutuhkan keseimbangan dalam pikiran, hati dan tindakan. Dalam sebuah pelatihan yang dilakukan oleh perusahaan besar elektronik Panasonic, mereka menerapkan prinsip selalu berpikir menang dengan mengasah kemampuan diri untuk menjadi pribadi dan perusahaan kelas satu. Mereka yakin dengan belajar dan berlatih akan meningkatkan kemampuan diri, agar lebih siap dan bersemangat menghadapi kompetisi.

Seperti yang dikatakan Stephen Covey, bahwa untuk menjadi yang terbaik dibutuhkan prinsip “mengasah gergaji”. Pikiran, hati, dan tindakan kita perlu diasah terus secara positif agar semakin berilmu dan berkualitas.

Ingat:

Semangat berkompetisi secara positif akan membuat jiwa dan pikiran kita sehat dan tercerahkan. Berkompetisi memperkaya wawasan dalam berpikir dan bertindak, mampu mengendalikan hidup kita dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Semangat berkompetisi dengan benar akan menghilangkan paradigma lama dan pemborosan energi yang tidak produktif.

Sumber: http://www.andriewongso.com