Seberapa Tahan Kita Dalam Menghadapi Cobaan? Satu Tips untuk Anda!

Dalam kesempitan, tersembunyi kesempatan. Sebuah ungkapan senada diungkap oleh ilmuwan ternama, Albert Einstein, “In the middle of difficulties, lying opportunities.” Hal ini sebenarnya cukup banyak kita jumpai di mana-mana. Orang yang tadinya terimpit masalah, belakangan malah mendapat banyak berkah. Orang yang tadinya biasa-biasa bahkan cenderung minus, malah menemukan banyak hal yang mampu membuatnya melaju terus.

Sayangnya, selalu saja banyak orang masih bertanya. Bahkan, lebih banyak yang ragu. Benarkah setelah banyak kesulitan benar-benar akan muncul kemudahan? Atau, ekstremnya, malah banyak yang mengatakan, seberapa tahan kita dalam menghadapi cobaan dan tantangan, sebelum benar-benar bisa menuai keberhasilan? Dan, berdasar pengalaman yang telah saya alami, di sinilah sebenarnya letak pembeda antara orang-orang yang sukses dengan orang yang gagal. Mereka yang sukses, mereka yang berani terus melaju, mereka yang tetap berjuang, mereka yang pantang menyerah, pada akhirnya benar-benar menuai hasil seperti yang didambakan.

Read more...

Strategi Konsisten

“Di dunia ini ada 2 tipe orang: Tipe Landak dan Tipe Serigala," begitu tulis Isaiah Berlin yang sangat terkenal dengan metafora ini.

Serigala mengetahui banyak hal. Ia licik dan pintar. Ia cepat dan lincah. Ia selalu mencari dan mencari strategi-strategi baru untuk memukul lawannya serta tetap eksis di hutan, tempat hidupnya yang dirasakannya makin tambah sempit untuk mereka berdua.

Landak, di pihak lain, mengetahui hanya satu hal besar. Ia sederhana. Ia menggunakan hanya satu strategi untuk menang, tapi ia mengeksekusinya dengan sempurna dan tidak ada cacat sama sekali. Ketika Serigala mencoba menyerangnya, Landak akan melindungi dirinya dengan duri-duri yang dimilikinya yang ia tahu merupakan satu-satunya namun strategi terbaik yang dimiliknya.

Read more...

Kegagalan adalah Sumber Kekuatan Untuk Meraih Sukses

“Harimau mati meninggalkan belang. Gajah mati meninggalkan gading. Manusia mati meninggalkan nama”. Pepatah itu sangat kental dan kita ingat sebagai perwujudan bahwa setiap perbuatan di dunia, pasti akan dikenang. Baik atau buruk, sukses atau gagal, tergantung “nama” seperti apa yang ingin dikenang.

Jika hal positif yang selalu kita tanamkan, niscaya, siapa pun kita, kelak akan dikenang—minimal di lingkungan terdekat kita—sebagai insan yang memiliki nilai positif sepanjang hidup. Termasuk saat menghadapi kegagalan. Sebab, sejatinya, dengan hal-hal positif, kegagalan pasti akan berbuah kesuksesan. Tak ada sukses yang tak melewati kegagalan. Legenda Thomas Alva Edison dengan ribuan kali kegagalannya telah sering kita dengar. Atau, kisah Steve Jobs yang pernah dipecat dari perusahaan yang didirikannya sendiri, Apple dan kemudian mampu kembali untuk menyelamatkan Apple dari kebangkrutan.

Read more...