Puncak Kesuksesan

Suatu pagi hari yang buta, terlihat seorang pemuda dengan tas di punggungnya tengah berjalan dengan tujuan mendaki ke puncak gunung yang terkenal. Konon kabarnya, di puncak gunung itu terdapat pemandangan yang sangat indah.

Ketika sampai di lereng gunung, terlihat sebuah rumah kecil yang dihuni oleh seorang kakek tua. Setelah menyapa pemilik rumah, si pemuda segera mengutarakan maksudnya. “Kek, saya ingin mendaki gunung ini. Tolong tunjukkan jalur yang paling mudah untuk mencapai ke puncak gunung.”

Si kakek dengan enggan mengangkat tangan dan menunjukkan tiga jari ke hadapan si pemuda, “Ada tiga jalan untuk menuju puncak gunung ini. Kamu bisa memilih sebelah kiri, tengah, atau sebelah kanan.”

Read more...

Memilih Jalan Hidup

Ada seorang anak muda, dia kuliah di kampus top, jurusan paling top, dan lulus sebagai lulusan paling top pula.

10 tahun berlalu, saat teman-temannya menyangka anak muda ini akan kerja di Amerika, atau Eropa sana, menjadi eksekutif perusahaan raksasa, dengan gaji super tinggi, ternyata tidak. Anak muda ini memilih mengabdikan hidupnya di pedalaman sana, menjadi guru.

Aduh rugi sekali. Buat apa dong nilai Matematika-nya yang selalu seratus? Buat apa dong dia menguasai 4 bahasa asing? Buat apa semua pendidikan tersebut jika hanya kerja di pedalaman sana, di tengah hutan, bersama anak-anak kampung? Rugi!

Read more...

Selalu Ada Tetesan Air Walau Itu Di Padang Gurun

Pasar malam dibuka di sebuah kota. Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.

Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini. Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping.

Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir.

Read more...