Semangat Berkompetisi

Jorgen Vig Knudstorp (pemimpin perusahaan Lego, produk mainan kreatif dan inovatif kelas dunia) mengatakan untuk menjadi yang terbaik di dunia dalam bidangnya diperlukan semangat berkompetisi. Dengan bersaing maka kita akan mendapatkan ide-ide dan peluang baru yang segar melintasi apa yang dapat kita pikirkan dan lakukan sebelumnya. Berkompetisi menstimulir dan memancing pikiran untuk bekerja dalam dinamika mencari terobosan baru demi masa depan pertumbuhan.

Bagi sebagian orang, bersaing akan menakutkan karena harus mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki, berproses dalam waktu yang relatif lama. Ada kecenderungan pula, akan membawa kita melihat sisi orang lain lebih unggul. Sikap ini akan membawa rasa takut. pesimis untuk berubah dan maju.

Read more...

Membaca Memberikan Manfaat yang Luar Biasa

“Membaca akan memberikan manfaat (开卷有益 kāi juǎn yǒu yì),” demikian peribahasa Tiongkok yang terkenal. Selain itu, dalam peribahasa Tiongkok masih terdapat ungkapan-ungkapan yang berkaitan dengan sisi positif dari belajar atau membaca, seperti 活到老, 学到老 huó dào lǎo, xué dào lǎo, hidup sampai tua belajar sampai tua. Ada pula ungkapan 囊萤映雪 náng yíng yìng xuě, berkisah tentang seorang anak yang memiliki semangat belajar dan membaca begitu tinggi walaupun hanya diterangi sinar dari sejumlah kunang-kunang yang ditempatkan dalam kantong plastik.

Coba simak kisah di bawah ini:

Pada awal Dinasti Song, Song Tai Zong (宋太宗 sòng tài zōng) adalah salah satu raja yang dalam catatan sejarah disebut-sebut sebagai kutu buku karena ia yang sangat rajin dan hobi membaca. Ia mempunyai prinsip “menguasai atau dikuasai zaman”. Ia yakin tanpa menambah pengetahuan secara berkelanjutan, maka pengetahuan seseorang akan semakin sempit, tergerogoti oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan perubahan-perubahan yang terjadi. Oleh sebab itu, Song Tai Zong tidak pernah melewati hari-harinya tanpa membaca.

Read more...

Semua Ada Masa dan Waktunya

Pernah mengamati petugas valet parking di hotel-hotel atau pusat pertokoan? Mereka dengan keramahannya menjaga betul mobil kita. Apa pun jenis mobil yang kita kendarai, akan dijaga sesuai dengan standar dan prosedur yang telah menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Begitu juga saat mereka mengambilkan kendaraan kita kembali. Senyum ramah mereka sunggingkan, sembari mengucapkan selamat jalan dan semoga selamat sampai tujuan.

Meski bukan mobil milik sendiri, mereka memperlakukan layaknya kendaraan sendiri. Begitu harus “melepas” kendaraan kembali ke pemiliknya, mereka pun tulus memberi ucapan selamat dan mendoakan agar sampai tujuan. Sepele sepertinya. Namun, dari peristiwa sederhana tersebut, bisa jadi pembelajaran bagi kita tentang ketulusan ketika memperoleh sesuatu. Ya, para petugas valet parking itu menerima titipan, menjaganya, dan kemudian mengembalikan tanpa harus “merasa kehilangan”.

Pada tulisan kali ini, saya ingin menggarisbawahi poin soal “merasa kehilangan”. Banyak dari kita yang sering menerima titipan—apalagi berwujud jabatan dalam bisnis dan usahanya—tapi kemudian melekat pada titipan tersebut. Akibatnya, saat harus melepas titipan, terasa berat. Padahal, sedari awal, sudah jelas ,semua ada masanya.

Read more...