Tumbuhkan Pohon untuk Sepuluh Tahun, Kembangkan Manusia untuk Ratusan Tahun

Semua makhluk hidup mengalami siklus dari lahir, tumbuh, dewasa, hingga mati.  Yang membedakan satu dengan yang lainnya adalah bagaimana mereka tumbuh. Ada yang sekadar tumbuh mengikuti hukum alam, ada yang tumbuh dengan ambisi, ada pula yang tumbuh dengan membawa kebaikan bagi makhluk lainnya.

Yang pasti, semua mengandung makna, apa pun kontribusi yang diberikan. Bahkan, sekadar rumput yang bergoyang pun menjadi “nadi” kehidupan bagi makhluk pemakan tumbuhan seperti kuda atau sapi. Dan, sebagai manusia, di sinilah esensi yang harus kita gali. Bagaimana kita tumbuh, dewasa, berkembang, hingga menjadi manusia seutuhnya sesuai dengan peran kita dalam kehidupan.

Read more...

Mengubah Waktu dari “Biasa” Menjadi “Luar Biasa”

Siapa yang hidup di dunia ini yang tidak bergantung pada waktu? Tidak ada kan? Setiap makhluk hidup harus berjalan di koridor WAKTU. Ada waktu di mana kita sukses dan ada waktu kita gagal, ada waktu senang ada juga waktu yang membuat kita sedih. Semuanya akan terus bergulir & akan kita tinggalkan.

Di Indonesia, waktu merupakan ukuran atau gambaran "saat/moment" yang sama, untuk menggambarkan saat baik maupun saat buruk. Begitu juga bahasa Inggris "TIME" atau pun bahasa Mandarin 时间 (shíjiān) atau bahasa-bahasa lainnya. Waktu ya waktu, tidak ada perbedaannya. Namun, di bahasa Yunani kata ”waktu” itu ada 2 makna yaitu:

Read more...

Air Tidak Hanya Mengapungkan Perahu, Tetapi Juga Mampu Menenggelamkannya

Alam diciptakan untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya dengan kebijakan untuk mendatangkan kebaikan bagi seluruh umat manusia. Mineral yang terkandung dalam bumi yang mampu mendatangkan kekayaan, tumbuhan dan hewan yang dimakan menjadi sumber energi, hingga angin dan air yang bisa mendatangkan tenaga untuk energi listrik yang menerangi dunia. Semua itu jika dikelola dengan benar, akan mendatangkan segala manfaat yang diperlukan untuk semua pihak.

Tetapi sebaliknya, jika tak dikelola dengan bijak—bahkan dijalankan dengan sikap tamak dan rakus—alam pun bisa jadi “murka”. Pohon yang ditebangi sembarangan tanpa ditanami lagi, bisa mengikis tanah sehingga banjir pun tak terhindarkan. Sumber mineral di bumi yang dikelola tanpa memedulikan lingkungan, mendatangkan banyak petaka yang akhirnya sering merugikan.

Read more...