Kebiasaan yang Diulang Akan Melahirkan Keahlian

Dalam pepatah Tiongkok kuno, ada sebuah pepatah yang dilandasi dari sebuah kisah, “Memanah 100 Kali, Tepat Sasaran 100 Kali”. Pepatah tersebut adalah: “Kebiasaan yang diulang terus menerus, akan melahirkan keahlian!” Secara harfiah, hal ini jika dimaknai, bertutur tentang betapa luar biasanya kekuatan kebiasaan.

Berikut adalah kisah tentang Sang Panglima ahli memanah:

Suatu ketika, di daratan Tiongkok, hidup seorang panglima perang yang sangat terkenal. Sang Panglima dianggap memiliki kelebihan yang tak dimiliki orang-orang biasa. Yakni, ia memiliki keahlian memanah yang tiada tandingannya.

Suatu hari, sang panglima ingin memperlihatkan keahliannya memanah kepada rakyat di negerinya. Lalu, Sang Panglima memerintahkan prajurit bawahannya agar menyiapkan papan sasaran yang diletakkan cukup jauh, serta 100 buah anak panah untuknya.

Read more...

Yang Sudah Berlalu Tak Usah Disesali

Suatu ketika, ada seorang pemuda yang mendapat warisan dari orangtuanya. Karena tergolong keluarga sederhana, ia hanya mendapat sedikit uang dan beberapa buah buku. Sebelum meninggal, ayahnya berpesan, “Anakku, buku-buku ini adalah harta yang tak terhingga nilainya. Ayah berikan kepadamu, baca dan pelajarilah. Mudah-mudahan kelak  nasibmu bisa berubah lebih baik. Dan ini sedikit uang, pakailah untuk menyambung hidup dan bekerjalah dengan rajin untuk menghidupi dirimu sendiri.”

Tak berapa lama, uang yang ditinggalkan pun habis terpakai. Sejenak ia melongok buku-buku peninggalan ayahnya. Ia teringat pesan dari orangtuanya agar belajar dari buku tersebut. Karena malas, ia mengambil jalan pintas. Buku itu dijual kepada teman yang mau membeli karena kasihan. Sebagai gantinya, ia mendapatkan beras untuk makan sehari-hari.

Read more...

Karakter yang Membawa Kebaikan

Karakter bukan sekadar berhubungan dengan sikap dan sifat. Dengan karakter yang baik, banyak hal yang bisa kita maksimalkan.

Belakangan ini, kita sangat akrab (baca: dipaksa mengakrabi) kata-kata “korupsi”. Coba tengok dan cek berita di koran, televisi, internet, dan media apa pun. Bahkan, termasuk media sosial. Hampir selalu ada berita tentang korupsi di Tanah Air. Inilah sebuah gambaran nyata di negeri kita. Korupsi menjadi hal yang bahkan dianggap tak lagi tabu. Jika dibiarkan terus-menerus, generasi masa depan negeri bisa jadi makin tak punya arti. Karena itu, butuh kesadaran kita semua untuk menjadikan diri dan lingkungan terbebas dari korupsi.

Satu hal yang bisa jadi faktor pencegah untuk tumbuh suburnya budaya korupsi adalah memperbaiki karakter individu. Mengapa? Sebab, dengan karakter yang positif, godaan-godaan yang kerap kali menjerumuskan bisa dicegah, diubah jadi positif, atau jika memang tak bisa “diutak-atik”, bisa segera ditinggalkan dan dibinasakan sebelum menjadi kebiasaan. Di sinilah letak kekuatan karakter untuk menentukan masa depan yang lebih positif. Bukan itu saja, bahkan menurut ilmuwan dunia Albert Einstein, seorang ilmuwan besar/hebat sebenarnya bukan ditentukan oleh kecerdasannya, tapi oleh karakter yang dimilikinya.

Read more...