7 Strategi Memulai Bisnis

Penelitian yang dilakukan oleh Michael Gerber (seorang konsultan bisnis UKM) di Amerika dan Australia menemukan bahwa 96% bisnis kecil yang dimulai hari ini, gagal dalam waktu sepuluh tahun. Hal ini bukan rahasia. Bahkan Anda bisa menilai diri sendiri, dengan pengalaman pribadi Anda. Apakah Anda pernah memulai bisnis? Berapa lama bisnis Anda bertahan secara konsisten? Antara 2-5 tahun, atau 10 tahun…?

Apakah kenyataan ini akan diterima begitu saja, atau kita bisa mengalahkan mitos ini dengan berpikir lebih cermat? Apa yang dilakukan oleh pebisnis yang sukses mempertahankan bisnisnya sejak awal? Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan:

Read more...

Apa Isi Hati Kita Hari Ini?

Alkisah, di sebuah klinik dokter spesialis anak-anak, seorang anak laki-laki bernama Jeremy sedang melakukan pemeriksaan rutin tahunan.

Sang dokter mengetuk dada Jeremy berulang kali dengan jarinya, “Apakah kamu dengar suaranya yang seperti rongga kosong?” Jeremy mengangguk.

“Nah itulah paru-paru kamu. Kamu tahu enggak, apa kira-kira isi paru-paru kamu?” tanya sang dokter.

“Isinya.. udara,” jawab Jeremy.

“Ya, betul, itu isinya udara. Pintar sekali deh, kamu Jeremy. Nah kalau yang ini suara ketukannya adalah seperti mengenai suara benda padat bukan?, Nah di rongga sebelah dalam ada jantung (heart) kamu. Apa isi jantung hatimu?”

Read more...

Segera Bertindak, Bergerak, dan Berkarya

Dalam diri kita masing-masing, sebenarnya ada DNA sukses yang sudah ditanamkan sebagai bagian dari kesempurnaan adikarya Sang Mahakuasa. Semua tercipta dengan potensi—apa pun itu bentuknya—yang jika digali, dikembangkan, dimaksimalkan, mampu jadi kekuatan luar biasa, sesuai dengan bidang yang digeluti atau ditekuni.

Minimal, seseorang akan bisa memenuhi “tugas” hidupnya, yakni menjadi “puzzle” alias keping pelengkap peran yang tak bisa dilakukan orang lain. Seperti seorang yang tak bisa memotong rambutnya sendiri, ia butuh tukang cukur untuk membantunya. Seperti juga layaknya orangtua, yang perlu bantuan guru—baik formal dan nonformal—yang membantu mendidikan anak-anaknya.

Itulah mengapa sejatinya, hanya dengan bergerak, kita sebenarnya sudah memberi arti bagi hidup dan kehidupan di sekeliling kita. Ya, kuncinya terletak pada “gerak” alias “tindakan”! Tentu, bukan sekadar tindakan apa adanya yang tanpa makna. Namun, tindakan yang diharapkan mampu memberi kontribusi bagi diri dan sekeliling kita.

Read more...