Jangan Hidup di Masa Lalu!

Sukses kemarin tak berarti sukses hari ini. Butuh perjuangan dan kesadaran, bahwa zaman terus berubah. Sehingga, kewaspadaan ekstra di hari inilah yang akan membuat usaha maju selamanya.

Sayangnya, ada beberapa orang/pihak yang kadang tidak menyadari hal ini. Perubahan dianggap sebagai sebuah hal yang biasa. Sehingga, kewaspadaan pun jadi hal bukan menjadi perhatian utama.

Karena itu, tak jarang kita menemukan berbagai produk yang di masa lalu sangat berjaya, kini seolah hanya tinggal nama. Sebut saja merek Odol, yang kini hanya jadi sebutan untuk pasta gigi. Padahal, pada zaman dulu, merek itu sangat ternama. Ingat juga merek sepeda Federal? Model sepeda gunung yang sempat berjaya di era 80-90-an. Namun, kini, model dengan nama itu seolah menghilang entah ke mana.

Read more...

Tak Akan Melepas

Dalam kehidupan ini, tak ada satu pun proses yang kita lewati tanpa adanya perjuangan. Tak ada juga proses yang tanpa melalui hambatan dan rintangan.

Saat bayi, ketika hendak belajar berjalan, kita pasti tak sekali dua kali jatuh. Namun, selalu saja ada dorongan agar kita bangkit lagi dan akhirnya bisa berdiri, berjalan, dan bahkan berlari. Kemudian, saat menjadi anak-anak hingga remaja, sudah pasti pula kita menghadapi berbagai macam tantangan, mulai dari urusan sekolah hingga pergaulan. Begitu pula saat menginjak dewasa dan mulai bekerja atau berbisnis. Sangat banyak halangan dan rintangan yang kita alami. Semua itu, menegaskan bahwa kita memang hidup dalam dunia yang penuh pembelajaran. Hanya mereka yang mampu melewati ujian dan cobaan dengan sikap pantang menyerahlah yang akan jadi sang pemenang.

Hal ini sejalan dengan pepatah bijak dalam judul artikel ini. Maknanya, untuk mencapai keberhasilan dalam segala bidang, sikap pantang menyerah harus diutamakan. Sikap pantang menyerah ini menjadi “pintu terakhir” sebelum membuka pintu kesuksesan sebenarnya. Karena itu, hal ini juga bisa dimaknai bahwa untuk meraih sukses, kita tak boleh melepas semangat juang.

Read more...

Kejujuran Sepenuh Hati Kepada Semua Orang

Ada orang yang mengatakan sebuah pernyataan sarkastis, namun kerap disetujui oleh banyak pihak. Kalimat tersebut adalah kalau yang tidak jujur saja susah dapatnya, apalagi dengan cara yang jujur? Sekilas, di tengah maraknya kasus korupsi yang kerap menghiasi berbagai media belakangan ini, kalimat tersebut terasa menyentak akal sehat.

Tapi, apakah kemudian kejujuran telah demikian mahalnya untuk menjalankan sebuah bisnis? Saya sendiri berpendapat, bahwa bekerja, berkarya, dan berusaha harus berdasarkan prinsip baik, benar, dan jujur. Puluhan tahun menjadi pengusaha di beberapa bidang, saya merasakan, dengan prinsip itulah, saya lebih merasa nyaman dan tenang.

Ada satu ungkapan kuno yang saya letakkan dalam judul artikel ini, 诚心诚意 - cheng xin cheng yi. Meski makin “langka”, jujur adalah salah satu bentuk “cerdas hidup” yang pada akhirnya akan memuaskan semua pihak. Dan, sebagaimana usaha-usaha yang terus berkembang dan bertahan sekian lama, kunci utama “memuaskan pelanggan”—salah satunya dengan kejujuran—masih menjadi kekuatan yang dapat memajukan perusahaan.

Read more...