Karakter yang Membawa Kebaikan

Karakter bukan sekadar berhubungan dengan sikap dan sifat. Dengan karakter yang baik, banyak hal yang bisa kita maksimalkan.

Belakangan ini, kita sangat akrab (baca: dipaksa mengakrabi) kata-kata “korupsi”. Coba tengok dan cek berita di koran, televisi, internet, dan media apa pun. Bahkan, termasuk media sosial. Hampir selalu ada berita tentang korupsi di Tanah Air. Inilah sebuah gambaran nyata di negeri kita. Korupsi menjadi hal yang bahkan dianggap tak lagi tabu. Jika dibiarkan terus-menerus, generasi masa depan negeri bisa jadi makin tak punya arti. Karena itu, butuh kesadaran kita semua untuk menjadikan diri dan lingkungan terbebas dari korupsi.

Satu hal yang bisa jadi faktor pencegah untuk tumbuh suburnya budaya korupsi adalah memperbaiki karakter individu. Mengapa? Sebab, dengan karakter yang positif, godaan-godaan yang kerap kali menjerumuskan bisa dicegah, diubah jadi positif, atau jika memang tak bisa “diutak-atik”, bisa segera ditinggalkan dan dibinasakan sebelum menjadi kebiasaan. Di sinilah letak kekuatan karakter untuk menentukan masa depan yang lebih positif. Bukan itu saja, bahkan menurut ilmuwan dunia Albert Einstein, seorang ilmuwan besar/hebat sebenarnya bukan ditentukan oleh kecerdasannya, tapi oleh karakter yang dimilikinya.

Read more...

Semangat Berkompetisi

Jorgen Vig Knudstorp (pemimpin perusahaan Lego, produk mainan kreatif dan inovatif kelas dunia) mengatakan untuk menjadi yang terbaik di dunia dalam bidangnya diperlukan semangat berkompetisi. Dengan bersaing maka kita akan mendapatkan ide-ide dan peluang baru yang segar melintasi apa yang dapat kita pikirkan dan lakukan sebelumnya. Berkompetisi menstimulir dan memancing pikiran untuk bekerja dalam dinamika mencari terobosan baru demi masa depan pertumbuhan.

Bagi sebagian orang, bersaing akan menakutkan karena harus mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki, berproses dalam waktu yang relatif lama. Ada kecenderungan pula, akan membawa kita melihat sisi orang lain lebih unggul. Sikap ini akan membawa rasa takut. pesimis untuk berubah dan maju.

Read more...

Membaca Memberikan Manfaat yang Luar Biasa

“Membaca akan memberikan manfaat (开卷有益 kāi juǎn yǒu yì),” demikian peribahasa Tiongkok yang terkenal. Selain itu, dalam peribahasa Tiongkok masih terdapat ungkapan-ungkapan yang berkaitan dengan sisi positif dari belajar atau membaca, seperti 活到老, 学到老 huó dào lǎo, xué dào lǎo, hidup sampai tua belajar sampai tua. Ada pula ungkapan 囊萤映雪 náng yíng yìng xuě, berkisah tentang seorang anak yang memiliki semangat belajar dan membaca begitu tinggi walaupun hanya diterangi sinar dari sejumlah kunang-kunang yang ditempatkan dalam kantong plastik.

Coba simak kisah di bawah ini:

Pada awal Dinasti Song, Song Tai Zong (宋太宗 sòng tài zōng) adalah salah satu raja yang dalam catatan sejarah disebut-sebut sebagai kutu buku karena ia yang sangat rajin dan hobi membaca. Ia mempunyai prinsip “menguasai atau dikuasai zaman”. Ia yakin tanpa menambah pengetahuan secara berkelanjutan, maka pengetahuan seseorang akan semakin sempit, tergerogoti oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan perubahan-perubahan yang terjadi. Oleh sebab itu, Song Tai Zong tidak pernah melewati hari-harinya tanpa membaca.

Read more...