News Headlines

Perusahaan keramik siap ambil peluang pasca safeguard

Pasca aturan safeguard diberlakukan di tahun 2018, produsen keramik nasional akan menambah kapasitas produksinya. Hal ini sekaligus langkah produsen dalam negeri untuk mengisi kekosongan produk impor dari China.

Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) Edy Suyanto menjelaskan pasca penerapan safeguard para pelaku industri berusaha untuk meningkatkan produksinya. Total ada lima produsen yang berencana akan tingkatkan produksinya. "Sekarang kapasitas nasional sekitar 530 juta meter persegi (m2) dan akan bertambah 40 juta m2 lagi menjadi 570 juta m2," kata Edy, jumat lalu.

Lima perusahaan yang ekspansi yakni PT Jui Shin Indonesia yang berlokasi di Sumatera Utara, PT Gemilang di Subang, Mulia Group, PT Cahayaputra Asa Keramik dan juga PT Arwana Citramulia Tbk.

Edy yang juga Chief Operation Officer Arwana menjelaskan tahun ini pabrik Arwana Ogan Ilir Sumatra Selatan juga akan ditambah kapasitasnya. Saat ini pabrik tersebut memiliki kapasitas 8 juta meter persegi tiap tahun. Pada bulan Juni pabrik akan mulai produksi dengan penambahan kapasitas 4,5 juta meter persegi.

Edy menjelaskan impor keramik terutama dari China sudah turun pasca penerapan safeguard. Hanya saja dirinya mengingatkan para importir sejatinya sudah mempersiapkan

diri dengan impor lebih besar sebelum penerapan safeguard. "Jadi kita perlu perhatikan data impor di kuartal I-2019 dan kuartal II-2019 nanti," jelas Edy, Jumat lalu.

Data dari ASAKI impor keramik pada 2018 sebesar menjadi 80,3 juta meter persegi (m²). Atau meningkat 18% dari periode tahun 2017 sebanyak 67 juta ton meter persegi (m²).

Edy menambahkan pasca aturan safeguard terhadap produk China, negara lain saat ini melihat peluang untuk masuk ke Indonesia. Terutama dari negara India yang notabene merupakan produsen keramik terbesar kedua di dunia. Dengan kapasitas 1 miliar m² per tahun diprediksi akan mudah masuk ke Indonesia. "Kami lihat aturan safeguard itu merupakan obat sementara. Yang diperlukan saat ini harga gas yang bersaing dengan negara lain agar produsen lokal punya daya saing setara," katanya.

Selain itu PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK) juga berencana meningkatkan pendapatannya di 2019. Juli Berliana, Direktur CAKK menjelaskan optimis perusahaan dapat meraup pendapatan sebesar Rp 300 miliar di 2019. Hasil optimisme ini juga karena pemerintah sudah mengeluarkan safeguards untuk memproteksi industri keramik dalam negeri.

"Kami juga melihat adanya kenaikan permintaan khususnya di Jabodetabek," kata Juli kepada Kontan.co.id, Minggu (3/3).

Juli juga menambahkan tahun ini berencana memproduksi keramik dengan ukuran besar 60x60. Dimana saat ini ukuran terbesar baru 50x50. "Kami baru pengembangan dulu di tahun ini. Belum ke produksi massal untuk dijual ke pasar," kata Juli.

Perusahaan juga berusaha mempertahankan utilitas produksi. Yang dimana rata-rata sudah mencapai 90%. "Kami akan berupaya secara berkesinambungan untuk meningkatkan efisiensi energi perusahaan," katanya.

Sumber: https://industri.kontan.co.id