News Headlines

Industri Pulp and Kertas masih bertumbuh 5% di 2019

Tahun depan industri pulp dan kertas diperkirakan masih bisa naik. Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) menilai permintaan global maupun domestik masih terus meningkat

Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Aryan Warga Dalam menjelaskan industri pulp dan kertas masih bisa tumbuh 5% pada tahun depan. Hal ini mengingat kapasitas produksi pulp dan kertas masih meningkat dan juga adanya permintaan kertas untuk pemilu.

"Untuk pemilu kebutuhannya bisa capai 100 ribu ton dengan berbagai jenis kertasnya. Tentu ini lebih banyak dibandingkan dengan Pemilu 2014 lalu," kata Aryan Jumat akhir pekan lalu.

Hanya saja Arya menilai tantangannya bagi Indonesia, yakni masih dituduh melakukan aksi dumping pulp. Baik dari negara seperti Amerika Serikat, Australia, India, Pakistan, dan Korea Selatan. "Tapi saat ini permintaan dunia masih meningkat sekitar 2%," jelas Aryan.

Yang jelas APKI menilai bisnis kertas saat ini dan kedepannya memiliki potensi untuk terus tumbuh seiring dengan penggunaan berbagai produk kertas yang belum bisa tergantikan.

Apalagi industri kertas sangat terkait dengan industri lain diantaranya industri percetakan, industri pengemasan dan pengepakan, industri makanan minuman, serta menjadi penunjang berbagai kegiatan administrasi, kearsipan dan perkantoran.

Dari catatan Kementerian Perindustrian, sampai saat ini, sudah ada 84 perusahaan pulp dan kertas di Indonesia. Dan, Indonesia berada di peringkat ke-9 untuk produsen pulp terbesar di dunia serta posisi ke-6 untuk produsen kertas terbesar di dunia

Selain itu, industri pulp dan kertas memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional.Berdasarkan kinerja ekspornya, industri kertas berhasil menduduki peringkat pertama dan industri pulp peringkat ketiga untuk ekspor produk kehutanan selama tahun 2011-2017.

Pada 2017, kedua industri tersebut menyumbang ke devisa negara sebesar US$ 5,8 miliar. Yang berasal dari kegiatan ekspor pulp sebesar US$ 2,2 miliar ke beberapa negara tujuan utama yaitu China, Korea,India, Bangladesh dan Jepang serta ekspor kertas sebesar US$ 3,6 miliar ke negara Jepang, Amerika Serikat, Malaysia, Vietnam dan China.

Sumber: https://industri.kontan.co.id