News Headlines

Industri makanan dan minuman optimis di tahun politik kinerja akan naik

Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) memandang positif tahun politik. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman mengatakan tahun politik justru membuat uang beredar di masyarakat makin banyak.

Alhasil industri makanan dan minuman (mamin) bisa ikut terangkat pertumbuhan. "Tentu banyak acara-acara yang diadakan di tahun politik yang membutuhkan makanan juga," kata Adhi, Kamis (27/9). Hanya saja Adhi mengingatkan industri mamin bisa naik di tahun politik tetapi harus dalam kondisi yang aman dan kondusif.

Adhi mengaku secara pertumbuhan kinerja industri mamin sampai saat ini dalam jalur baik. Namun dirinya menilai kuartal III akan turun sedikit dibanding kuartal II mengingat usai lebaran biasanya ada penurunan permintaan sedikit.

Lalu di kuartal IV-2018 akan positif karena gejolak permintaan liburan natal dan akhir tahun. "Pertengahan tahun sudah tumbuh hampir 8,7% dan kami optimis sampai akhir tahun industri mamin bisa tumbuh 8,85%," kata Adhi.

Adapun tahun depan Adhi menilai pertumbuhan mamin bisa naik hingga 9%. Asalkan tantangan dari industri mamin bisa terlewati. Misalnya saja dari nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Adhi menilai pelaku industri baru bisa menaikan harga jual pada tahun depan. Serambi memantau nilai tukar sampai akhir tahun dan berharap pemerintah bisa mengendalikan nilai tukar saat ini.


"Kenaikannya belum bisa dipastikan berapa tapi yang pasti single digit. Sebab bila misalnya naik harga 5% saja bisa menimbulkan inflasi yang kurang baik juga," jelasnya.

Adapun Adhi berharap dengan adanya kondisi nilai tukar saat ini pemerintah bisa memberikan kompensasi yang setimpal bagi industri. Misalnya saja mempermudah regulasi impor bahan baku yang saat ini berbelit-belit. Sebab bila adanya tambahan regulasi menjadi ada biaya tambahan.

Sementara, pelaku usaha seperti PT Kino Indonesia Tbk juga optimis di tahun politik. Menurut Harry Sanusi, Presiden Direktur PT Kino Indonesia Tbk, melihat ini justru bagus buat produk konsumer. "Sebab Uang berputar ke bawah dan pemerintah banyak subsidi," kata Harry kepada Kontan.co.id, Kamis (27/9).

Adapun tahun ini emiten berkode saham KINO ini masih optimis kinerjanya lebih baik. Dari segi pendapatan diprediksi naik 12% dan dari segi profit bisa tumbuh dari 30% sampai dengan 35%. "Harusnya tahun depan kinerja lebih baik," katanya.

Sementara, Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan dengan adanya tahun politik tersebut Kalbe hanya bisa berpikir optimis. "Hal ini karena masyarakat
banyak aktivitas diharapkan banyak membutuhkan produk konsumer," kata Vidjongtius kepada Kontan.co.id, Kamis (27/9).

Untuk tahun depan sayangnya belum ada gambaran kenaikan target kinerja. "Mudah-mudahan membaik tapi belum punya angka nya saat ini," katanya.

Sebelumnya, Director Marketing Communication and Commercial Yakult Indonesia Persada, Antonius Nababan mengatakan meski saat ini ada dampak kurs nilai tukar rupiah, pasti menjadi perhatian perusahaan. "Namun tidak harus panik lah," kata Antonius.

Tahun ini kapasitas produksi meningkat menjadi 8,4 juta botol per hari atau naik 1,2 juta botol dari periode tahun lalu yang hanya mencapai 7,2 juta botol per hari.
Kenaikan kapasitas produksi terjadi di pabrik Mojokerto yang saat ini bisa memproduksi 4,8 juta botol per hari. Sedangkan saat ini juga ada pabrik di Sukabumi yang bisa memproduksi 3,6 juta botol per hari.

Sedangkan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk belum mau berbicara mengenai dampak tahun politik. Namun External Communications Head PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, Stephen Orlando menjelaskan masih optimis target pertumbuhan penjualan dan laba bersih tahun ini diharapkan menjadi dua digit, seiring pertumbuhan di semester dua yang diharapkan lebih baik.

Menilik laporan keuangan hingga semester I-2018 menunjukkan pendapatan ROTI tumbuh 7,8% menjadi Rp 1,27 triliun. Sementara, laba bersih tercatat turun 19,8% menjadi Rp 39 miliar.

Ada beberapa strategi yang dicanangkan perusahaan untuk memantapkan kinerja sampai akhir tahun nanti. Lewat produk baru dan pelebaran distribusi penjualan. "Rencananya kami akan meluncurkan beberapa produk baru di kuartal empat," kata Stephen.

Kementerian Perindustrian mencatat, pada triwulan II tahun 2018, pertumbuhan industri makanan dan minuman mencapai 8,67% atau melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,27%. Bahkan, sektor industri makanan dan minuman mampu memberikan kontribusi tertinggi terhadap PDB industri pengolahan nonmigas hingga 35,87%.

Sumber: https://industri.kontan.co.id