News Headlines

Hal Ini Menjadi Pemicu Ekspor Produk Semen Indonesia Melonjak 50%

Ekspor semen dan clinker Semen Indonesia Group tumbuh lebih dari 50% pada Agustus 2018.

Dari data yang dirilis, holding semen milik negara tersebut mencatatkan ekspor sebesar 359.827 ton, naik 67,03% secara tahunan.

Sebagian besar, produk semen dan clinker dikirim ke negara-negara Asia Tenggara, seperti Maladewa dan Srilangka. Selain itu, Semen Indonesia Group juga mengirim produk ke Australia dan Timor Leste.

Agung Wiharto, Corporate Secretary Semen Indonesia, mengatakan saat ini tidak hanya Indonesia saja yang mengalami kelebihan pasokan semen, tetapi juga negara Asia Tenggara lainnya, seperti Thailand dan Vietnam.

Kendati demikian, ekspor Semen Indonesia Group masih bisa tumbuh tinggi. Menurut Agung, pihaknya diuntungkan oleh faktor geografis.

“Secara lokasi, pabrik Semen Padang lebih dekat ke negara-negara Asia Selatan dibandingkan pabrik semen di negara Asean lain. Untuk wilayah Timor Leste dan Australia berasal dari pabrik Gresik dan Tonasa,” katanya Selasa (18/9/2018).

Dia menjelaskan karena sifat semen yang berat atau bulky, maka biaya logistik sangat mempengaruhi harga. Semakin jauh jarak pengiriman, maka semakin mahal biaya logistiknya dan pada akhirnya mempengaruhi harga jual.

Adapun, ekspor saat ini menjadi pilihan para pabrikan dalam negeri untuk menaikkan utilisasi pabrik.

“Hingga sekarang kan masih kelebihan kapasitas, ekspor ini jadi jalan untuk menaikkan utilisasi dan saat ini juga bisa mendatangkan devisa,” ujarnya.

Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), ekspor semen dan clinker pabrikan dalam negeri pada Januari—Agustus 2018 tercatat sebesar 3,62 juta ton atau naik 95,8% y-o-y. Ekspor tersebut terdiri dari semen sebesar 950.063 ton dan clinker sebesar 2,67 juta ton.

Sumber: http://industri.bisnis.com