News Headlines

Hal Ini Jadi Pemicu Manufaktur Menggeliat pada Kuartal II/2018

Pertumbuhan industri non migas pada kuartal II/2018 dipengaruhi oleh penguatan konsumsi dalam negeri.

Mohammad Faisal, Direktur Penelitian Center of Reform and Economic (CORE) Indonesia, mengatakan penguatan konsumsi dalam negeri terjadi seiring dengan peningkatan konsumsi rumah tangga. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,14% y-o-y.

Angka pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkam kuartal II/2017 yang sebesar 4,95% y-o-y.

"Peningkatan konsumsi rumah tangga ini ada faktor musiman dan non musiman. Kalau musiman karena ada pembagian THR yang lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya Senin (6/8/2018).

Pembagian THR menjelang Idulfitri tersebut mendorong konsumsi naik, terutama pada Mei 2018. Di sisi lain, Faisal juga melihat terdapat faktor non musiman karena kenaikan permintaan domestik mulai terlihat sejak Februari 2018.

"Ada perubahan pola konsumsi rumah tangga yang melambat sejak kuartal III/2016, karena masyarakat menengah ke atas menahan belanjanya, sekarang belanja kembali, terutama untuk pakaian, alas kaki, dan kendaraan bermotor," jelasnya.

Faisal juga memperkirakan permintaan produk industri pengolahan non migas masih akan bertumbuh hingga kuartal akhir tahun ini.

Adapun, pada hari ini, BPS merilis pertumbuhan industri pengolahan non migas sebesar 4,41% secara tahunan pada kuartal II/2018. Secara kumulatif, pertumbuhan sektor ini sepanjang semester I/2018 sebesar 4,74%.

Suhariyanto, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), mengatakan pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan kuartal II/2017 yang sebesar 3,93%. Pertumbuhan ini didorong oleh industri makanan dan minuman yang tumbuh sebesar 8,67% y-o-y, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 6,48%.

"Industri tekstil dan pakaian jadi juga tumbuh cukup tinggi, sebesar 6,39% yang didukung oleh permintaan domestik saat Ramadan dan Idulfitri," ujarnya dalam paparan pertumbuhan ekonomi kuartal II/2018 di Jakarta, Senin (6/8/2018).

Selain industri mamin dan industri tekstil dan pakaian jadi, pertumbuhan industri non migas pada kuartal II/2018 juga didorong oleh sektor kulit, barang dari kulit, dan alas kaki yang tumbuh 11,38%, didorong oleh peningkatan permintaan domestik dan luar negeri.

Industri alat angkut juga tumbuh 3,10%, jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumya yang sebesar 0,61%.

Pada periode yang sama, sektor industri pengolahan migas dan non migas masih menjadi penyumbang terbesar terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) , yaitu sebesar 19,83%. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2018 tumbuh sebesar 5,27%, lebih tinggi dibandingkan kuartal II/2017 yang sebesar 5,01%.

Sumber: http://industri.bisnis.com