Pelaku Industri Tetap Optimistis

Pelaku industri terus meyakini iklim bisnis dalam negeri masih positif dan tidak terpengaruh oleh peristiwa teror di beberapa kota.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan bagi investasi, kepastian hukum dan keamanan memang diperlukan. Selepas kejadian teror yang terjadi sejak Minggu (13/5/2018), pelaku industri masih memandang kondisi di Indonesia belum mengkhawatirkan.

"Kami berbicara dengan pelaku industri seluruhnya masih positif," ujarnya di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Airlangga meyakinkan seluruh komponen masyarakat, termasuk pelaku industri, tidak boleh terkena imbas dari kejadian teror tersebut. Menurutnya, aksi teror bertujuan mengganggu stabilitas suatu negara, salah satunya kegiatan investasi dan bisnis.

Dengan demikian, kegiatan ekonomi harus tetap berjalan agar apa yang diinginkan para teroris tidak tercapai.
Sebelumnya, dia mengatakan aksi terorisme sama sekali tidak bisa ditoleransi. Airlangga juga berharap agar masyarakat menjaga solidaritas untuk menghadapi serangan teroris dan tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

Adapun, peristiwa bom Surabaya berawal pada Minggu (13/5/2018) pagi, secara susul-menyusul terjadi ledakan bom di tiga gereja, yaitu GKI Diponegoro, Gereja Santa Maria Tak Bercela, dan Gereja Pantekosta. Bom juga meledak di parkiran Polrestabes Surabaya pada Senin (14/5/2018).

Pada pagi hari ini kembali terjadi peristiwa teror di Riau. Sejumlah orang terduga teroris yang mengendarai sebuah mobil dan menerobos Mapolda Riau.

Sumber: http://industri.bisnis.com