Kemenperin Fokus ke Revitalisasi Tekstil

Kementerian Perindustrian bakal fokus melakukan revitalisasi industri tekstil pada sektor hulu.

Achmad Sigit Dwiwahjono, Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kemenperin, mengatakan program tersebut difokuskan ke industri tekstil hulu seperti benang, kain, pencelupan, dan sebagainya, karena impor bahan baku tekstil masih cukup tinggi. Selain itu, industri garmen atau pakaian jadi dalam negeri sudah mampu bersaing secara global.

"Revitalisasi masih kami usahakan berupa pendanaan berbunga rendah dari China atau bantuan penggantian bea masuk untuk mesin," ujarnya di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Kemenperin berencana melanjutkan kembali program revitalisasi industri tekstil setelah program ini diberhentikan pada 2015 untuk dievaluasi. Setelah evaluasi, program revitalisasi untuk mesin dan peralatan tekstil ternyata sangat efektif dalam mendorong pertumbuhan industri ini, terutama dalam meningkatkan utilisasi.

Sigit menuturkan program revitalisasi industri tekstil tersebut akan dimulai lagi pada 2019. "Kalau untuk sekarang, fasilitas bukan soal dana, misalnya dipermudah ketemu investor untuk peralatannya," jelas Sigit.

Kebutuhan industri tekstil untuk mengganti mesin-mesin yang dinilai sudah tua diperkirakan senilai Rp400 miliar per tahun. Pada program revitalisasi terdahulu, pemerintah memberikan subsidi sebesar 10% dari nilai investasi atau harga mesin dan untuk setiap perusahaan maksimal diberikan Rp5 miliar.

Sumber: http://industri.bisnis.com