Performa Industri Makanan dan Minuman Bakal Tetap Kinclong

Kementerian Perindustrian optimistis kinerja industri makanan dan minuman tetap tumbuh positif pada tahun ini.

Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto mengatakan momentum pemilihan kepala daerah yang berlangsung tahun ini di berbagai wilayah di Indonesia berpotensi dapat meningkatkan konsumsi produk mamin lokal.

“Trennya memang pertumbuhan industri mamin di atas 7%, dengan catatan adanya aturan atau kebijakan yang mendukung peningkatan produksi. Kami memproyeksi kinerja industri mamin tahun ini sebesar 8% hingga 9% sebagai target moderat,” ujarnya Senin (23/4/2018).

Untuk itu, lanjut Panggah, perlu dilakukan sinergi program dan kegiatan antara pemerintah dan pemangku kepentingan dalam pengembangan industri mamin nasional, mulai dari mempermudah akses bahan baku, sistem logistik dan distribusi, serta kegiatan penelitian dan pengembangan untuk menciptakan inovasi.

“Upaya ini juga mendukung dalam penerapan Industri 4.0,” imbuhnya.

Pada 2017, sektor makanan dan minuman menjadi penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) industri nonmigas yang mencapai 34,33%. Selain itu, pertumbuhan industri mamin mencapai 9,23% atau meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sekitar 8,46%.

Selanjutnya, nilai ekspor produk mamin termasuk minyak kelapa sawit pada 2017 tercatat senilai US$31,7 miliar. Perkembangan realisasi investasi sektor industri mamin pada tahun lalu mencapai Rp38,54 triliun untuk penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing sebesar US$1,97 miliar.

Sumber: http://industri.bisnis.com