News Headlines

Penjualan Industri Komponen Ditargetkan Naik 15 Persen

Ketua Umum Gabungan Industri Alat-alat Motor dan Mobil, Hadi Suryadipraja, menargetkan penjualan industri komponen tahun ini bisa bertumbuh 10-15 persen. Target ini sejalan dengan estimasi pertumbuhan penjualan mobil yang mencapai 10-15 persen.

"Sampai Mei, penjualan mobil naik 15 persen. Sampai akhir tahun kami berharap penjualan komponen bisa naik 10-15 persen, tidak jauh berbeda dengan penjualan mobil," katanya kepada Tempo kemarin.

Hadi menambahkan, estimasi penjualan itu belum termasuk komponen yang akan dijual untuk mobil murah dan ramah lingkungan (low cost green car/LCGC). Jika LCGC sudah bisa diproduksi tahun ini, penjualan komponen bisa meningkat lagi. "Tapi dengan sisa waktu demikian kenaikan karena LCGC akan tipis."

Read more...

9 Cabang Industri Jadi Unggulan

Sembilan cabang industri manufaktur di Tanah Air diprioritaskan untuk dikembangkan dan menjadi unggulan untuk bersaing dalam menghadapi berlakunya Komunitas Ekonomi Asean (Asean Economic Community/AEC) akhir 2015.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Anshari Bukhari mengatakan, sembilan sektor industri yang akan terus dikembangkan dan menjadi unggulan Indonesia terdiri atas industri berbasis agro (CPO, kakao, karet), ikan dan produk olahannya, tekstil dan produk dan tekstil, alas kaki, kulit, dan barang kulit, furnitur, makanan dan minuman, pupuk dan petrokimia, mesin dan peralatannya, serta industri logam dasar, besi, dan baja.

Read more...

Kejar Akselerasi Industrialisasi

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Ansari Bukhari mengatakan, akselerasi industrialisasi diperlukan untuk mencapai sasaran pembangunan industri tahun 2013 sebagai bagian dari pembangunan industri nasional jangka panjang.

Percepatan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan sektor industri sebagai katalis utama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi (PE) nasional.

Lebih lanjut Ansari menjelaskan, akselerasi industrialisasi dilaksanakan melalui lima strategi utama, yaitu mendorong partisipasi dunia usaha dalam pembangunan infrastruktur, percepatan proses pengambilan keputusan untuk mcnyclesaikan hambatan birokrasi, reorientasi kebijakan ekspor bahan mentah dan sumber energi, mendorong peningkatan pro-duktivitas dan daya saing, serta meningkatkan integrasi pasar domestik.

Read more...